Tampilkan postingan dengan label ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahok. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

Sandi Uno: Semoga Ahok Jadi Menteri

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, mendoakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi salah satu menteri di Kabinet Kerja. Hal itu tentunya setelah masa jabatan Ahok sebagai orang nomor satu di Ibu Kota resmi berakhir.
"Mudah-mudahan di 2017 di akhir masa pemerintahan terakhir Pak Basuki, insya Allah. Dia berakhir dengan baik dan menjadi menteri," kata Sandiaga Uno di Recapital Building, Jalan Adityawarman Kavling 43, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).
Sandiaga menilai Ahok pantas menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Alasannya, karena Ahok telah berhasil menertibkan seluruh aparatur negara dengan semua kekuasaan yang dimiliki saat ini.
Sehingga, kata Sandiaga, lebih bagus jika mantan Bupati Belitung Timur itu bisa mereformasi seluruh aparatur di Indonesia, bukan hanya DKI Jakarta.
"Setuju banget jadi Menteri Aparatur Negara. (Pertama) dia berhasil menertibkan dengan kekuasan yang sangat kuat. Kedua, dia mereformasi para aparatur negara, tapi jangan hanya Jakarta, di seluruh Indonesia, dan positif buat bangsa ini. Itu serius lho," kata politikus Partai Gerindra tersebut.
Bagi Sandiaga, akan sangat disayang sekali jika Ahok tidak mendapat posisi dalam pemerintahan saat ini. "Kasihan kan kalau tidak menjabat lagi. Ini tokoh bagus lho untuk bangsa kita. Kita harus cari tempat untuk elemen-elemen yang bagus," sebutnya.
Namun sebelum berakhir kepemimpinan Ahok sebagai gubernur, Sandi menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus berbenah terlebih dahulu terkait laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memberikan opini wajar dengan pengecualian (WDP) menjadi wajar tanpa pengecualian (WTP) agar berakhir dengan baik.
"Sebelum berakhir semoga itu WTP. Saya doakan WTP, sehingga dia berakhir dengan baik dan menjadi menteri," pungkas Sandiaga Uno.

Sandi Uno Doakan Ahok agar Jadi Menteri Aparatur Negara

Politisi Gerindra yang juga berhasrat menjadi gubernur DKI, Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno, mendoakan agar Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diangkat menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara RI tahun depan.
Menurut Sandiaga, Ahok memiliki sistem yang tepat untuk mengatur seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di Provinsi DKI.
Sebelumnya, Sandiaga juga mendoakan agar sebelum pemerintahan Ahok selesai, status wajar dengan pengecualian untuk laporan keuangan Pemprov DKI yang diberikan oleh BPK menjadi wajar tanpa pengecualian.
"Mudah-mudahan pada 2017 pada akhir masa pemerintahan terakhir Pak Basuki, insya Allah mudah-mudahan itu WTP, saya doakan WTP sehingga dia (Ahok) berakhir dengan baik dan menjadi menteri," ujar Sandiaga saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).
Pernyataan itu, kata Sandiaga, bukan merupakan sindiran untuk Ahok. Sandiaga melihat kinerja Ahok untuk menertibkan SKPD yang ada di pemerintahan. Wajar rasanya jika jabatan tersebut diberikan kepada mantan Bupati Belitung Timur itu.
"Setuju banget (menjadi menteri aparatur negara). Dia berhasil menertibkan dengan kekuasan yang sangat kuat untuk mereformasi para aparatur negara, jadi jangan hanya Jakarta, tetapi di seluruh Indonesia, diperkenalkan dan positif buat bangsa ini, itu serius loh," kata Sandiaga.
"Kasihan kan kalau tidak menjabat lagi, ini tokoh bagus loh untuk bangsa kita. Kita harus cari tempat untuk elemen-elemen yang bagus seperti Pak Basuki," kata Sandiaga.
Doa Sandiaga itu sama persis dengan pernyataan musisi Ahmad Dhani yang beberapa waktu lalu sempat mendeklarasikan diri menjadi calon gubernur DKI. Menurut Dhani, melihat gaya kepemimpinan Ahok yang hanya fokus pada penggusuran, Ahok tidak pantas menjadi gubernur, tetapi menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara.

