Tampilkan postingan dengan label Industri Kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri Kreatif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2016

Sandi Uno : Kita Perlu Belajar dari Amsterdam untuk Atasi Banjir Rob di Jakarta Utara

Pasangnya air laut mengakibatkan jebolnya tanggul di wilayah Utara Jakarta hingga membuat sejumlah wilayah di daerah tersebut terendam banjir sejak Minggu, 5 Juni 2016.
‎Menanggapi hal tersebut, bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seharusnya dapat mencontoh negara lain yang mampu mengatasi permasalahan yang sama.
‎"Pembangunan tanggul yang saat ini tidak kuat untuk menampung air. Jadi kita perlu belajar dari negara besar lain yang menghadapi masalah yang sama, seperti Amsterdam contohnya," ujar Sandiaga ditemui di kawasan Kemayoran Timur II, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Calon Gubernur Jakarta Sandi Uno sapaan akrab Sandi melihat hal tersebut perlu segera dilakukan agar ke depannya tidak terjadi hal yang serupa.
"Saya lihat di wilayah pesisir ini, kita perlu mencontoh seperti Amsterdam, di mana bisa mengatasi masalah pasang surutnya air ini tanpa adanya banjir Rob khususnya masyarakat yang ada di pesisir," tandasnya.

Senin, 30 Mei 2016

Sandi Uno Janji Teruskan Program Ahok Ini

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan curahan hati (curhat) petugas pemeliharaan prasarana dan sarana umum (PPSU) ketika blusukan di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/5). Mereka khawatir tidak akan mendapat perhatian jika Gubernur Basuki T Purnama diganti pejabat baru karena kalah di Pilkada 2017 mendatang. 

"Sekarang nasibnya enak, kesejahteraan PPSU meningkat. Tetapi enggak tahu kalau Ahok (Basuki) udah enggak menjabat bagaimana," ujar salah satu seorang PPSU bernama Dayat di‎ kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/5).

Bukan hanya soal kesejahteraan, mereka bahkan pesimistis PPSU bakal dipertahankan jika terjadi pergantian gubernur. "Kalau gubernurnya beda, ya kita enggak tahu nasibnya jadi bagaimana, soalnya mereka pasti punya peraturan juga," tutur Dayat.

Mendengarkan aspirasi tersebut Sandiaga mengatakan, PPSU adalah program yang bisa dibilang sukses karena manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, dia menilai tidak ada alasan untuk menghapusnya.

Dia pun tegaskan, seandainya terpilih nanti, akan menilai secara objektif program-program gubernur sekarang. Jika memang bermanfaat dan prorakyat, pasti akan dipertahankan. 
"Saya rasa program PPSU sangat baik dan akan diteruskan dan ditingkatkan. Bukan hanya jumlahnya, tapi juga pendapatannya," ujar Sandiaga.

Mengenai kesejahteraan para petugas yang beken dengan sebutan Pasukan Oranye ini, Sandiaga menilai perlu ada kajian yang mendalam. Sehingga imbalan yang diberikan setimpal dengan jerih payah dan jasa mereka.

"Saya mesti lihat dari segi kelayakan hidupnya, dan itu mesti dihitung dengan cermat dan mesti di-benchmark ke profesi serupa supaya bisa memberikan imbalan sesuai dengan jerih payah mereka. Untuk sementara, karena saat ini penyerapan tenaga kerja parah, ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan lapangan pekerjaan," tutup pengusaha ini.

Senin, 23 Mei 2016

Sandiaga Uno tak Setuju Demo Anarkis

Sandiaga Uno menyayangkan adanya kericuhan dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/5) lalu. Dia menyatakan, aksi semacam itu tak semestinya terjadi.


"Saya tak sepakat dengan aksi anarkis itu. Apalagi sampai ada perusakan infrastruktur publik. Ini tak boleh terjadi," ujar Sandiaga seusai menghadiri acara Milad Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di Masjid Istiqlal, Ahad (22/5).



Menurut Sandi, setiap upaya penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan tertib, damai, dan tanpa kekerasan. Dia pun mengingatkan kepada setiap warga Ibu Kota yang hendak mengadakan aksi unjuk rasa, ke depan agar lebih mengutamakan proses dialog daripada kekerasan. "Harus ada komunikasi dua arah. Mudah-mudahan ke depannya kericuhan seperti itu tak terulang lagi," ucap Sandiaga.

Aksi demonstrasi yang digelar massa AMJU di depan gedung KPK pada Jumat, berlangsung ricuh. Mereka melempari gedung lembaga antirasywah itu dengan batu. 

Sandiaga Uno Ingin Wujudkan Jakarta Mandiri Secara Ekonomi

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno menghadiri acara milad dan pelantikan pengurus Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di Plaza Masjid Istiqlal. Ia menyebutkan kehadirannya hanya untuk bersilahturahmi saja.
"Ini semua silahturahmi saja. Enggak ada dukung mendukung kok," kata Sandi di sela acara, Minggu (22/5/2016).
Polikus Partai Gerindra itu mengaku, kedatangannya sekaligus ingin menawarkan suatu program perubahan untuk Jakarta menjadi lebih baik ke depan, khususnya dalam bidang ekonomi.
Menurut Sandi, ekonomi Indonesia khususnya di Jakarta belum berpihak ke semua kalangan. Sehingga, jika nantinya dirinya terpilih menjadi Gubernur Jakarta, Sandi berjanji akan memberi bantuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat di Ibu Kota dan mewujudkan Jakarta mandiri secara ekonomi.
"Saya ingin menawarkan suatu perubahan agar Jakarta mandiri secara ekonomi, kebetulan ini tagline daripada Forkabi. Jadi, atas undangan ini saya hadir," tandas pengusaha itu.

