Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

Hasil Survey Publik Mengejar Ahok, Tim Sandi Uno Bersyukur

Tim kampanye Sandiaga Uno bersyukur dan menyampaikan suka cita, karena berbagai hasil survey independen yang dilakukan memperlihatkan hasil yang menggembirakan.
“Hampir semua survey memperlihatkan hasil yang baik dan Sandi Uno menempati posisi kedua setelah pertahana, Gubernur Basuki. Kami bersyukur,” kata Penanggungjawab Tim Kampanye Sandi Uno Panji Gunardi, didampingi Sandi Uno Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo, di Jakarta, Jumat (1/7/2016).
Seperti diketahui, survey terbaru dari lembaga Indonesia Lima juga menempatkan nama Sandi Uno sebagai salah satu nama yang mendominasi kandidat Calon Gubernur Jakarta. Urut-urutannya adalah Basuki (53%), Sandi Uno (22%), Yusril Izha Mahendra (15%), dan Jarot Saiful Hidayat (5%).
“Trend popularitas dan elektabilitas Sandi Uno dari waktu ke waktu juga meningkat secara signifikan. Bahkan melampai perkiraan kami,” kata Panji.
Menurut Panji, dalam perjalanan blusukan dan menyapa warga serta mendengarkan curhat warga selama 3 bulan lebih ternyata banyak yang manaruh harapan kepada Sandi Uno untuk membawa perubahan yang lebih baik.
“Umumnya warga berharap Sandi Uno bisa menjaga stabilitas harga bahan pokok. Selain itu juga bisa mengatasi solusi pengangguran dan menekan tingkat kriminalitas,” kata Panji.
Sebelumnya lembaga survey SPIN (Survey & Polling Indonesia) juga menempatkan Sandi Uno di posisi yang baik setelah Gubernur Basuki, dengan urutan Basuki (34,1 %) seperti Sandiaga Uno (15,2 %), Yusril Ihza Mahendra (14,7%), Adhyaksa Dault (11, 2%), Abraham Lunggana (10,7 %), Safrie Syamsuddin (9,5%) dan Husnaeni Moein (4,6 persen). Demikian juga dengan hasil survey beberapa lembaga.

Selasa, 14 Juni 2016

Sandi Uno, Pengusaha Besar yang Lahir Dari "Kecelakaan"

