Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI 2017. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2016

Sandi Uno: Warga Jakarta Butuh Pemimpin Baru

Calon Wakil Gubernur dari Politisi Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno mengklaim, bahwa 60% warga Jakarta menginginkan sosok pemimpin baru.
"Pasangan calon Anies-Sandi merupakan jabatan yang dirindukan oleh warga jakarta, 60 persen dari warga jakarta menginginkan pemimpin yang baru, oleh karena itu gerindra menangkap dan merasakan hal yang sama," kata Sandi, usai pendeklarasian Roemah Joean, Senin (26/9/2016) kemarin.
Menurut Sandi, warga Jakarta menginginkan kesejahteraan dapat kembali dengan membuka lapangan pekerjaan untuk warga.
"Bahwa warga jakarta menginginkan kesejahteraan bisa kembali, lapangan pekerjaan bisa dibuka, harga bahan baku dan biaya hidup yang bisa dijangkau," kata Sandi.
Sandi juga mengharapkan pada Pilkada DKI Jakarta 2017, demokrasi yang diajukan ialah demokrasi sejuk.
"Mereka juga ingin jakarta kedepannnya lebih harmonis, dan juga demokrasi yang diajukan adalah demokrasi yang sejuk, demokrasi yang tidak memecah belah masyarakat," katanya.
Menurutnya pasangan Anies-Sandi bukanlah duet politik, melainkan pasangan cagub dan cawagub yang siap bekerja.
"Seperti Anies dapat mensejahterakan bidang pendidikan dan saya menguasai bidang ekonomi dan infrastruktur, semoga dapat membawa jakarta lebih baik dan sejahtera," tutupnya.
Untuk diketahui, simpatisan dan kader partai Gerindra berkumpul resmi deklarasikan Roemah Joeang sebagai pos pemenangan pasangan calon Anies-Sandi di jalan Brawijaya IX, Jakarta Selatan. 

Senin, 12 September 2016

SandiUno, Suasana di Jajaran Pimpinan Partai "Koalisi Kekeluargaan" Tetap Sejuk


Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno angkat bicara mengenai "Koalisi Kekeluargaan" masih solid.

"Alhamdulilah sampai saat ini kita masih tetap bersatu, tentunya dinamika itu sangat lazim dalam politik," kata Sandiaga, usai shalat Idul Adha di Masjid Al Barkah, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2016).
Sandiaga mengatakan ia memahami reaksi dari para kader PPP dan PKB. Namun, ia menegaskan, langkah PKS itu bukan keputusan final di koalisi.
"Prosesnya masih berlangsung, bahwa keputusan akhir itu belum diambil. Keputusan akhir itu milik pimpinan partai koalisi," ujar Sandiaga.
Pria yang digadang-gadang sebagai pesaing bakal calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama, itu juga meyakinkan bahwa para pemimpin partai di koalisi masih memiliki komitmen untuk tetap bersatu.
"Dari pimpinan partai ini mereka masih sangat komit terhadap persatuan dan kekeluargaan," ujar Sandiaga.
Menurut Sandiaga, riak yang muncul menjelang pemilihan bakal calon wakil gubernur pendampingnya itu dinilainya hanya terjadi di media massa.
"Jadi alhamdulilah kita baca di medianya cukup ramai, tetapi di pimpinan partai sangat sejuk, menghargai, dan berbasis kekeluargaan," ujar Sandiaga.
Tak hanya soal munculnya Mardani, soliditas "Koalisi Kekeluargaan" juga diuji dengan wacana pembentukan poros baru yang dimunculkan pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra.
Yusril mengklaim, tiga partai akan mendeklarasikan dukungan kepadanya bersama Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
Adapun Saefullah juga pernah menyatakan cocok jika menjadi wakil Yusril. Sementara itu, Saefullah juga telah mengikuti fit and proper test bakal calon wakil gubernur yang digelar Gerindra.
Mengenai manuver Saefullah ini, Sandiaga menilai hal tersebut merupakan dinamika politik pilkada yang terjadi sekarang.
"Tentunya kita hargai dan apresiasi. Itu bagian dari dinamika (politik)," ujar Sandiaga.
Sandiaga mengaku menyampaikan pesan kepada Saefullah bahwa Saefullah yang paling unggul dibandingkan dua kandidat cawagub lain yang diusulkan untuk mendampinginya.
Dua kandidat tersebut adalah Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata Sylviana Murni dan Mardani Ali Sera.
Menurut Sandiaga, Saefullah telah menyampaikan kepadanya bahwa yang terjadi saat ini hanyalah dinamika politik.
"Beliau (Saefullah) sampaikan ini dinamika politik jadi mohon Pak Sandi dimengerti. Saya bilang mengerti sekali dan saya hargai," ujar Sandiaga.

Jumat, 29 Juli 2016

Sandi Uno Dinilai Bisa Jawab Dua Persoalan Besar DKI


Ketua tim penjaringan calon gubernur DKI Partai Gerindra Syarif mengatakan, sosok Sandiaga Uno dapat memberi solusi permasalahan yang ada di Jakarta.

Menurut Syarif, Sandiaga dapat menjawab dua permasalahan yang utama yakni harga bahan pokok dapat terjangkau dan ketersedian lapangan kerja.