Kamis, 19 Mei 2016

Sandi Uno : Pentingnya Partisipasi Politik Generasi Y di Media Sosial

Sementara itu di media sosial, wacana perpolitikan begitu dinamis karena meningkatnya partisipasi masyarakat, terutama generasi Y yang akrab dengan perkembangan teknologi.
Dahulu partisipasi masyarakat dikancah politik bentuk fisik, seperti demo. Sekarang mulai berubah sejak munculnya gadget dan media sosial. Demikian diungkapkan oleh Prabu Revolusi, saat membuka acara diskusi dengan tema “Partisipasi Politik Generasi Y Di Media Sosial” yang digelar Paramadina Graduate School of Communication (PGSC) di Energy Building, Lt.21, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (17/5) lalu.
Acara diskusi terbuka ini menghadirkan nara sumber; Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dan Dosen Komunikasi Politik PGSC, Gun Gun Heryanto. Turut hadir Rektor Paramadina, Prof. Firmanzah, sedangkan Prabu Revolusi yang merupakan News Anchor dan Mahasiswa PSGC bertindak sebagai moderator diskusi.
menurut Sandiaga Uno, partisipasi politik generasi Y sangatlah penting. Berdasarkan data world bank, 50% penduduk Indonesia berusia dibawah 30 tahun. Jumlah populasi generasi muda ini menentukan kebijakan baik dalam pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan dan lain-lain.
“Generasi Y dimasa depan akan menjadi decision makers. Di Trenggalek wakil Bupati berusia 25 tahun, dia sudah memimpin. Kalau tidak ada generasi Y yang di politik nanti enggak nyambung. Generasi Y berpikir seperti anak-anak saya. Sementara yang membuat kebijakan berpikir seperti angkatan saya,” kata Sandiaga Uno.
Generasi Y, menurut pandangan Sandiaga Uno adalah generasi yang telah diselimuti dengan teknologi maju dan dikelilingi media sosial. Generasi ini juga dihubungkan dengan hal-hal yang lebih konsumtif. Sementara Sandiaga merasa dirinya termasuk generasi The Baby Boom(lahir 1946-1964).
Sandiaga mencontohkan soal kebijakan transportasi berbasis online yang ramai beberapa waktu lalu. “Generasi Y berpikir tak peduli dengan regulasi, yang penting saya butuh akses transportasi secara online. Ini terjadi karena regulasi tidak diperkenalkan sehingga tidak terjadi koneksi,” ujar Sandiaga Uno.
Jika generasi Y tidak berpartisipasi dalam politik, lanjut Sandiaga Uno, maka pembuat kebijakan yang notabene angkatan tua tidak akan mengerti sedang terjadi gap. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagaimana parpol, pemerintah dapat mengajak generasi Y berpartisipasi dalam berpolitik.
Dihadapan mahasiswa dan peserta diskusi, Sandiaga Uno juga mengatakan tantangan yang harus di perhatikan generasi Y dalam partisipasi politiknya.
“Generasi Y harus lebih kritis dalam mengevaluasi informasi dan berita di media sosial. Sebab, generasi muda yang aktif dalam ranah media sosial belum mendapatkan kesempatan memadai untuk berpartisipasi
dalam proses politik,” kata Sandiaga Uno.
Di akhir presentasinya, Sandiaga berpesan supaya generasi Y tidak alergi terhadap politik.
“Generasi muda jangan alergi politik. Karena harga beras, minyak goreng, pendidikan adalah bagian dari kebijakan politik,” kata Sandiaga Uno.

Rabu, 18 Mei 2016

Temui warga Bukit Duri, Sandi Uno tegaskan lagi masalah-masalah Jakarta


Sandiaga Uno, pada Rabu sore memenuhi undangan warga RW 001 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut Sandi menegaskan kembali dua permasalahan utama yang masih mendera Jakarta, yakni ketersediaan lapangan kerja dan tingginya harga kebutuhan pokok.

"Itu yang banyak saya dengan dari tiap pertemuan dengan warga. Untuk lapangan kerja, saya punya latar belakang pengusaha jadi berpengalaman untuk menciptakan lapangan kerja," kata Sandi di hadapan warga.

Selain menyoroti dua masalah tersebut, Sandi juga menemui kenyataan bahwa berbagai langkah pembangunan yang ditempuh DKI Jakarta selama ini sebagian besar masih belum berpihak kepada rakyat kecil.

"Lebih berpihak pada yang punya uang. Walaupun saya datang dari kelompok elit, saya ingin turun supaya bisa menciptakan Jakarta yang lebih baik pada 2017 nanti," kata Sandi.

Sandi berkeliling di rumah-rumah warga RW 001 untuk menyapa sembari memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginannya maju mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta.

Sembari berkenalan, Sandi juga membagikan lembar aspirasi dan usulan yang nantinya akan dikumpulkan tim relawannya untuk mengetahui apa-apa saja permasalahan yang dihadapi warga.