Mungkin saat ini nama Sandiaga Uno (46) cukup sering mampir di telinga anda. Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno awalnya bukan tokoh yang sejak awal besar di dunia politik. Sandi justru besar dalam dunia bisnis sebagai salah satu pengusaha muda paling brilian semenjak 1 dekade yang lampau.
Pemilik nama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno ini lahir di Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau pada 28 Juni 1969.
Kemudian, pada tahun 1993 ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994). Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 Dollar AS per bulan. Namun, krisis moneter  sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan  tempatnya bekerja bangkrut. Sandiaga muda adalah lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude. Sandiaga yang baru lulus lantas mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.
Sandi pun terpaksa menelan pil pahit dan pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran. Meskipun demikian, karena kejadian tersebut, Sandi Uno kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha.
“Saya memang tidak punya kemewahan untuk memilih jalan hidup sebagai pengusaha. Saya jadi pengusaha itu karena murni kecelakaan. Karena kondisi ekonomi waktu itu sangat terpuruk, saya tahu tidak mungkin diterima bekerja ditempat lain. Saya dipaksa merubah cara berpikir saya menjadi seorang pengusaha. Alhamdulillah, ternyata ini memang jalan yang Allah tunjukkan,” kata Sandiaga dalam wawancara khusus dengan Suara.com, di Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Awal karis bisnis Sandi dimulai pada tahun 1997 saat mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors  bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani (kini menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin). 
Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.
Berbekal jejaring  yang bagus dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandiaga sukses menjalankan bisnis  tersebut. Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan. 
Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali , antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional  (BTPN), dan PT Astra Microtronics.
“Bidang usaha saya akhirnya berkembang ke keuangan, sumber daya alam, barang-barang konsumsi, dan infrastruktur,” tambah Sandiaga.
Sandiaga tak cuma sibuk berbisnis, ia juga sangat aktif berkecimpung di organisasi yang berhubungan dengan dunia usaha. Bahkan pada periode 2005-2008, Sandiaga terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Kini di era kepengurusan Rosan sebagai Ketua Umum Kadin, Sandiaga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif.
Sandiaga pernah dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta Dollar AS.  Sementara, pada 2008 ia juga pernah dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset 245 juta Dollar AS. Pada 2009 Sandiaga masuk sebagai pendatang baru dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Majalah tersebut menuliskan Sandi memiliki kekayaan sebesar 400 juta Dolar AS dan berada di peringkat 29.
Walau demikian, Sandiaga tak menganggap berbagai predikat diatas sebagai prestasi utama sebagai pengusaha. Menurutnya, itu hanyalah bentuk penghargaan komunitas dunia usaha terhadap kiprah dirinya sebagai pengusaha. “Bagi saya itu justru menjadi motivasi bagi saya bagaimana lebih baik dalam menciptakan lapangan kerja dan memajukan ekonomi Indonesia agar lebih baik,” tambah Sandiaga.
Kiprah Sandiaga dalam dunia bisnis tidak main-main. Ia tercatat duduk sebagai anggota Dewan Direksi di beberapa perusahaan. Mulai dari PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, Interra Resources Limited, PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK.
Sandiaga juga tercata sebagai pemilik 51 persen saham Mandala Airlines pada Mei 2011.
Namun sejak 16 April 2015, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai salah satu direktur PT Adaro Energy Tbk.  Tak Cuma itu, pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk pada 10 Juni 2015, ia resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
Ia melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan tersebut karena ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Posisinya di Saratoga digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya dan cucu dari pendiri Astra International William Soeryadjaya. 
“Saya akhirnya memang memilih fokus dalam dunia politik dan meninggalkan dunia usaha. Karena saya yakin kita tidak bisa hidup di dua alam politik dan ekonomi sekaligus. Kalau dipaksakan, akan banyak benturan kepentingan. Saya mundur dari 18 posisi Direksi di berbagai perusahaan,” tambah Sandiaga.
Menurutnya, keputusan terjun total ke dunia politik karena ingin memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat. Walaupun sebagai pengusaha juga bisa memberikan dampak luas kepada masyarakat, namun ajakan politik dari Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto mengajak agar membangun ekonomi nasional yang berpihak rakyat kecil serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Ini memang tugas yang berat, semoga saya bisa melaksanakannya,” tutup Sandiaga.

Kamis, 09 Juni 2016

Jika Jadi Gubernur, Sandi Uno Tak Ingin Susahkan Rakyat Kecil

Calon Gubernur Jakarta Sandi Uno siap melanjutkan program Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Hal itu diungkapkan pengusaha yang akrab disapa Sandi itu saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di PDI Perjuangan.
“Perlu kita apresiasi proses (seleksi) di PDIP Perjuangan. Cukup panjang ya. Saya rasa ini diperlukan oleh setiap calon pemimpin, punya pemahaman yang dalam (tentang) persoalan Jakarta yang kompleks,” kata Sandi di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5).
Sandi mengapresiasi kebijakan atau terobosan yang dilakukan Ahok. Sandi menegaskan akan melanjutkan program Basuki, jika terpilih sebagai orang nomor satu di Jakarta.
“Pandangan saya terkait program-program di Jakarta yang bagus seperti program-program pendidikan, kesehatan justru harus ditingkatkan,” jelas Sandi. Sandi bertekad akan melanjutkan program yang dianggap positif bagi keberlangsungan hidup masyarakat Jakarta tersebut. Sandi tidak ingin dipersepsikan, ganti gubernur, ganti kebijakan.
“Kalau bagus, ya bilang bagus. Kalau jelek, seperti penggusuran yang tidak melakukan sosialisasi, ya harus kita ganti,” tegasnya. Sandi sangat setuju dengan PDI Perjuangan yang selalu menggelorakan kepedulian terhadap rakyat kecil. Oleh sebab itu, selain mengembangkan ekonomi kerakyatan, Sandi tidak ingin apa pun programnya, khususnya terkait pembangunan, menyakiti rakyat kecil.