Senin, 30 Mei 2016

Sandi Uno Janji Teruskan Program Ahok Ini

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan curahan hati (curhat) petugas pemeliharaan prasarana dan sarana umum (PPSU) ketika blusukan di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/5). Mereka khawatir tidak akan mendapat perhatian jika Gubernur Basuki T Purnama diganti pejabat baru karena kalah di Pilkada 2017 mendatang. 

"Sekarang nasibnya enak, kesejahteraan PPSU meningkat. Tetapi enggak tahu kalau Ahok (Basuki) udah enggak menjabat bagaimana," ujar salah satu seorang PPSU bernama Dayat di‎ kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/5).

Bukan hanya soal kesejahteraan, mereka bahkan pesimistis PPSU bakal dipertahankan jika terjadi pergantian gubernur. "Kalau gubernurnya beda, ya kita enggak tahu nasibnya jadi bagaimana, soalnya mereka pasti punya peraturan juga," tutur Dayat.

Mendengarkan aspirasi tersebut Sandiaga mengatakan, PPSU adalah program yang bisa dibilang sukses karena manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, dia menilai tidak ada alasan untuk menghapusnya.

Dia pun tegaskan, seandainya terpilih nanti, akan menilai secara objektif program-program gubernur sekarang. Jika memang bermanfaat dan prorakyat, pasti akan dipertahankan. 
"Saya rasa program PPSU sangat baik dan akan diteruskan dan ditingkatkan. Bukan hanya jumlahnya, tapi juga pendapatannya," ujar Sandiaga.

Mengenai kesejahteraan para petugas yang beken dengan sebutan Pasukan Oranye ini, Sandiaga menilai perlu ada kajian yang mendalam. Sehingga imbalan yang diberikan setimpal dengan jerih payah dan jasa mereka.

"Saya mesti lihat dari segi kelayakan hidupnya, dan itu mesti dihitung dengan cermat dan mesti di-benchmark ke profesi serupa supaya bisa memberikan imbalan sesuai dengan jerih payah mereka. Untuk sementara, karena saat ini penyerapan tenaga kerja parah, ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan lapangan pekerjaan," tutup pengusaha ini.

Minggu, 15 Mei 2016

Jelang Ramadan, Sandiaga Uno: Kita Cooling Down Dulu

Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan memasuki bulan puasa, ia tidak mau terlalu sinis mengkritisi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Kita masuk bulan suci Ramadan, kita cooling down dulu yah. Saya enggak mau nanggepin apa yang Pak Ahok sampaikan, karena nanti akan tambah panas situasinya," kata Sandi di Meruya Utara, Jakarta Barat, Minggu (15/5/2016).
Sandi pun ogah menanggapi pernyataan Ahok yang nantinya berpotensi menjadi perang opini. Ia lebih menyarankan agar Pemprov DKI dan warganya mencari jalan tengah. "Biarkan cooling down dulu, saya tenang aja," sambungnya.
Terkait penggusuran, ia mengatakan bahwa warga yang ramai-ramai kembali ke Pasar Ikan, sedang menuntut haknya sebagai warga Jakarta. "Kalau saya lihat mereka di sana ada alasannya. Mereka di sana meminta hak mereka," tuturnya.
Seperti diketahui, warga akuarium, Jakarta Utara, yang ditertibkan oleh Pemprov DKI tetap bertahan dilahannya hingga hari ini, dan tenda untuk naungan berasal dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang merupakan partai Sandiaga.
Sumber Referensi : Okezone