"Itu ikhtiar kami menangkap aspirasi dan usulan masyarakat akan apa yang mereka inginkan buat Jakarta ke depannya. Itu jadi bentuk interaksi nyata kami supaya kunjungan begini bukan cuma acara 'selfie-selfie' semata," kata pria yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Dua masalah yang disebutkan sebelumnya termasuk masalah-masalah utama yang dia temui dari lembar aspirasi tersebut, selain mengenai kepastian lahan tinggal alias penggusuran.

"Karena saya banyak menyapa ke daerah padat penduduk yang boleh dibilang strata ekonominya menengah ke bawah, yang nomor satu di lembar aspirasi itu masih soal kepastian lahan hidup mereka khawatir digusur," ujarnya.

Meski berstatus Dewan Pembina Gerindra, Sandi sudah aktif mengikuti penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta di beberapa partai lain termasuk PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat.

Jumat, 13 Mei 2016

Sandi Mengkritik, Ahok menanggapi dengan Positif

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengimbau pihak pemilik Kafe Lucy In The Sky untuk tidak beroperasi sebelum memiliki peredam suara.
Kasus ini bermula dari adanya laporan warga apartemen Sudirman Mansion yang merasa terganggu dengan aktivitas di Kafe Lucy In The Sky, terutama perihal polusi suara yang mengganggu ketenangan warga.
“Kita soal kafe Lucy in the Sky sudah paksa dihentikan (operasi), kalau tidak pasang peredam tidak boleh,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).
Ahok menganggap dirinya tidak perlu meninjau langsung kafe Lucy In The Sky.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengkritisi Ahok terkait Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tak kunjung menengahi warga apartemen Sudirman Mansion di kawasan SCBD, Jakarta dengan kafe Lucy In The Sky.
Hal itu diutarakan Sandiaga melalui akun Instagram pribadinya, @sandiuno.
hebat, ini salah satu bukti bahwa era digital sangat membantu dalam hal komunikasi. Hal itu dapat kita lihat dari pemberitaan diatas, Sandi Uno yang menggunggah foto keluhan warga sudirman mansion yang merasa terganggu dengan kebisingan kafe “Lucy In The Sky”. memang sindiran ini tidak tertuju langsung kepada Petahana Basuki Thahja Poernama, tetapi dengan perasaan sensitif (mungkin) Ahok menanggapi aktif dengan menegur pihak kafe tersebut.
Disatu sisi inilah bentuk Komunikasi Politik yang efektif. 
Good Job Sandi Uno #TuntasIkhlas
Sumber Referensi : TribunNews

Senin, 09 Mei 2016

Sandiaga Uno Ikhlas Jadi Calon Wakil Gubernur

Sandiaga Uno mengaku tidak masalah apabila nantinya harus menjadi calon wakil Gubernur DKI apabila Gerindra benar akan melakukan koalisi dengan PDIP di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2017.
"Dalam perjuangan harus ikhlas ya. Saya rasa kita nggak boleh mematok-matok, ini bukan soal saya, ini soal Jakarta yang ingin punya Jakarta yang lebih baik," ujar Sandiaga di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2016).
Sandiaga menyerahkan siapa calon dari Gerindra dan peta koalisi partai di Pilgub DKI ke Ketua Umum, Prabowo Subianto. Ia mengatakan sampai saat ini hanya fokus melakukan sosialisasi ke masyarakat Jakarta.
"Saya masih menjalankan proses sebagai cagub. Tentu saya serahkan ke partai. Saya hampir 3 bulan ke bawah, keluhan warga harga sembako yang melabung tinggi, kesenjangan ekonomi," kata dia.
Sebelumnya Ketua DPD Partai Gerindra Mohamad Taufik maupun Ketua Tim Penjaringan Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif mengaku tak masalah apabila salah satu calonnya menjadi wakinya dari PDIP.
Gerindra saat ini sudah memiliki tiga nama bakal calon gubernur DKI Jakarta, mereka adalah Sandiaga Uno, Letjen (purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Yusril Ihza Mahendra.
"Gerindra ikhlas apabila harus menjadi wakilnya (PDIP). Asalkan tidak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)," jelas Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta itu.
Sumber Referensi : Suara

Rabu, 04 Mei 2016

Mendiang Tuty dan Sandiaga Sempat Diskusikan Soal Jakarta

Pengusaha Sandiaga Uno menganggap mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Tuty Alawiyah sebagai teladan. Kepergian Tuty membuat ia kehilangan sosok seorang guru.

"Kami merasa kehilangan, berharap Bu Tuty berikan inspirasi ke kita. Kebetulan saya pernah berguru ke beliau," kata Sandiaga di rumah duka, Jalan Raya Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/5/2016).

Pria yang digadang-gadang menjadi calon gubernur DKI Jakarta ini mengaku terakhir bertemu Tuty sekitar sembilan bulan lalu. Keduanya berdiskusi masalah Ibu Kota Jakarta.


"Karena beliau tokoh Betawi asli, mengerti seluk beluk Jakarta," ujar dia.

Dari Tuty, Sandiaga belajar banyak soal ekonomi dan pendidikan. "Beliau berkata, dari pendidikan yang kuat lahir ekonomi yang mandiri. Saya memiliki kedekatan karena sama-sama dasarnya pengusaha,"  jelas dia.


Tuty yang juga rektor Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 07.15 WIB di Rumah Sakit MMC Jakarta. Perempuan berusia 74 tahun ini sudah tiga minggu mendapat perawatan intensif di RS itu.