Senin, 06 Juni 2016

Lima Alasan Kenapa Memilih Sandi Uno

Setelah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengumumkan untuk tidak maju dalam perebutan kursi DKI 1, Partai Gerindra langsung banting setir dan menjagokan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Uno, untuk menjadi penantang Ahok di Pilgub DKI nanti.
Pemilihan Sandiaga Uno sebagai kuda hitam Ahok langsung menuai banyak respon positif. Pakar psikologi politik, Hamdi Muluk, misalnya, menilai, pemilihan Sandi sudah sangat tepat, sebab dialah yang paling potensial untuk menjadi lawan tangguh Ahok 2017 nanti.
Secara keseluruhan, ada 5 alasan mendasar kenapa Sandi adalah pilihan yang tepat buat warga Jakarta, antara lain:
1. Pengusaha Sukses di Usia Muda
Sosok Sandiaga Uno begitu fenomenal. Ia tercatat dalam 100 orang terkaya di Indonesia dan diperolehnya hanya dalam waktu singkat. Mungkin hanya 10 tahunan.
Kemampuannya mengakselesai kesuksesan ini tentu saja menjadi barometer kinerja dan ketekunannya dalam membangun bisnisnya.
2. Sederhana
Sandiaga Uno Adalah Sosok Inspiratif karena kesederhanaannya. Sandiaga Uno adalah tokoh yang patut ditiru oleh anak muda saat sekarang ini. Beliau adalah sosok yang sangat luar biasa, walau termasuk dalam 40 orang terkaya di Indonesia. Beliau tetap tampil sederhana dan bersahaja. Bersahabat dengan siapapun, tak pernah pandang bulu. Bahkan, orang se-fenomenal dia masih mau mengurusi pasar rakyat tradisional dengan segala tetek bengiknya.
Selain itu, ia juga tak ragu belanja sendiri di pasar-pasar tradional, lari pagi bersama warga, dan lain-lain.
3. Cerdas dan Religius
Sandiaga Uno ada sosok Wirausaha Muda yang cerdas dan pintar, terbukti dengan predikat Cum Laude yang diraihnya di salah satu Perguruan Tinggi di Amerika Serikat dengan IPK 4.00. Selain Cerdas Beliau pun taat agama, di akun twitter resminya Beliau menulis bahwa beliau tidak pernah absen untuk mengerjakan Sholat dhuha di setiap paginya.
Yang paling mengagumkan dari sosok Sandi adalah karena dia masih sempatkan diri berpuasa Senin-Kamis.
4. Peka Sosial
Keterlibatan Sandiaga Uno dalam mengurus ekonomi kerakyatan dalam bentuk pasar tradisional adalah bukti kepekaan beliau terhadap urusan sosial dan rakyat kecil. Buktinya, di sela-sela kesibukannya, dia bersedia menjadi ketua pedagang pasar tradisional.
Posisinya tersebut tentu saja sangat penting. Karena hal ini juga akan menjadi tanda bahwa dia tidak akan semena-mena untuk melakukan sweeping terhadap pedagang grosir-grosir terkait barang-barang yang dijual. Karena dia mengerti betul, bagaimana sulitnya para pedagang grosir untuk mendapatkan produk-produknya agar mendapatkan stempel SNI. Sudah pasti dia mengerti cara mempermudah pengurusannya,” jelas Arief.
Tak hanya itu, pria kelahiran Rumbai itu adalah sosok mendirikan yayasan M.R Uno Foundation yang bergerak di bidang pemberian beasiswa kepada mahasiswa – mahasiswi seluruh Indonesia yang memenuhi kualifikasi, dan juga program pendampingan pada wirausaha pemula. Bapak dua anak ini juga terkenal sebagai orang yang aktif di Organisasi nasional, beberapa organisasi yang beliau gandrungi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Beliau pernah menjadi ketua umum di organisasi tersebut, sekarang beliau menjabat sebaik dewan pembina organisasi yang di ketua Raja Sapta Oktohari itu.
5. Dekat Keluarga
Sosok Sandiaga Uno juga dikenal dekat dengan keluarga. Dalam sebuah wawancara beliau sempat mengatakan Bahwa “saya merasa tidak adil dengan keluarga saya, saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bisnis” dari kutipan tersebut, kita menyimpulkan bahwa Sandiaga Uno adalah sosok yang sebelum menjadi milyader adalah sosok yang dekat dengan keluarga. Walau sekarang kuantitas berkurang karena tuntutan sebagai wirausaha dengan omzet trilyunan rupiah. Sandiaga uno begitu mengispirasi kita, beliau adalah anak muda yang produktif dan patut menjadi panutan anak muda jaman sekarang.
Keluarga sukses dan bahagia yang dibangun Sandi adalah cerminan keluruhan sikap dan kepribadiannya. Dan tentu saja, ini menjadi ukuran panting bagi seorang pemimpin.