"Kami memutuskan pak Sandiaga Uno maju sebagai Cagub DKI Jakarta karena dapat memberikan solusi dua permasalahan besar yakni harga bahan pokok terjangkau dan ketersedian lapangan kerja," ujar Syarif dalam diskusi dengan tema 'KTP Untuk Teman Parpol' di Jakarta, Sabtu (30/7/2016).

Lanjut Syarif, persoalan selain dua tersebut seperti membangun jembatan, membersihkan kali dan lain-lainnya tidak terlalu menjadi tugas prioritas seorang pemimpin Jakarta.

"Dua persoalan itu yang paling diinginkan oleh masyarakat," ungkapnya.

Sebelumnya, Partai Gerindra disebut sudah memantapkan pilihan mengenai siapa calon yang akan diusung dalam ajang pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengungkapkan, Sandiaga Uno merupakan sosok yang tepat dipilih partai berlambang kepala burung garuda itu.

Dia menjelaskan, hal itu termasuk dalam keputusan yang diambil di Rapat Koordinasi Nasional di Bogor, Jumat (29/7) ini. Taufik menjelaskan beberapa poin yang dilihat sebagai keunggulan Sandiaga dalam penilaian Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. “Iya benar (Sandiaga Uno diusung) Gerindra. Sudah (diputuskan) di Rakernas itu,” kata M Taufik saat dihubungi, Jumat (29/7/2016).

Prabowo Pilih Sandi Uno Jadi Cagub DKI dari Gerindra



Partai Gerindra memilih Sandiaga Uno menjadi kandidat calon gubernur DKI Jakarta dari partainya. Keputusan ini dihasilkan usai Prabowo Subianto mengangkat tangan Sandiaga di arena Rapat Kerja Nasional Gerindra di Hambalang, Jawa Barat.

Rakernas Partai Gerindra digelar di kediaman Prabowo, di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (29/7/2016). Proses terpilihnya Sandiaga diawali dari isyarat Prabowo.

"Setelah Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto selesai pidato, beliau turun dari mimbar dan mendekati Sandiaga Uno, mengacungkan lengan Sandiaga ke atas. Isyarat itu langsung ditangkap oleh peserta Rakernas," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Desmond Junaedi Mahesa kepada detikcom.

Akhirnya, peserta Rakernas memutuskan Sandiaga menjadi kandidat cagub DKI di Pemilu Gubernur DKI 2017. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu akan menantang kandidat cagub petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017.

"Kita hari ini sudah menentukan sikap. Kita mengusung Sandiaga Uno," kata Desmond.

Rabu, 20 Juli 2016

Kunjungi Glodok, Sandi Uno Menyinggung Masalah Angka Kemiskinan di DKI Jakarta

Peningkatan kesejahteraan terhadap pedagang dan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) menjadi salah satu fokus utama Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno, guna memperbaiki kondisi ekonomi di DKI Jakarta saat ini.
Hal itu diungkapkan Sandi, sekaligus menanggapi rilis Badan Pusat Provinsi (BPS) DKI Jakarta yang menyatakan bahwa, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta mengalami kenaikan sebesar 0,14 poin.‎ Artinya, terdapat peningkatan sebesar 15.630 orang atau meningkat 0,14 poin.
‎"Saya percaya dengan data, terutama survei yang dikeluarkan itu dari BPS. Tentunya, tanpa kebijakan yang jelas mengenai lapangan kerja, tingkat kemiskinan akan tetap meningkat," ujar Sandiaga saat‎ melakukan kunjungan di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Rabu (20/7/2016).
Ketika hendak mengunjungi Wihara Petak Sembilan, dirinya kerap menyapa para pedagang sekitar kawasan itu. Tanpa ragu, Sandi bersama rombongannya turut meminta restu dari tiap warga dan para pedagang yang berjualan.
Selain itu, ia juga menjumpai petugas PPSU‎ yang sedang bekerja. Dalam perjumpaan itu, beberapa PPSU yang sejatinya pekerja bentukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap ada perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan dimasa periode kepemimpinan baru 2017 mendatang.
Merespon keinginan para PPSU itu, ia berjanji tidak akan menghapus keberadaan petugas PPSU apabila ia terpilih menjadi gubernur nantinya.‎ Bahkan Sandi bilang, akan menambah jumlah dan kesejahteraan hidup pasukan oranye.
‎"Beberapa PPSU tadi berharap ada peningkatan kesejahteraan di kepemimpinan selanjutnya. Mereka ingin ada peningkatan dalam bidang pekerjaan, karena tak mau selamanya jadi PPSU. Karena itu, saya melihat pentingnya dalam memberikan pelatihan-pelatihan untuk ciptakan lapangan kerja baru.‎ Ini sekaligus memberdayakan SDM yang ada saat ini," terang dia.
Kawasan Glodok dan sekitarnya, pada nyatanya tak hanya dipadati usaha-usaha elektronik besar. Namun terdapat usaha kecil dan mikro seperti panganan, pasar dan pernak-pernik khas Tionghoa.
Sandi melihat, kekhawatiran warga Jakarta terutama masyarakat Glodok bahwa daerah ini belum bisa dioptimalkan. "Saya sudah kebayang bahwa ke depannya, saya ingin ekonominya berkembang, diangkat kearifan lokalnya," ujar dia.

Sandi Uno "Tapak Tilas" Jokowi


Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno , Rabu (20/7/2016), makan siang di Warteg Bu Haji Juna usai menunaikan shalat dzuhur di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Sandiaga mengatakan kegiatan ini merupakan tapak tilas perjalanan Joko Widodo atau Jokowi saat akan menjadi gubernur DKI hingga kini menjadi presiden.