Mendiang Tuty rencananya akan disalatkan di Masjid Kampus As-Syafi'iyah. Kemudian, Almarhumah akan dikebumikan ba'da ashar di Pesantren Khusus Yatim As-Syafi'iyah.

Berbagai tokoh pun melayat ke rumah duka. Di antaranya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua DPD Irman Gusman, Politikus senior Golkar Akbar Tandjung, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise.

Tokoh-tokoh itu menyampaikan bagaimana sosok Tuty yang dikenal sebagai tokoh multitalenta, guru yang baik, dan memiliki pengaruh besar hingga akhir hayatnya.

Sumber Referensi : MetroTv News

Senin, 02 Mei 2016

Sandiaga Uno: Gaya Manajemen Saya dan Pak Ahok Berbeda

Fenomena mundurnya beberapa pejabat Pemprov DKI Jakarta di masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menimbulkan polemik di masyarakat. Pejabat DKI yang terakhir mengundurkan diri adalah Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi, yang kini menjadi staf di Badan Diklat DKI Jakarta. Melihat fenomena itu, bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan mempunyai cara tersendiri untuk menyelesaikan permasalahan antara atasan dengan bawahan.

"Gaya manajemen saya berbeda, gaya manajemen saya partisipatif, jadi saya meng-empower orang di sekitar saya," ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
Meskipun begitu, politikus Partai Gerindra ini tidak mempermasalahkan gaya kepemimpinan Ahok dalam memimpin DKI Jakarta.
"Pak Gubernur (Ahok) punya style sendiri, kita tentunya melihat, pada satu hari memang niat semuanya baik untuk membangun, kita butuh orang-orang baik untuk membangun Jakarta," jelas Sandiaga.

"Saya merasa susah banget dapet orang bagus, apalagi kompetisi dalam talenta-talenta yang baik itu susah didapat," tutur dia.Dia mengungkapkan, jika nanti terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, akan merangkul orang-orang baik yang ingin membangun Jakarta. Kendati ia mengakui, mencari orang baik di Jakarta bukan perkara mudah.
"Kalau gaya ke depan, mungkin saya akan rangkul dan sentuh hatinya. Kalau bisa tetap bersama-sama membangun Jakarta," tandas Sandi Uno.

Sumber Referensi : Liputan 6 

Kamis, 28 April 2016

Sandiaga Uno: Ibu saya galak, berkata kasar mulut saya dicabein

Politikus Gerindra Sandiaga Uno sudah 80 hari melakukan kerja-kerja politik demi sukses berkompentisi di Pilgub DKI Jakarta 2017. Sandiaga juga sudah mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik untuk ikut proses penjaringan calon Gubernur DKI Jakarta.
Sandiaga kerap melakukan blusukan ke rumah-rumah warga, pasar dan pusat keramaian demi dikenal masyarakat ibu kota. Banyak cerita lucu di balik blusukan Sandiaga bertemu masyarakat.
Sandiaga mengakui bahwa dirinya sangat tidak terkenal di masyarakat karena pekerjaannya sebagai pengusaha, bukan politisi ataupun pejabat negara. Hal ini yang menjadi kesulitan tersendiri melawan incumben Basuki T Purnama (Ahok).
Dia sering dicueki ketika hendak membuat acara di tengah masyarakat. Bahkan, ada warga yang mengaku sedang menunggu calon gubernur padahal orang tersebut ada di depan matanya.
“Dicuekin sering. Paling sering ngerjain juga dan teman-teman, mereka lagi nunggu, saya berhenti, turun saya jalan pelan-pelan, saya tanya warga yang nunggu di depan. Lagi nunggu siapa?” kata Sandiaga.
“Nunggu calon gubernur,” kata warga itu ditirukan Sandiaga.
Kemudian, teman yang di sebelahnya memberitahukan bahwa orang yang bertanya itu merupakan si calon gubernur yang sedang ditunggu. Namun sayang, orang yang memberitahu itu juga salah menyebut nama Sandiaga.
“Ah gimana sih, ini calon gubernurnya, namanya Sanjono,” kata seorang warga memberitahu temannya yang tak tahu.
“Wah saya sempat bangga juga ada yang tahu nama saya. Eh tapi ternyata namanya Sanjono” tutur Sandiaga sembari tertawa saat berkunjung ke redaksi merdeka.com, Kamis (28/4).
Minimnya popularitas tak menyurutkan niatnya untuk bertarung di Pilgub DKI. Menurut dia, justru karena tak dikenal itu membuatnya bekerja keras untuk memperkenalkan diri kepada warga Jakarta jelang Pilgub DKI yang akan digelar pada Februari 2017 nanti.
Sumber Referensi : Merdeka

Selasa, 26 April 2016

Sandiaga Uno: Idealnya di Setiap Kecamatan DKI Jakarta Miliki Pusat UMKM

Bagi Sandiaga, perhatian terhadap pelaku UMKM merupakan bentuk keberpihakan kepada ekonomi kreatif dan kerakyatan. Terlebih, UMKM juga terbuki mampu menjadi solusi atas persoalan lapangan pekerjaan di DKI Jakarta.
“Ini diverensiasi produk yang bisa dilakukan anak muda. DKI Jakarta punya masalah lapangan pekerjaan. Mereka menyediakan lapangan pekerjaan. Kehadiran UMKM membuka lapangan pekerjaan,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/4/2016).
Sandiaga menuturkan, secara ideal, tiap-tiap kecamatan di Provinsi DKI Jakarta memiliki sebuah pusat UMKM. Di pusat-pusat UMKM tersebut, anak-anak muda bisa saling berlomba melakukan inovasi untuk melahirkan produk unggulan.
“Jangan pernah khawatir dengan persaingan. Anak muda akan lebih berdaya jika bersaing dengan baik,” pungkasnya.
Sumber Referensi : Tribun News