Kamis, 02 Juni 2016

Sandi Uno Doakan Ahok agar Jadi Menteri Aparatur Negara

Politisi Gerindra yang juga berhasrat menjadi gubernur DKI, Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno, mendoakan agar Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diangkat menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara RI tahun depan.
Menurut Sandiaga, Ahok memiliki sistem yang tepat untuk mengatur seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di Provinsi DKI.
Sebelumnya, Sandiaga juga mendoakan agar sebelum pemerintahan Ahok selesai, status wajar dengan pengecualian untuk laporan keuangan Pemprov DKI yang diberikan oleh BPK menjadi wajar tanpa pengecualian.
"Mudah-mudahan pada 2017 pada akhir masa pemerintahan terakhir Pak Basuki, insya Allah mudah-mudahan itu WTP, saya doakan WTP sehingga dia (Ahok) berakhir dengan baik dan menjadi menteri," ujar Sandiaga saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).
Pernyataan itu, kata Sandiaga, bukan merupakan sindiran untuk Ahok. Sandiaga melihat kinerja Ahok untuk menertibkan SKPD yang ada di pemerintahan. Wajar rasanya jika jabatan tersebut diberikan kepada mantan Bupati Belitung Timur itu.
"Setuju banget (menjadi menteri aparatur negara). Dia berhasil menertibkan dengan kekuasan yang sangat kuat untuk mereformasi para aparatur negara, jadi jangan hanya Jakarta, tetapi di seluruh Indonesia, diperkenalkan dan positif buat bangsa ini, itu serius loh," kata Sandiaga.
"Kasihan kan kalau tidak menjabat lagi, ini tokoh bagus loh untuk bangsa kita. Kita harus cari tempat untuk elemen-elemen yang bagus seperti Pak Basuki," kata Sandiaga.
Doa Sandiaga itu sama persis dengan pernyataan musisi Ahmad Dhani yang beberapa waktu lalu sempat mendeklarasikan diri menjadi calon gubernur DKI. Menurut Dhani, melihat gaya kepemimpinan Ahok yang hanya fokus pada penggusuran, Ahok tidak pantas menjadi gubernur, tetapi menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara.