"Ini napak tilas (Jokowi). Saya percaya dengan kekuatan doa. Salah satunya doa dari Bu Haji, apalagi doa saat hujan," kata Sandiaga.
Sambil menyantap makan siang bersama istrinya, Sandiaga menanyakan usaha Bu Haji Juna yang telah berdiri sejak 1950. Meski bermodalkan tenda dan meja seadanya, Bu Haji Juna sudah cukup puas dengan usahanya.
Tinggal empat kali angsuran lagi, seluruh pinjaman modal usaha di Bank DKI akan lunas. Bu Haji Juna dengan bangga menceritakan Presiden Joko Widodo juga pernah makan di wartegnya, bahkan pernah memanggilnya ke Istana setelah Jokowi jadi presiden.
Beberapa tokoh ternama lain juga pernah ke warungnya, antara lain mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron, Anas Urbaningrum, dan Try Sutrisno.
"Ya insya Allah semoga sukses, semoga dikasih kemudahan. Kalau jadi gubernur jangan lupa, seperti Pak Jokowi yang sudah jadi presiden sekarang," kata Bu Hajah Juna.
Sebelum ke Masjid Sunda Kelapa, Sandiaga juga menapak tilas ke Kedai Pangkas Ko Tang di Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat. Agar berhoki, Sandiaga mencukur rambutnya di sana seperti Presiden Joko Widodo.
Rambut Sandi dicukur oleh Koh Picis yang telah dua kali mencukur Presiden Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.
"Tadi kebetulan saja disuruh potong di sana biar hoki," kata Sandiaga.
Beberapa bulan sebelumnya, Sandiaga juga pernah mengunjungi Makam Pangeran Jayakarta, seperti Jokowi saat menjadi calon gubernur DKI Jakarta, dengan harapan sukses seperti Jokowi.
Sandiaga bersama Yusril Ihza Mahendra dan Sjafrie Sjamsoeddin saat ini merupakan tiga bakal calon gubernur Jakarta dari Partai Gerindra dalam Pilkada DKI Jakarta tahun depan. Akhir Juli ini, Gerindra rencananya akan mengumumkan siapa calon gubernur yang mereka usung  setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memberikan keputusannya. 

Senin, 18 Juli 2016

Sandi Uno Sarankan Warga Gunakan TransJakarta


Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno berkunjung ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu. Bersama masyarakat, politisi Partai Gerindra itu menggelar kegiatan bersih-bersih.

Menggunakan Bus TransJakarta dari terminal Blok M, Sandi menyisiri jalan protokol ibu kota menuju kawasan bersejarah peninggalan kolonial Belanda.
Dalam kesempatan itu, dirinya mengaku sudah pernah menumpang TransJakarta atau Busway, moda transportasi yang diperkenalkan era Gubernur DKI Sutiyoso.
"Saya pernah naik waktu zaman pak Sutiyoso,” kata Sandi kepada wartawan dalam perjalanan menuju kawasan Kota Tua. Dalam kesempatan itu, dirinya mengaku sudah pernah menumpang TransJakarta atau Busway, moda transportasi yang diperkenalkan era Gubernur DKI Sutiyoso.
Menurutnya, sejak pertama kali mencoba Bus TransJakarta, kini moda trannsportasi itu sudah banyak mengalami kemajuan. Mulai dari fasilitas hingga koridor jalur yang lebih terintegrasi.
Sandi menilai, dengan banyaknya wilayah yang terintegrasi dengan jalur TransJakarta, ke depan kemacetan di ibu kota bisa diminimalisir. Dia juga merekomendasikan warga Jakarta untuk setia menggunakan moda transportasi itu.
“Saya merekomendasikan TransJakarta untuk warga Jakarta, untuk menanggulangi kemacetan,” jelas pria kelahiran Pekanbaru 47 tahun lalu tersebut.

Sabtu, 16 Juli 2016

Sandi Uno Beberkan Insting Politik Prabowo


Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki insting politik positif terhadap dirinya dalam kontestasi pilkada serentak 2017.
"Saya awalnya tidak yakin juga maju. Tapi saya ingat percakapan awal saya dengan pak Prabowo, beliau bilang insting politiknya sama dengan insting politik tahun 2012 ketika beliau memutuskan mendukung pak Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," ujar Sandiaga Uno di Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Pada 2012, Gerindra bersama dengan PDI Perjuangan bersama-sama mengusung Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kala itu Jokowi dan Ahok terpilih memimpin ibu kota.
Sandiaga mengaku selama enam bulan terakhir diminta Prabowo untuk terus melebarkan sayap relawan dengan cara turun ke konstituen. Sebagai wujud ikhtiar dan loyalitas terhadap partai, Sandiaga mengaku telah terjun menyapa konstituen di 240 kelurahan dari total 267 kelurahan yang ada di seluruh DKI Jakarta.
Sementara itu sejauh ini Gerindra telah mengerucutkan tiga nama yang berpeluang diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dalam pilkada serentak 2017 yakni Sandiaga Uno, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin serta pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.
Sandiaga mengaku akan patuh terhadap apapun keputusan Prabowo Subianto nantinya. Dia meyakini segala ikhtiar yang dilakukannya selama ini tidak akan sia-sia sekalipun tidak dipilih Gerindra sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Sandiaga juga menyampaikan bahwa pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta bukan lah harga mati. Terbuka kemungkinan dirinya diusung sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta oleh Gerindra. "Mandat saya memang untuk DKI satu, tapi realita seperti apa itu biar pimpinan partai yang menentukan. Saya siap, nomor satu bukan harga mati," ujarnya.