Optimistis Jadi Cagub Gerindra, Ini Alasan Sandiaga Uno

DPD Gerindra DKI Jakarta mengerucutkan 3 nama bakal calon gubernur yang akan diusung di Pilgub DKI 2017 mendatang. Ketiganya adalah Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, dan Sjafrie Sjamsoeddin. Sandiaga Uno mengaku yakin akan terpilih sebagai Cagub Gerindra menyingkirkan dua calon lainnya.

''Mudah-mudahan penjaringan ini bisa menghasilkan Jakarta yang lebih baik ke depannya," ujar Sandiaga di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 26 April 2016.

Sandiaga mengklaim dirinya punyai sejumlah kelebihan yang tak  dimiliki kedua calon lain.

Diantaranya, stamina yang lebih kuat lantaran usianya masih muda, dan lebih memahami pendekatan ekonomi di masyarakat. Meski yakin dengan keunggulan yang ia memiliki, Sandiaga mengaku patuh pada mekanisme partai.


Sandiaga Uno mendatangi belasan anak muda pelaku usaha bisnis kreatif di salah satu kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
"Tapi itu semua nanti tergantung penilaian Pak Prabowo Subianto dan DPP Partai Gerindra. Saya yakin Pak Prabowo akan memilih yang lebih dekat dengan rakyat," kata dia.

Usaha Kreatif Anak Muda

Ia datang dengan setelan kasual, dan langsung membaur dengan belasan anak muda itu di kafe Warung Pedes.

"Katanya mau memotivasi anak muda untuk berani berbisnis, berbagi tips cara sukses, kalau gagal gimana untuk bangun lagi," ujar Yudha Permana, pemilik Warung Pedes,Selasa 26 April 2016 malam.

Diskusi antara Sandiaga dengan para anak muda itu berlangsung santai, sembari makan malam. Dari pantauan Liputan6.com di lokasi, Sandiaga jadi rebutan para pengunjung lainnya untuk diajak selfie.

Sandiaga yakin, untuk menghadapi MEA, industri kreatif adalah pilihan logis. Ia sengaja mendatangi anak muda, karena menurutnya kebangkitan ekonomi itu berawal dari generasi hari ini.

"Ini bentuk keberpihakan pada ekonomi kreatif, inovasi-inovasi yang dilahirkan anak muda, sangat cocok untuk Jakarta, seperti ini, (Warung Pedes) konsep jualan yang menarik, meski yang dijual serupa dengan Warteg," ujar Sandiaga.

Untuk persoalan modal yang sering dikeluhkan oleh calon usahawan, Sandiaga berpesan agar memiliki jaringan yang luas serta teman-teman yang satu visi.

Sumber Referensi : Liputan 6

Senin, 25 April 2016

Sandiaga Uno : Masalah Reklamasi dan Sumber Waras Bisa Kikis Kepercayaan pada Ahok


Tidak hanya itu, hal lain seperti masalah pelayanan pendidikan, kesehatan dan penyediaan lapangan pekerjaanpun menjadi persoalan lain. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, saat bersilahturahmi dengan Warga Johar baru, Jakarta Pusat, kemarin.

Dalam acara yang diprakarsai oleh Forum Masyarakat Cinta Jakarta (FM-CJ), pria yang akrab disapa Sandi ini mendengarkan berbagai permasalahan dan keluh kesah warga sekitar kawasan tersebut.

“Mereka ngeluh semakin hari pekerjaan semakin sulit. Begitu juga dengan biaya hidup dan harga makanan yang semakin tinggi. Jadi, ini butuh solusi ekonomi yang langsung bisa dirasakan oleh warga Jakarta,” tutur Sandi.

Selain itu, kata Sandi, ada juga masalah pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, dalam hal ini warga ingin adanya suatu solusi yang mendasar. ‎”Kedepan nantinya, DKI Jakarta harus mempunyai solusi yang lebih membumi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh warga Jakarta,” terang dia.

Bila dibiarkan maka Sandi khawatir kredibilitas kinerja Pemprov DKI dan dalam hal ini Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama di mata masyarakat akan terkikis. Terlebih mantan Bupati Belitung Timur ini tengah dihadapi dua masalah yang cukup pelik yakni masalah proyek reklamasi dan pembelian lahan RS SUmber Waras yang berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah terjadi kerugian negara sebesar RP191 miliar dalam pembebasan lahan tersebut.

Secara pribadi, Sandiaga mengusulkan agara proyek reklamasi dikaji terlebih dahulu dari segala aspek. Tidak hanya lingkungan dan ekonomi, lanjutnya, namun juga menyangkut aspek hukum, sosial, dan budaya.

Bahkan, Sandi mengungkapkan, pernah mengusulkan penghentian proyek reklamasi karena ia melihat bahwa, proyek ini hanya dinikmati oleh orang berduit. “Banyak aspek yang harus dikaji, mulai dari hukum, lingkungan, sosial, budaya dan masyarakat. Jangan sampai ini reklamasi untuk segelintir masyakarat Jakarta saja,” tukas Sandi.