Kamis, 26 Mei 2016

Sandi Uno Sukses Kerena Ilmu yang di Pelajari dan Nasehat dari Orang Tua


“Sukses itu relatif, tapi pasti berorientasi pada kebahagiaan. Dan ingat kesuksesan itu harus dijemput, karena ia tidak datang dengan sendirinya” (Sandiaga S Uno), papar beliau saat menjadi pembicara di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Pertama kali mendengar nama beliau ketika menyandang gelar mahasiswa dan menggeluti manajemen dan bisnis. Nama beliau bahkan sering dikumandangkan ketika berbicara mengenai entrepreneurship. Kekaguman langsung mengarah kepada sosok pengusaha muda ini, terlebih karena beliau disebut-sebut sebagai salah satu orang tersukses di Indonesia.

Beliau sering mengatakan bahwa sosok Ibu yang membuatnya bisa seperti sekarang ini, dukungan istri yang tak pernah lekang oleh waktu sejak saat mereka merintis karir hingga sekarang. Beliau pernah mengatakan seperti ini “Seperti mama, dia selalu membuatku selalu bahagia. Mungkin karena itu, aku selalu tak bisa lepas dari kedua wanita ini di dalam hidupku”. Oleh karena itu saya mencoba mendeskripsikan profil beliau dalam tulisan sederhana ini yang kemudian dikaitkan dengan tipe kepemimpinan.

Sandiaga Salahudin Uno atau sering dipanggil Sandi Uno, atau sapaan akrabnya  di twitter adalah Pak Sandi atau mas Sandi. Beliau lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969 (umur 47 tahun) dan sekarang  sebagai pengusaha terkenal asal Indonesia. Beliau lahir di daerah Riau karena sang ayah kala itu tengah bekerja di perusahaan Caltex di daerah tersebut. Selama kurun waktu 10 tahun, sang ayah bekerja di perusahaan asing itu.

Beliau kecil dididik dalam lingkungan keluarga yang mengajarkan sisi keagamaan dan kedisiplinan yang kuat. Salah satu yang ditonjolkan di dalam keluarganya adalah kesopanan dan etika yang sangat dijunjung tinggi, terlebih lagi dari sang ibu, Mien Uno. beliau menikah dengan Nur Asia dan memiliki dua orang putri dan satu orang putra yang kemarin baru terlahir.

Sosok beliau ternayat memiliki hobi bermain bola basket dan pernah menjadi Manajer untuk Tim Nasional Bola Basket Putri Indonesia pada SEA Games 2005 di Manila, Filipina.  Kesukaannya pada basket banyak membantu dalam kesuksesan bisnisnya saat ini. Beliau mengatakan bagaimana basket tidak hanya membutuhkan stamina yang kelak membantunya agar tetap sehat dan bugar kendati didera kerugian namun juga kerja sama tim dan kepemimpinan yang baik. “Dalam basket harus pula dibuat strategi bermain cantik,” kata Sandi yang selalu menjadi guard karena tubuhnya yang tak terlalu tinggi. Ini berarti dialah yang mengatur permainan dan strategi yang diterapkan.

Pendidikan
Sekitar tahun 1970-an, Sandiaga Uno pindah meneruskan sekolah ke Jakartabersama anggota keluarga lainnya. beliau kecil mengenyam pendidikan di SD PSKD. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Negeri di Jakarta dan sebuah SMA Swasta Katolik di kotayang sama. Beliau mendapat gelar Bachelor of Business Administration dengan predikat summa cum laude dari Wichita State University pada tahun 1990. Setelah lulus, ia tak lantas kembali ke tanah air karena langsung melanjutkan pendidikan Master of Business Administration di The George Washington University, Washington di negeri Paman Sam. Pada tahun 1992, beliau berhasil meraih gelar Masters of Business Administration dari George Washington University. Beliau lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00

Organisasi dan Karir
Pada tahun 1993 Sandiaga Uno bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994). Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan. Namun, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Beliau pun tidak bisa lagi meneruskan pekerjaanya tersebut. Beliau pulang keIndonesia dengan predikat pengangguran. Meskipun demikian, karena kejadian tersebut, beliau kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha. Pada tahun 1997 Sandi Uno mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya.