Jumat, 01 Juli 2016

Hasil Survey Publik Mengejar Ahok, Tim Sandi Uno Bersyukur

Tim kampanye Sandiaga Uno bersyukur dan menyampaikan suka cita, karena berbagai hasil survey independen yang dilakukan memperlihatkan hasil yang menggembirakan.
“Hampir semua survey memperlihatkan hasil yang baik dan Sandi Uno menempati posisi kedua setelah pertahana, Gubernur Basuki. Kami bersyukur,” kata Penanggungjawab Tim Kampanye Sandi Uno Panji Gunardi, didampingi Sandi Uno Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo, di Jakarta, Jumat (1/7/2016).
Seperti diketahui, survey terbaru dari lembaga Indonesia Lima juga menempatkan nama Sandi Uno sebagai salah satu nama yang mendominasi kandidat Calon Gubernur Jakarta. Urut-urutannya adalah Basuki (53%), Sandi Uno (22%), Yusril Izha Mahendra (15%), dan Jarot Saiful Hidayat (5%).
“Trend popularitas dan elektabilitas Sandi Uno dari waktu ke waktu juga meningkat secara signifikan. Bahkan melampai perkiraan kami,” kata Panji.
Menurut Panji, dalam perjalanan blusukan dan menyapa warga serta mendengarkan curhat warga selama 3 bulan lebih ternyata banyak yang manaruh harapan kepada Sandi Uno untuk membawa perubahan yang lebih baik.
“Umumnya warga berharap Sandi Uno bisa menjaga stabilitas harga bahan pokok. Selain itu juga bisa mengatasi solusi pengangguran dan menekan tingkat kriminalitas,” kata Panji.
Sebelumnya lembaga survey SPIN (Survey & Polling Indonesia) juga menempatkan Sandi Uno di posisi yang baik setelah Gubernur Basuki, dengan urutan Basuki (34,1 %) seperti Sandiaga Uno (15,2 %), Yusril Ihza Mahendra (14,7%), Adhyaksa Dault (11, 2%), Abraham Lunggana (10,7 %), Safrie Syamsuddin (9,5%) dan Husnaeni Moein (4,6 persen). Demikian juga dengan hasil survey beberapa lembaga.

Kamis, 30 Juni 2016

Rahasia Hidup Bahagia ala Pasangan Sandi Uno dan Nur Asia

Pasangan Sandiaga Uno dan Nur Asia senantiasa memandang penting arti suatu kebahagiaan. Tidak hanya untuk diri sendri, namun juga untuk orang lain. Di tengah-tengah kesibukan, pasangan suami istri ini memberikan rahasia kebahagiaan.
“Kunci pertama adalah bersyukur kepada Allah Swt atas semua nikmat dan ujian yang diberikan. Kami berdua yakin segala sesuatu yang terjadi sudah ada yang mengatur. Tugas kita ya tinggal menjalani sebaik-baiknya,” tutur pria berkacamata ini, di Jakarta, Rabu (2/3).
Sandi dan Nur pernah mengalami masa-masa sulit. Ketika Sandi harus menerima nasib terkena PHK pada 1997, sedangkan pada saat itu mereka baru saja mempunyai bayi kecil anak pertama mereka.
Lalu, Sandi banting stir menjadi konsultan keuangan. Dan, hingga sekarang ini berhasil membangun bisnisnya yang memperkerjakan sekitar 50 ribu karyawan.
Kunci kedua rahasia kebahagiaan pasangan ini adalah menjaga kesehatan. Ini adalah nilai yang dianut oleh mereka berdua. Keduanya pun sering melakukan aktivitas olahraga lari bersama-sama.
“Kalau badan kita sehat kita kan tidak ngerepotin orang lain. Semua bisa kita lakukan sendiri,” ujar Sandi, panggilan akrab Sandiaga.
Sementara Nur Asia, dirinya punya tugas khusus. Selain berolahraga, Nur juga selalu memperhatikan makanan yang disiapkan untuk keluarga. Ibu dari tiga anak — Anneesha Atheera Uno, Sulaiman Saladdin Uno, Amyra Atheefa Uno, ini sangat perhatian sekali dengan asupan gizi dari makanan yang dikonsumsinya.
“Saya sangat concern sekali dengan makanan untuk keluarga. Kalau sayur dan buah ya beli yang fresh di pasar Santa. Selain olahraga, asupan makanan sehat juga sangat penting,” kata Nur menambahkan.
Kunci rahasia ketiga yang membuat pasangan ini selalu hidup bahagia, yaitu berbagi kepada sesama. Jika kita mendapatkan kelebihan rezeki, jangan pernah lupa untuk berbagi kepada yang membutuhkan. Sandi Uno dan Nur Asia pun mempunyai segudang kegiatan sosial.
Lewat kegiatan ‘Berlari Untuk Berbagi’, Sandi yang lahir 28 Juni 1969 di Rumbai, Pekanbaru, ini melakukan kegiatan amal melalui hobinya berlari marathon. Sudah tidak terhitung yayasan sosial dan komunitas yang sudah dibantunya.
Dan, lewat Indonesia Setara dan Mien R Uno Foundation, Sandi juga menyalurkan passionnya membina dan mendidik para pelau usaha mikro dan pengusaha pemula. “Hal ini bertujuan supaya para pemuda Indonesia kelak dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, buka justru mencari kerja,” kata Sandi yang maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017 yang diusung dari Partai Gerindra ini.
Sedangkan Nur Asia, aktif di kegiatan YAMSA (Yayasan Abang Mpok Sayang Anak), yayasan yang peduli dan fokus pada pendidikan dan tumbuh kembang anak di usia dini. 