Jumat, 13 Mei 2016

Sandi Mengkritik, Ahok menanggapi dengan Positif

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengimbau pihak pemilik Kafe Lucy In The Sky untuk tidak beroperasi sebelum memiliki peredam suara.
Kasus ini bermula dari adanya laporan warga apartemen Sudirman Mansion yang merasa terganggu dengan aktivitas di Kafe Lucy In The Sky, terutama perihal polusi suara yang mengganggu ketenangan warga.
“Kita soal kafe Lucy in the Sky sudah paksa dihentikan (operasi), kalau tidak pasang peredam tidak boleh,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).
Ahok menganggap dirinya tidak perlu meninjau langsung kafe Lucy In The Sky.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengkritisi Ahok terkait Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tak kunjung menengahi warga apartemen Sudirman Mansion di kawasan SCBD, Jakarta dengan kafe Lucy In The Sky.
Hal itu diutarakan Sandiaga melalui akun Instagram pribadinya, @sandiuno.
hebat, ini salah satu bukti bahwa era digital sangat membantu dalam hal komunikasi. Hal itu dapat kita lihat dari pemberitaan diatas, Sandi Uno yang menggunggah foto keluhan warga sudirman mansion yang merasa terganggu dengan kebisingan kafe “Lucy In The Sky”. memang sindiran ini tidak tertuju langsung kepada Petahana Basuki Thahja Poernama, tetapi dengan perasaan sensitif (mungkin) Ahok menanggapi aktif dengan menegur pihak kafe tersebut.
Disatu sisi inilah bentuk Komunikasi Politik yang efektif. 
Good Job Sandi Uno #TuntasIkhlas
Sumber Referensi : TribunNews

Jumat, 06 Mei 2016

Sandiaga Uno Ingin Bangun Stadion Termegah di Asia Tenggara

Sandiaga Uno, mengatakan, pihaknya akan mengkaji pembangunan Stadion internasional di Jakarta sekaligus memajukan klub sepak bola Persija jika terpilih menjadi DKI 1.
"Itu akan kami kaji, ada anak-anak muda yang ingin Persija lebih baik prestasinya dan dibangun Stadion Internasional. Itu yang kami tangkap," kata Sandiaga Uno saat berkunjung ke Pasar Poncol, Jakarta Pusat, Jumat (6/5/2016).
Sandiaga mengatakan akan berkonsultasi dengan Presiden Inter Milan, Erick Thohir, untuk membahas kemungkinan membangun Stadion baru di Jakarta yang pernah dijanjikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Pemprov DKI pernah berjanji membangun Stadion internasional. Kebetulan saya dekat dengan Erick Thohir, saya bilang saya akan konsultasi ke beliau," kata dia.
"Jadi jika saya amanah, kami akan cari lokasi dan bangun Stadion termegah di Asia Tenggara," jelas Sandiaga.
Sandiaga Uno merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI yang akan bersaing melawan Yusril Izha Mahendra dan Gubernur Petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)
Sumber Referensi : Wartakota TribunNews

Senin, 02 Mei 2016

Sandiaga Uno: Gaya Manajemen Saya dan Pak Ahok Berbeda

Fenomena mundurnya beberapa pejabat Pemprov DKI Jakarta di masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menimbulkan polemik di masyarakat. Pejabat DKI yang terakhir mengundurkan diri adalah Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi, yang kini menjadi staf di Badan Diklat DKI Jakarta. Melihat fenomena itu, bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan mempunyai cara tersendiri untuk menyelesaikan permasalahan antara atasan dengan bawahan.

"Gaya manajemen saya berbeda, gaya manajemen saya partisipatif, jadi saya meng-empower orang di sekitar saya," ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
Meskipun begitu, politikus Partai Gerindra ini tidak mempermasalahkan gaya kepemimpinan Ahok dalam memimpin DKI Jakarta.
"Pak Gubernur (Ahok) punya style sendiri, kita tentunya melihat, pada satu hari memang niat semuanya baik untuk membangun, kita butuh orang-orang baik untuk membangun Jakarta," jelas Sandiaga.

"Saya merasa susah banget dapet orang bagus, apalagi kompetisi dalam talenta-talenta yang baik itu susah didapat," tutur dia.Dia mengungkapkan, jika nanti terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, akan merangkul orang-orang baik yang ingin membangun Jakarta. Kendati ia mengakui, mencari orang baik di Jakarta bukan perkara mudah.
"Kalau gaya ke depan, mungkin saya akan rangkul dan sentuh hatinya. Kalau bisa tetap bersama-sama membangun Jakarta," tandas Sandi Uno.

Sumber Referensi : Liputan 6