Kemudian Sandiaga Uno mendirikan Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Saratoga Capital berkonsentrasi dalam bidang sumber daya alam dan infrastuktur. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan juga pimpinan di beberapa perusahaan antara lain PT. Adaro Energy Tbk, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar diIndonesia, PT. Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk., perusahaan penyedia menara telekomunikasi. Ia juga salah satu pendiri PT. Recapital Advisors, sebuah perusahaan pengelola aset yang didirikan pada tahun 1997 bersama teman sekolahnya, Rosan Roeslani. Saat ini Sandiaga menjabat sebagai anggota KEN (Komite Ekonomi Nasional) dan bendahara ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Pendiri AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia). 

Sandiaga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha MudaIndonesia(BPP HIPMI) periode 2005-2008. Sejak 2004 sampai September 2010 ia aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Beliau juga sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM) dan Juga beliau ditunjuk oleh Pak Prabowo Subianto sebagai Ketua APPSI periode 2015-2020.

Pada bulan Mei 2011 lalu, ia memutuskan membeli 51% saham Mandala Airlines. Maka tak salah tahun 2011 kemarin , Forbes kembali merilis daftar orang terkaya diIndonesia. Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta.

Kharismatik atau pemimpin transformasional ?
Kalau misalnya kita melirik teori, kharisma diartikan keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya atau atribut kepemimpinan yang didasarkan atas kualitas kepribadian individu. 

Maka menurut saya Sandiaga Uno adalah tipe pemimpin karismatik, beliau memilki daya penarik yang sangat besar seolah-olah mempunyai kekuatan gaib (jangan dilihat dari segi kekayaan, kesehatan, ataupun ketampanan dan lainnya)., karena itu ia mempunyai pengikut yang jumlahnya juga besar, terlebih dari kalangan pemuda. Terlebih kepada sifat ramah dan kesederahaan beliau yang ditunjukkan dari media sosial seperti twitter. Beliau bahkan tak segan membalas satu per satu tweet dari followers-nya, termasuk tweet saya. Selain itu, Pengikutnya tidak dapat menjelaskan, mengapa mereka tertarik mengikuti dan menaati pemimpin itu.

Di sisi lain, Nurkholis (2003) mengungkapkan bahwa seorang pemimpin karismatik mempunyai tujuh karakteristik kunci antara lain percaya diri, memiliki visi, memiliki kemampuan untuk mengartikulasikan visi, memiliki pendirian yang kuat terhadap visinya. Saya pikir Sandiaga Uno memiliki ini, hal itu terbukti dari visi beliau untuk mennjadikan proporwi wirausaha di Indonesia hingga mencapai 15% dan dilakukannya dengan menggalakkan program Indonesia Setara. Program ini sebagai gerakan untuk membangun mindset percaya diri bahwa Indonesia bisa dan mampu berprestasi untuk kemajuan bangsa. Langkah awal yang dilakukan adalah fokus pada bidang yang terkait sosial ekonomi, kewirausahaan, dan pendidikan. Beliau selalu menginisiasi ide memadukan wujud kepedulian pada aktivitas sosial dengan kesehatan melalui program berbagai program, salah satunya adalah amal ”Berlari untuk Berbagi”. Program amal ”Berlari untuk Berbagi” itu diwujudkannya dengan mengikuti lomba lari marathon 42 km. Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh kolega dan masyarakat melalui dunia maya untuk ikut berpartisipasi pada program amal itu. Deskripsinya, untuk setiap kilometer ia berlari, maka masyarakat dapat menyumbangkan Rp10 juta ke yayasan yang mereka pilih sendiri. Ini adalah salah satu buki pemimpin inovatif yang tak pernah kehabisan akan ide.