Senin, 27 Juni 2016

Ini Cara Tetap Bugar Saat Puasa Ala Sandi Uno

Berpuasa membuat Pengusaha Muda dan Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno  harus pintar menjaga kebugaran, apalagi kegiatannya meningkat karena ia akan mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.


"Kita harus jaga asupan makanan, yang paling penting air," kata Sandiaga saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah saat sahur dan berbuka puasa serta memastikan dirinya minum 3 liter air per hari, jumlah yang juga ia konsumsi selain di bulan Ramadhan.

"Saya kurangi minuman yang mengandung gula," kata dia.

Selain menjaga asupan makanan, olahraga pun tidak ia tinggalkan selama berpuasa terutama di pagi hari.

Laki-laki berusia 46 yang hobi lari ini mengaku ia hanya mengganti jadwal berolahraga dan mengurangi porsi selama bulan Ramadhan.

Bila pada hari-hari biasa ia bisa lari hingga 10 kilometer, ia menguranginya menjadi 7 kilometer selama Ramadhan.

Ia memilih berlari setelah subuh atau siang hari karena akhir-akhir ini jadwal berbuka bersama padat.

"Haus sih, tapi nggak apa-apa," kata dia dan tertawa.

Menuju DKI 1: Sandi Uno Diklaim Paling Layak Diusung Gerindra

Ketua Tim Penjaringan‎ Bakal Calon Gubernur (Balongub) DPD Gerindra DKI, Syarif, mengungkapkan bahwa, sosok Sandiaga Salahudin Uno sangat layak untuk memimpin DKI Jakarta.
Bahkan ia mengungkapkan, Sandiaga sudah hampir dipastikan diusung oleh Partai Gerindra untuk bertarung memperebutkan kursi DKI 1‎.
Syarif menyatakan, hingga kini‎ Sandiaga kerap aktif dalam mensosialisasikan diri. Ia sekaligus mengapresiasi langkah Sandiaga untuk terus gencar bersosialisasi di masyarakat.
"Dia (Sandiaga) sempat cerita sama saya mengenai berbagai kegiatan sosialisasinya. Bahkan, dia berniat untuk semakin gencar dalam mensosialisasikan diri. Dari target awal 180 titik wilayah di Jakarta, menjadi 267‎ titik. Bagaimanapun dari upaya tersebut jadi pertimbangan dan penilaian partai kan," ujar Syarif seusai melakukan reses di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, kemarin.
‎Adapun tiga nama yaitu Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsoedin, dan Yusril Ihza Mahendra telah diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. Dirinya mengatakan, hingga kini hanya Sandiaga yang terlihat aktif terjun ke masyarakat.
"‎Calon yang lain ga terlalu kelihatan aktifnya ya. Saya lihat hanya Sandiaga yang aktif ke masyarakat," terang dia.
Kendati begitu, kata Syarif, keputusan tetap berada di DPP Gerindra. Namun, Syarif meyakini nama Sandiaga Uno yang akan ditetapkan oleh Partai Gerindra untuk bertarung di Pilkada 2017 mendatang.
"Sejauh ini melihat upayanya‎, saya rasa Sandiaga yang akan ditetapkan partai untuk maju di Pilkada nanti. Karena, dia memang pantas diberi kesempatan untuk maju," ungkap dia.
Keputusan tersebut, lanjut Sekretaris Komisi A DPRD DKI ini, diperkirakan akan diumumkan pasca lebaran. "Habis lebaran mungkin. Mudah-mudahan sebelum bulan Agustus sudah keluar," tukasnya‎.

Sabtu, 25 Juni 2016

Silaturahmi dengan Warga Tambora, Sandi Uno Dicurhati Guru Honorer


Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama dengan warga yang tergabung dalam Komunitas Tetap Pendukung Sandi Uno di Masjid Baitul Khair, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (24/6).

Dalam silaturahmi tersebut, pria yang akrab disapa Sandi Uno tersebut memaparkan sejumlah visi-mjsinya dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

"Belakangan ini harga bahan pokok cenderung naik. Sepertinya pemerintah gagal dalam mengendalikan harga bahan pokok tersebut," ujar Sandi.

Silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan warga untuk berkeluh kesah kepada Sandi. Salah satunya Darmayanti, guru honorer sekolah swasta yang merasa dianaktirikan dengan guru-guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

"Setifikasi jangan dihilangkan. Kita merasa dianaktirikan dengan guru PNS. Selama ini guru PNS yang diutamakan. Kalau sertifikasi dihilangkan akan menyulitkan guru swasta," keluhnya.

Menanggapi hal itu, kader Partai Gerindra itu mengatakan, dirinya saat ini punya kesamaan visi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengenai status guru honorer.

"Memang guru honorer harus disamakan, jangan dianaktirikan dengan guru PNS," ujarnya.