Sumber Referensi : Poskota news

Sandiaga Uno Ingin Gerindra dan PDIP Ulang Sejarah 2012

Sandiaga Salahudin Uno resmi mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan dan penyaringan bakal calon Gubernur DKI Jakarta ke DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi DKI Jakarta, Senin 25 April 2016.
Dia berharap, Partai Gerindra dan PDIP bisa kembali mengulang sejarah  Pilgub DKI 2012.
Sandiaga mengatakan, pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Partai Gerindra dan PDIP bermitra dalam memenangkan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru. Ia pun berharap, hal itu bisa terulang di Pemilukada DKI Jakarta 2017.
"Insya Allah ini adalah merupakan sejarah dan lembaran baru. Saya merasa ini adalah mengulang sejarah, di mana kita pernah bermitra di tahun 2012. Saya mewakili Partai Gerindra, Insya Allah akan melahirkan pemimpin baru di Jakarta," kata Sandiaga di kantor DPD PDIP Provinsi DKI Jakarta, Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan.
Politisi Partai Gerindra ini juga melihat kolaborasi antara PDIP dan Partai Gerindra pada 2012 sangat berhasil. Hal itulah, yang membuat dia mengharapkan Partai Gerindra kembali bermitra dengan PDIP untuk kembali memenangkan Pilgub DKI Jakarta tahun depan.
"Saya melihat kolaborasi antara PDIP dan Gerindra berhasil melahirkan pemimpin baru di tahun 2012. Kita punya tanggung jawab untuk meneruskan lahirnya pemimpin yang lebih baik lagi di tahun 2017," ujarnya.
"Dan, insya Allah partai akan memastikan tahun 2017, DKI akan memiliki pemimpin baru yang akan membawa Jakarta ke arah yang lebih maju," tambah Sandiaga.
Sumber Referensi : VivaNews

Jumat, 15 April 2016

Sandiaga Uno: Menata Kota Sama Dengan Manajemen Human Capital

Nyaris tak ada ‘ledakan’ dalam pernyataan Sandiaga Salahudin Uno. Lelaki yang bakal genap berusia 47 tahun pada 28 Juni ini lebih mementingkan kekuatan narasi pembicaraan. Salah satunya adalah keinginannya untuk maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Maklum, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini terpilih sebagai salah satu dari tujuh nama bakal calon pemimpin Jakarta tahun depan dalam proses penjaringan pada 27 Januari lalu.

Figur-figur kondang seperti Anggota DPR RI Biem Benjamin, legislator DPRD DKI Mohamad Sanusi, dan Wakil Ketua DPRD Muhammad Taufik bakal menjadi lawannya. Dia juga akan bersaing dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sekretaris Daerah DKI Saefullah, mantan Pangdam Jaya Mayjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani. Syaratnya, semua tokoh yang terjaring harus melakukan sosialisasi yakni turun langsung ke konstituen atau masyarakat selama enam bulan ke depan.

Sandiaga awalnya acuh pada politik. Semangatnya mulai terletup setelah bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto secara empat mata pada pertengahan 2014. “Sampai kapan mau jadi pengusaha? kan negara juga butuh pengabdian,” kata Prabowo.

Mendapat pertanyaan itu, Sandiaga mencoba menawarkan argumen. Dia mengatakan bahwa sebagai pengusaha dirinya sudah bisa menciptakan lapangan kerja, memotivasi mahasiswa,dan juga bisa berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi. Tak mau kalah, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia sudah memilih jalur demokrasi sebagai bangsa yang ujung tombaknya partai politik. Menurut bekas Komandan Jenderal Kopassus itu, harus ada perubahan dari orang-orang yang berprestasi dan berkinerja masuk ke partai politik.

“Sampai kapan mau cari uang? Sudah saatnya mengabdi untuk negara,” kata Sandiaga menirukan Prabowo.

Mendapat masukan itu pendirian Sandiaga luluh. Dia memutuskan memasuki gelanggang politik pada April 2015. Tidak tanggung-tanggung, ia putuskan secara total menekuni dunia barunya tersebut. Dia memegang prinsip tabu mempolitikkan dagang dan mendagangkan politik, pernyataan yang pernah dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bukti Sahihnya, dia rela meninggalkan dunia usaha dengan lengser dari jabatan komisaris dan direksi di 18 perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Juni tahun lalu. 

Berbalut kaus polo shirt berwarna biru dan celana bahan krem, Sandiaga meluangkan waktu untuk diwawancara Bagus Wijanarko dan fotografer Andry Novelino dari CNNIndonesia.com di ruang tunggu tamu lantai 11 Gedung Recapital, Jakarta Selatan, Jumat (19/2).

Apa yang membuat Anda tertarik dengan politik?

Sebetulnya saya tertarik karena mendapat undangan dari Bapak Prabowo Subianto. Saya masuk dalam golongan yang aktif mengkampanyekan kewirausahaan. Saya bilang kita ini surplus politisi tapi defisit pengusaha. Dari populasi Indonesia 250 juta yang menjadientrepreneur hanya mencapai 2 persen. Padahal idealnya 7 persen. Jadi saya selalu memposisikan bagaimana kita mencetak pengusaha. Namun setelah Pilpres 2014 dan puncaknya dalam pembicaraan empat mata dengan Pak Prabowo dia bertanya “Sampai kapan mau menjadi pengusaha?”