Apa yang dilakukan beliau jelas merupakan sumbangsih baru bagi perkembangan dinamika bisnis dan sosial kemasyarakatan. Seperti yang dijelaskan oleh George Bernard Shaw dalam buku The Power of Unreasonable People, yang ditulis oleh John Elkington dan Pamela Hartigan, orang pada umumnya (reasonable) akan berusaha menyesuaikan dirinya dengan dunia. Sebaliknya, orang-orang istimewa (unreasonable) ingin menyesuaikan dunia dengan dirinya. Dan salah satu orang istimewa itu adalah Sandiaga Uno. Beliau berbeda halnya dengan pengusaha lain yang mungkin hanya menanti infrastruktur sosialnya ada terlebih dahulu, baru kemudian ia bergerak, maka beliau  berusaha melangkah lebih dahulu dengan berinisiatif membangun sendiri infrastruktur sosial tersebut. Inilah pemimpin yang sesungguhnya.

Pertanyaanya kemudian, apakah beliau juga termasuk pemimpin yang transformasional ? Saya sedikit susah untuk mendeskripsikan hal ini dikarenakan untuk menelaahnya harus perpespektif dalam organisasi sedangkan saya sendiri belum pernah menjadi rekan organisasi beliau. Namun kalau ditinjau secara kasat mata, maka beliau juga termausk dalam kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional adalah pendekatan kepemimpinan dengan melakukan usaha mengubah kesadaran, membangkitkan semangat dan mengilhami bawahan atau anggota organisasi untuk mengeluarkan usaha ekstra dalam mencapai tujuan organisasi, tanpa merasa ditekan atau tertekan.

Berdasarkan “Improving Organizational Effectiveness Through Transformasional Leadership”, Bass dan Avolio  menyebutkan bahwa kepemimpinan transformatif mempunyai empat dimensi, yaitu sebagai idealized influence (membuat para pengikutnya mengagumi, menghormati, dan sekaligus mempercayainya), sebagai inspirational motivation (motivasi inspirasi). sebagai intellectual stimulation (mampu menubuhkan ide-ide baru, memberikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan),  sebagai individualized consideration (mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan dan secara khusus mau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan dan pengembangan karir). Keempat dimensi ini menuruut saya dimiliki oleh Sandiaga Uno, pengaruhnya yang kuat kepada organisasi yang dipimpinnya, apalagi motivasi inspirasinya tidak perlu dipertanyakan lagi, begitupula dengan individualized consideration yang bukti kecilnya bisa kita lihat dari tanggapan-tanggpan arif beliau terhadap twit-twit dalam media sosialnya. Hal inilah juga yang mendasari organisasi atau perusahaan yang dibawahinya terbilang sukses.

Kelemahan Sandiaga Uno Secerdas-cerdasnya Sandiaga Uno, tak pelak dari kelemahan yang dimilikinya. Entah itu dari dalam dirinya sendiri ataupun yang terkontaminasi dengan lingkungannya. Namun untuk melihat sisi kelemahan beliau adalah hal tersulit, mengingat saya juga tidak banyak mendalami kehidupan beliau sendiri. Namun berdasarkan sumber-sumber tertentu bahwa beliau orangnya sangat perfeksionas waktu menduduki bangku sekolahan. Memang ada positif dan negatifnya, hal ini yang menyebabkan beliau sekarang begitu banyak bergaul dengan banyak kalangan, ini terlebih karena rasa bersalahnya. Sewaktu sekolah hingga kuliah, ia hanya benar-benar berkutat pada diktat-diktat. Beliau seperti komputer. Belajar terus, tidak mengenal lingkungan, hingga melupakan jaringan. Begitulah kehidupannya begitu mengalir. Ia memang selalu berusaha untuk meraih kesempurnaan, itu yang selalu dikatakannya. Tapi tidak di dunia imajinasinya. Dari sumber referensi beliau pernah mengatakan seperti ini “Selalu ada keinginan untuk melakukan hal yang dianggap melanggar aturan atau yang lurus-lurus saja. Bohong kalau aku bilang tidak pernah ada”.

Setiap manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelemahan tapi juga memiliki kelebihan. Tapi dari kelemahan itulah manusia diajari untuk belajar dari sesamanya. Bagaimanapun juga sosok Sandiaga Uno adalah salah satu daftar tokoh inspirasional saya untuk meniti masa depan. Semoga nikmat kesehatan dan panjang umur serta kesuksesan selalu mengiringi langkah beliau bersama keluarganya. 