Jumat, 24 Juni 2016

Sandi Uno Kecewa Bus TransJakarta Yang Bobrok dan Tidak Layak Tetapi Masih Beroperasi

Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno mengeluhkan masih beroperasinya bus Tranjakarta yang tidak laik jalan alias bobrok. Apabila kondisi ini dibiarkan berpotensi membahayakan penumpang.


Berdasarkan pengamatan politisi Partai Gerindra ini, bus Transjakarta bobrok antara lain melayani koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dan koridor VII (Kampung Melayu-Kampung Rambutan).



"Katanya APBD DKI sangat besar. Kok bus-bus tidak laik masih dipaksakan mengangkut penumpang. Nanti kalau kecelakaan atau terbakar, jelas penumpang yang dirugikan," kata Sandiaga, Jumat (24/6).



Menurut Sandiaga, memperbanyak armada bus Transjakarta serta feeder merupakan salah satu upaya jitu mengurangi beban kemacetan di ibukota.‎


Kamis, 23 Juni 2016

Prabowo: Sandi Uno Termasuk Putra Terbaik Gerindra

Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi muda Indonesia Sandi Uno, Pertarungan memperebutkan kursi DKI Jakarta I masih menarik untuk disimak. Salah satu partai yang disorot sepak terjangnya dalam Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017 mendatang adalah Gerindra.
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan proses pencalonan itu bermula dari tingkat bawah seperti DPD DKI, dan kemudian diputuskan bersama dengan Dewan Pembina.
“Nanti saya tunggu mereka, tiga nama, dari Jakarta,” kata Prabowo ketika ditemui di acara buka bersama Fraksi Gerindra, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu 22 Juni 2016.
Sementara itu, mengenai nama-nama yang tengah digodok di DPD DKI itu, Prabowo menyarankan, agar hal itu ditanyakan langsung kepada Ketua DPD DKI.
Kemudian, terkait apakah salah satu nama kuat itu adalah Sandiaga Uno, Prabowo tidak menjawabnya secara langsung. Dia hanya memuji kapasitas Sandiaga.
“Ini kan (proses) sedang berjalan. Yang jelas Pak Sandi Uno adalah salah satu putra terbaik dari Indonesia dan putra terbaik dari Gerindra,” kata Prabowo.

Senin, 20 Juni 2016

Sandiaga Uno Beri Saran Agar Gubernur Harus Lebih Bijak

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, telah mendapat dukungan Partai Golkar untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017. Menanggapi hal tersebut, Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno, mengatakan bahwa dia telah memprediksi hal tersebut sejak awal maju sebagai bakal calon gubernur.
"Seperti yang sudah saya sampaikan selamat kepada Pak Basuki, kami sudah meyakini dan itu sebenarnya sudah terprediksi dari awal bahwa Pak Basuki akan memilih jalur partai," katanya, di Kantor DPW PKB, Jalan Pramuka, Senin, 20 Juni 2016.
Namun, dia optimistis dapat memenangkan hati rakyat. Dengan program-program yang akan dicanangkan, dia merasa dapat bersaing dengan Ahok, sapaan akrab Basuki.
"Kita tetap harus memiliki program yang dikenal masyarakat, yang merakyat. Kemudian PR kita bagaimana meyakinkan para pemilih untuk mendukung calon pemerintahan yang betul-betul bersih dan jujur, serta berpihak pada rakyat kecil," kata Sandiaga.
Jika dia terpilih sebagai calon gubernur nantinya, maka pemerintahan yang ingin dia bentuk bukan pemerintahan yang penuh pretensi, sehingga akan membawa angin segar bagi Ibu Kota. 
Selain itu, dia juga ingin fokus untuk menstabilkan harga pasar, agar rakyat kecil tidak merasa terbebani. Walaupun begitu, dia memberikan saran kepada Ahok agar kiranya bisa bijak dalam mengambil keputusan.

Sandi Uno: Kehidupan Warga DKI Seperti Pisau

Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno men‎gibaratkan, kehidupan masyarakat ibukota saat ini seperti pisau yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Hal itu, katanya, didapat setelah melakukan blusukan guna menyerap aspirasi warga DKI.‎ Untuk itu, jika terpilih sebagai orang nomor satu di ibukota ia berjanji akan memperjuangkan setiap aspirasi guna menyejahterakan warga DKI.

"‎Sekarang ini kehidupan masyarakat seperti pisau tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Yang kaya makin kaya dan miskin makin miskin. Saya telah melakukan blusukan dan ini yang harus kita tangkap. Tenggang waktu enam bulan ke depan dan saya akan teruskan perjuangan ini," katanya, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/6).

‎Sandiaga mengatakan, dirinya tetap akan memperjuangkan ekonomi yang berbasis kerakyatan apabila tidak diusung oleh Partai Gerindra. Baginya, menyejahterakan rakyat tidak mesti mengemban jabatan struktural di pemerintahan.

"‎Seandainya saya disuruh parkir sama partai Gerindra, saya tetap akan perjuangkan data yang saya punya ini. Sebagai ekonomi yang masuk 16 di dunia masak masih ada warga Jakarta yang betul-betul masih memperhatinkan," pungkasnya.