Sampai pada satu tahap beliau bilang harus ada orang sukses yang masuk politik untuk membenahi dan menawarkan bahwa politik itu adalah wahana membuat Indonesia lebih baik dan sejahtera. 

Akhirnya saya putuskan pada April 2015 terjun total ke politik. Karena terjadi benturan kepentingan yang maha dahsyat dimana sebagai pengusaha dan politisi harus memisahkan diri karena mempolitikkan dagang dan memperdagangkan politik itu adalah hal yang tabu seperti yang dikatakan Pak Jusuf Kalla. Akhirnya saya putuskan mundur dari dunia usaha. Saya mengundurkan diri dari 18 posisi sebagai komisaris dan direksi dari 18 perusahaan yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Juni tahun lalu. Sekarang saya sudah hampir tujuh bulan total di politik.

Pak Prabowo waktu itu sudah bilang Anda harus mengurus Jakarta?

Belum sama sekali. Pembicaraan soal Jakarta baru terjadi pada Oktober. Beliau bilang coba deh dipertimbangkan bahwa Jakarta itu seperti apa harapan rakyatnya. Saya bilang bapak sendiri yang mengangkat gubernur sekarang yang fenomenal. Gubernur Basuki alias Ahok kan bapak juga dari Partai Gerindra. Dia bilang coba deh. Kan kita ingin memimpin Jakarta yang lebih baik, ke depan lebih sejahtera. Jadi proses saya maju untuk menjadi calon gubernur DKI itu dimulai Oktober. Baru pada akhir Desember mulai dijaring dan pada 27 Januari proses penjaringan dimulai dan nama saya dimajukan sebagai salah satu bakal calon. 

Saya melihat dari ikhtiar dua bulan terakhir ada keinginan dari masyarakat Jakarta agar kesejahteraan mereka lebih meningkat ke depan. Itu yang mereka impikan. Selama ini mereka merasa meski ada sentuhan dari pemerintah tapi dirasa kurang cukup. Jadi itu mungkin yang menjadi salah satu pemicu saya memberanikan diri ikut menerima undangan dari panitia penjaringan dan meneken kontrak dalam 6 bulan ke depan turun menyapa konstituen menangkap aspirasi mereka dan mungkin bisa menawarkan solusi-solusi.

Anda punya terobosan untuk membenahi masalah di Jakarta?

Untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas kita pasti harus turun ke bawah. Ke lapangan dan menangkap aspirasi khususnya ekonomi akar rumpur seperti para pedagang kaki lima. Kita harus sentuh hatinya. Saya sepakat menata metropolis sebesar Jakarta memerlukan terobosan yang jitu. Terobosan itu tidak bisa dilakukan satu orang. Kita perlu tim yang kuat. Saya percaya birokrat di DKI kemarin sudah dibenahi dan anti korupsi yang sudah meningkat. ini merupakan prestasi pak Basuki. Ini merupakan modal seperti pemerintahan yang baik. Ini harus kita jadikan modal. 

Kemampuan menata kota adalah manajemen mengelola manusia. Mengangkat human capital dan memberikan reward sekaligus punishment yang tegas. Ini memang tugas berat melihat incumbent sangat populer. Tapi saya yakin kalau niatnya ingin menjadikan Jakarta yang lebih baik dan sejahtera, Pemilukada 2017 akan menunjukkan rakyat mau yang mana. Seperti sekarang atau yang lebih baik. 

Partai yang mengusulkan calon terbaiknya harus memastikan bahwa calonnya mampu menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Setiap pemilu adalah referendum terhadap pemerintahan yang sekarang, puas enggak mereka. Dari angka tadi, 40 persen menyatakan puas dan memilih lagi dan 60 persen tidak puas dan tidak akan memilih lagi. Jadi ini yang harus digali kembali oleh Pak Gubernur Basuki dan siapa-siapa yang maju dalam tahap selanjutnya.

Anda menguasai politik?

Politik adalah wahana atau kendaraan agar ideologi kita membangun negara sesuai cita-cita pendiri bangsa tercapai. Karena kita sudah memilih demokrasi maka parta politik ini menjadi ujung tombaknya. Karena kita telah memilih demokrasi maka partai politik ujung tombaknya. Jadi yang ditawarkan partai politik itu harusnya bisa diterima rakyat. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan. Jadi kalau kita enggak menangkap aspirasi rakyat ya gak akan dipilih, simpel aja. Kalau memang pak incumbent Basuki sudah diterima dengan baik maka angka elektabilitasnya mungkin 80 sampai 90 persen seperti bu Risma (Wali Kota Surabaya terpilih). Jadi ini pekerjaan rumah buat kita juga peer buat Gubernur Basuki untuk meningkatkan elektabilitas.

Apa arti kekuasaan buat Anda?

Kekuasaan rentan diartikan dengan kemampuan untuk memerintah. Menurut saya kekuasaan itu tanggung jawab dan amanah. Semua orang haus kekuasaan tapi buat apa. Harusnya kekuasaan bisa digunakan untuk niat-niat luhur seperti mencerdaskan kehidupan bangsa, menghadirkan kesejahteraan, menghadirkan Indonesia yang adil dan makmur. Kalau kita hanya mengejar kekuasaan kita tidak akan mungkin mampu menangkap aspirasi rakyat khususnya akar rumput. Saya belajar dari pengalaman di organisasi maupun di dunia usaha begitu pemimpin tidak dekat yang dipimpin, terlalu asyik dengan kekuasaannya, jumawa, pede, dia akan ditinggalkan oleh rakyatnya.