Sandi Uno Seperti Langkah Jokowi Sering Blusukan Dengan Warga

Sudah 132 hari keliling Jakarta memperkenalkan diri sebagai bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno. Selama itu pula, survei popularitas dan elektabilitas terus merangkak naik.
Survei internal terhadap elektabilitas Sandi menyebut pada bulan Januari, elektabilitasnya masih nol. Namun, tiap bulan angka elektabilitas ini meningkat secara signifikan hingga terakhir pada Mei kemarin, elektabilitas Sandiaga menyentuh angka 7.
Jika dibandingkan dengan petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tentu angka ini sangat jauh.
Survei yang dilakukan pada awal Juni oleh Manilka Research and Consulting menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok mencapai 49,3 persen, jauh di atas Sandiaga yang hanya 2,5 persen.
Namun, tetap saja pencapaian ini layak diperhitungkan. Dengan latar belakang sebagai pengusaha, tak mudah memperebutkan panggung politik dengan pejabat dan tokoh lain.
Cara yang dipilih Sandi untuk mendongkrak elektabilitas pun tak sulit. Ia meniru Joko Widodo yang memenangkan Jakarta pada 2012 silam dengan elektabilitas awal yang rendah. Yaitu blusukan dari kampung ke kampung.
"Untuk dapat memahami secara nyata permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Jakarta, pemimpin harus terjun langsung dan mendekatkan diri dengan warganya."
"Blusukan, yang dipopulerkan oleh Presiden Jokowi, merupakan metode yang paling efektif dalam menangkap dan memahami permasalahan warga sehari-hari," kata Sandiaga di Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).
Tercatat sejak memulai sosialisasi pada Februari lalu, Sandiaga telah mengunjungi 105 dari 269 kelurahan di Jakarta. Jumlah ini terus bertambah dengan target menyelesaikan 269 kelurahan sebelum Gerindra mengumumkan bakal calon terpilih yang akan diusung.
Terhitung, Sandiaga dalam waktu sehari bisa mengunjungi tujuh titik sekaligus. Fokus daerah pemilihannya pun terpetakan dengan baik. Sandiaga menyambangi daerah pemenangan Jokowi-Ahok untuk membidik pendukung Ahok yang menurutnya mulai ragu.
Jabatannya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) juga mendorong Sandi untuk mengunjungi pasar-pasar tradisional dan menyapa para pedagang.
Kemudian melalui Setara Foundation, Sandiaga mengadakan pelatihan bagi para pedagang UMKM di kampung-kampung. Pengalaman Sandiaga di dunia usaha menjadi nilai jual terbesarnya.
Alih-alih membicarakan masalah akut Jakarta seperti banjir, macet, dan sampah, Sandiaga lebih banyak menekankan pada masalah kesejahteraan seperti harga bahan pokok dan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Sandiaga selalu membanggakan pengalamannya mendirikan perusahan dari tiga karyawan hingga kini mempekerjakan 50.000 karyawan. Begitu pula dengan harga bahan pokok.
Sandiaga mengaku paham betul permasalahan selama ini adalah rantai distribusi dan kurangnya pasokan.
"Ke depan, Insya Allah kalau saya diberi amanah sebagai gubernur, harga bahan pokok bisa terkendali dan terjangkau," ujarnya.
Selain blusukan, memasang iklan di televisi dan mengembangkan basis relawan juga menjadi cara Sandiaga meningkatkan popularitas. Sandiaga kini memiliki 20 relawan di berbagai daerah di Jakarta yang bertugas mensosialisasikan visi dan misinya.
Pesan terakhir Prabowo ke Sandiaga adalah memperbanyak relawan. Bagi Sandiaga, apa yang dilakukannya sudah tepat sesuai keinginan Prabowo. Ia pun optimistis tak lama lagi namanyalah yang akan diumumkan oleh Gerindra sebagai calon yang akan diusung dalam Pilkada DKI.
"Pak Prabowo akan memilih yang dekat dengan rakyat."

Kamis, 16 Juni 2016

Survei Sandi Uno, 58,3 Persen Warga Kecewa pada Kemacetan

Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno mengaku telah membuat survei internal untuk mengukur tingkat kepuasan warga atas kinerja aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Sebanyak 58,3 persen warga kecewa dengan janji menyelesaikan kemacetan pada 2017," kata Sandi saat mengunjungi kantor Tempo, Kamis, 16 Juni 2016.

Menurut Sandi Uno, sebagian besar warga Jakarta ingin masalah kemacetan menjadi program prioritas utama pemerintah. Mereka berharap janji perbaikan diutamakan. Dari jumlah itu, 62,5 persen warga Jakarta kecewa terhadap kinerja penanganan kemacetan dan 15,2 persen sangat kecewa.

Selain itu, isu yang menjadi keluhan warga Jakarta adalah soal pengendalian harga kebutuhan bahan pokok. Menurut dia, permasalahan lonjakan harga kebutuhan bahan pokok sudah bisa diprediksi tiga bulan lalu. "Saya sudah ingatkan ini ke Pak Djarot dan Pak Ahok," ujarnya.

Sandi Uno mengatakan 54,8 persen masyarakat merasa kinerja pemerintah DKI Jakarta terkait penanganan lonjakan harga bahan pokok makin buruk. Sebanyak 29,9 persen lainnya menyebut tidak berubah dan 13,6 persen mengatakan makin membaik.

Sebanyak 40,6 persen warga Jakarta juga kecewa dengan penyediaan lapangan kerja, 33 persen lainnya menyebut penanganan tidak berubah, dan 21 persen kinerja makin membaik. "Masyarakat juga lebih mengutamakan pemimpin Jakarta yang jujur dan bersih."

Sandiaga mengklaim saat ini elektabilitasnya telah mencapai 64 persen. Dalam waktu tiga bulan ini, dia menggenjot blusukan di ratusan kawasan di Jakarta. Dia mengaku telah mengunjungi sedikitnya 105 kelurahan. Kunjungan dilakukan karena, menurut dia, 81,4 persen warga Jakarta lebih suka pemimpin yang melakukan blusukan.

Pada Mei lalu, elektabilitas Sandi Uno tercatat di Myriad Survey mencapai 7 persen. Hal ini mengalami peningkatan dibanding survei Cirus SG pada April sebanyak 3,8 persen, dari Polmark pada Februari 0,3 persen, dan pada Januari masih nol persen. "Saat ini 50 persen pemilih telah mengenal dan merasa Sandiaga pantas menjadi gubernur," ucapnya.

Selasa, 14 Juni 2016

Sandi Uno, Pengusaha Besar yang Lahir Dari "Kecelakaan"

Mungkin saat ini nama Sandiaga Uno (46) cukup sering mampir di telinga anda. Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno awalnya bukan tokoh yang sejak awal besar di dunia politik. Sandi justru besar dalam dunia bisnis sebagai salah satu pengusaha muda paling brilian semenjak 1 dekade yang lampau.
Pemilik nama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno ini lahir di Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau pada 28 Juni 1969.
Kemudian, pada tahun 1993 ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994). Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 Dollar AS per bulan. Namun, krisis moneter  sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan  tempatnya bekerja bangkrut. Sandiaga muda adalah lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude. Sandiaga yang baru lulus lantas mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.
Sandi pun terpaksa menelan pil pahit dan pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran. Meskipun demikian, karena kejadian tersebut, Sandi Uno kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha.
“Saya memang tidak punya kemewahan untuk memilih jalan hidup sebagai pengusaha. Saya jadi pengusaha itu karena murni kecelakaan. Karena kondisi ekonomi waktu itu sangat terpuruk, saya tahu tidak mungkin diterima bekerja ditempat lain. Saya dipaksa merubah cara berpikir saya menjadi seorang pengusaha. Alhamdulillah, ternyata ini memang jalan yang Allah tunjukkan,” kata Sandiaga dalam wawancara khusus dengan Suara.com, di Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Awal karis bisnis Sandi dimulai pada tahun 1997 saat mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors  bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani (kini menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin). 
Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.
Berbekal jejaring  yang bagus dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandiaga sukses menjalankan bisnis  tersebut. Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan. 
Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali , antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional  (BTPN), dan PT Astra Microtronics.
“Bidang usaha saya akhirnya berkembang ke keuangan, sumber daya alam, barang-barang konsumsi, dan infrastruktur,” tambah Sandiaga.
Sandiaga tak cuma sibuk berbisnis, ia juga sangat aktif berkecimpung di organisasi yang berhubungan dengan dunia usaha. Bahkan pada periode 2005-2008, Sandiaga terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Kini di era kepengurusan Rosan sebagai Ketua Umum Kadin, Sandiaga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif.
Sandiaga pernah dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta Dollar AS.  Sementara, pada 2008 ia juga pernah dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset 245 juta Dollar AS. Pada 2009 Sandiaga masuk sebagai pendatang baru dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Majalah tersebut menuliskan Sandi memiliki kekayaan sebesar 400 juta Dolar AS dan berada di peringkat 29.
Walau demikian, Sandiaga tak menganggap berbagai predikat diatas sebagai prestasi utama sebagai pengusaha. Menurutnya, itu hanyalah bentuk penghargaan komunitas dunia usaha terhadap kiprah dirinya sebagai pengusaha. “Bagi saya itu justru menjadi motivasi bagi saya bagaimana lebih baik dalam menciptakan lapangan kerja dan memajukan ekonomi Indonesia agar lebih baik,” tambah Sandiaga.
Kiprah Sandiaga dalam dunia bisnis tidak main-main. Ia tercatat duduk sebagai anggota Dewan Direksi di beberapa perusahaan. Mulai dari PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, Interra Resources Limited, PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK.
Sandiaga juga tercata sebagai pemilik 51 persen saham Mandala Airlines pada Mei 2011.
Namun sejak 16 April 2015, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai salah satu direktur PT Adaro Energy Tbk.  Tak Cuma itu, pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk pada 10 Juni 2015, ia resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
Ia melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan tersebut karena ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Posisinya di Saratoga digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya dan cucu dari pendiri Astra International William Soeryadjaya. 
“Saya akhirnya memang memilih fokus dalam dunia politik dan meninggalkan dunia usaha. Karena saya yakin kita tidak bisa hidup di dua alam politik dan ekonomi sekaligus. Kalau dipaksakan, akan banyak benturan kepentingan. Saya mundur dari 18 posisi Direksi di berbagai perusahaan,” tambah Sandiaga.
Menurutnya, keputusan terjun total ke dunia politik karena ingin memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat. Walaupun sebagai pengusaha juga bisa memberikan dampak luas kepada masyarakat, namun ajakan politik dari Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto mengajak agar membangun ekonomi nasional yang berpihak rakyat kecil serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Ini memang tugas yang berat, semoga saya bisa melaksanakannya,” tutup Sandiaga.