Anda ngotot maju DKI 1?

Enggak ngotot saya. Saya ikhlas saja, jalan. Saya mengalir saja dan yakin Alloh pasti akan kasih jalan. Kalau ini memang bukan waktunya saya ya pasti akan terima dengan baik. Tapi saya harus berbuat 100 persen dalam ikhtiar. Karena saya tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja. Saya punya motto pertama kerja keras, kedua kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Jadi ngotot tidak ada di vocabulary saya. 

Ada penolakan dari keluarga Anda mau maju jadi calon Gubernur DKI Jakarta?

Pertama saya bicara ke ibu saya Mien Uno. Saya bicara panjang lebar dan akhirnya beliau mendukung karena saya punya niat yang baik. Yang sangat mendukung adalah istri saya karena dia orang betawi. Kata istri saya bang why not kamu udah ada di politik dan kalau seandainya kamu mendapat amanah itu dan Allah memberikan jalannnya sudah tugas kamu untuk mensejahterakan masyarakat Jakarta. Penolakan sendiri datang dari anak saya terutama soal waktu dan perhatian yang kurang terutama ketika saya memutuskan turun dalam sosialisasi Partai Gerindra. Tapi setelah saya jelaskan bisa menerima. 

Sudah dapat dukungan darimana saja?

Kalau dari partai politik kan tentunya saya sebagai kader Partai Gerindra menjalankan mekanisme untuk turun sosialisasi 6 bulan ke depan. Masyarakat sudah banyak yang menawarkan memberikan bantuan sebagai relawan, ada yang memberikan masukan. Ada yang pro dan kontra. Kita catat semua. Kita ingin membuat platform visi dan misi yang jelas. Di akhirnya, partai akan menentukan siapa calonnya. Karena Gerindra harus berkoalisi dengan partai-partai lain. Kita harapkan koalisi ini mampu menghadirkan silaturahmi partai politik yang guyub, rukun dan sesuatu yang berbeda.

Apa harapan Anda dari pesta demokrasi Pilkada 2017?

Saya berharap bahwa ini merupakan proses menyatupadukan. Demokrasi dan politik jangan dijadikan ajang pecah belah. Kita sudah terlalu lama asyik memecah belah sendiri. Justru demokrasi ini harus dijadikan ajang ide, adu gagasan, adu solusi sehingga rakyat akan merasakan dampak positif dari kegiatan kontestasi Pilkada 2017.

Anda ingin Jakarta seperti apa?

Jakarta itu unik. Bukan hanya ibu kota, tapi juga pusat bisnis. Jadi merupakan kombinasi langka. Kita enggak bisa membandingkan Jakarta dengan New York, Singapura yang enggak punya soul kayak Bangkok, enggak punya kebudayaan kuat seperti Indonesia. Ini yang harus kita ramu. Jakarta is Jakarta. Infrastrukturnya harus kelas dunia karena kita akan masuk menjadi ekonomi nomor tujuh terbesar di dunia pada 2030.

Kalau tidak maju dalam Pilkada 2017?

Belum kepikiran sih. Tapi saya berusaha optimis ke depan. Saya juga enggak suka berandai-andai karena sebagai pebisnis saya dilatih untuk menyiapkan plan. Plan A, B. Saya Bismillah melangkah, nantinya gimana. Tapi saya yakin Allah akan kasih jalan kalau kita punya niat yang luhur. Karena semuanya dimulai dengan niat.

Sumber Referensi : CNN Indonesia


Kamis, 14 April 2016

Pilkada DKI, Pesan Prabowo untuk Sandiaga Uno

Sandiaga S Uno telah melakukan komunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, mengenai niatannya maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
Dia mengatakan, dalam pertemuannya dengan Ketua Umum Gerindra tersebut, ada beberapa hal yang harus dikedepankannya jika diberi amanah untuk berbakti kepada rakyat. 
 
"Pak Prabowo bilang, pokoknya Sandi (Sapaan akrab Sandiaga) selama kita jadi bagian solusi dari masyarakat, tebarkan kebaikan, kita selalu kedepankan apa yang diinginkan rakyat kecil khususnya," ujarnya, di Gelanggang Remaja, Jakarta Utara, Sabtu, 26 Maret 2016.
 
Sandi menuturkan, Prabowo juga memberikan semangat atas pencalonan dirinya maju sebagai calon gubernur dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 mendatang.
 
"Pak Prabowo memberikan semangat untuk lebih bekerja, untuk mendengarkan aspirasi rakyat yang betul-betul sekarang diinginkan. Saya melihat ini bulan pertama, masih ada 6 bulan kedepan, terus berkomunikasi dengan warga," tambahnya.
 
Mengenai rencana pembangunan Jakarta, menurut dia,saat ini masih dinikmati oleh kalangan lapisan masyarakat Jakarta kelas atas. Tentunya, pembangunan ini harus dirasakan oleh setiap lapisan warga.
 
"Seluruh warga Jakarta harus menjadi penikmat pembangunan Jakarta khususnya rakyat menengah Jakarta," katanya.

Sumber Referensi : Viva News