Kembali mengutip kata-kata John Elkington dan Pamela Hartigan bahwa  Orang pada umumnya (reasonable) akan berusaha menyesuaikan dirinya dengan dunia. Sebaliknya, orang-orang istimewa (unreasonable) ingin menyesuaikan dunia dengan dirinya. Dan sosok orang istimewa itu salah satunya adalah Sandiaga Uno.






Senin, 23 Mei 2016

Sandiaga Uno Ingin Wujudkan Jakarta Mandiri Secara Ekonomi

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno menghadiri acara milad dan pelantikan pengurus Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di Plaza Masjid Istiqlal. Ia menyebutkan kehadirannya hanya untuk bersilahturahmi saja.
"Ini semua silahturahmi saja. Enggak ada dukung mendukung kok," kata Sandi di sela acara, Minggu (22/5/2016).
Polikus Partai Gerindra itu mengaku, kedatangannya sekaligus ingin menawarkan suatu program perubahan untuk Jakarta menjadi lebih baik ke depan, khususnya dalam bidang ekonomi.
Menurut Sandi, ekonomi Indonesia khususnya di Jakarta belum berpihak ke semua kalangan. Sehingga, jika nantinya dirinya terpilih menjadi Gubernur Jakarta, Sandi berjanji akan memberi bantuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat di Ibu Kota dan mewujudkan Jakarta mandiri secara ekonomi.
"Saya ingin menawarkan suatu perubahan agar Jakarta mandiri secara ekonomi, kebetulan ini tagline daripada Forkabi. Jadi, atas undangan ini saya hadir," tandas pengusaha itu.

Selasa, 17 Mei 2016

Sandiaga Uno Minta Akses Untuk Pedagang Kaki Lima Diperluas

Pelaku usaha mikro meminta ruang berbisnis di kawasan industri sebagai bentuk kewajiban pemerintah memberdayakan pedagang kaki lima.
Dewan Pelindung Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Sandiaga Uno meminta pemerintah menjalankan kebijakan penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima sesuai Perpres No. 125/2012. Penataan pedagang kaki lima harus menyusur seluruh sentra ekonomi termasuk pasar, kawasan pariwisata, kawasan pesisir, dan kawasan industri.
“Kami menggagas program pemberdayaan usaha mikro, khususnya kaki lima. Mereka ini juga merupakan rantai suplai dan produksi. Tadi tercapai kesepakatan akan ditindaklanjuti agar kawasan industri merangkul usaha mikro,” kata Sandi usai bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin di kantornya, Selasa (17/5/2016).
Sandiaga menegaskan pemberdayaan dan penataan atas pedagang kaki lima harus bersifat menyeluruh, bukan sebatas penggusuran. Penataan harus disertai oleh penetapan lokasi yang strategis untuk usaha, akses atas pelatihan, dan akses atas modal.
“Dibuat lahannya di tempat yang betul-betul ramai dikunjungi orang. Jika tidak menyentuh akar permasalahan pasti mereka balik lagi, tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Sandi yang juga menjabat Wakil Ketua Kadin Bidang UMKM, Koperasi, dan Industri Kreatif.
Ketua APKLI Ali Mahsun memaparkan saat ini ada sekitar 25 juta pedagang kaki lima di Indonesia, sekitar 300.000 orang berdagang di kawasan industri di seluruh Indonesia.
Jumlah pedagang di kawasan industri biasanya meningkat pada hari libur. Dia mencontohkan sebanyak 150 pedagang kaki lima yang berdagang di East Jakarta Industrial Park bisa membludak hingga 1.400 orang pada Sabtu dan Minggu.
“Jika lapaknya ditata dan dibuat eye catching saya rasa bisa mengalahkan ritel modern. Kami tidak menolak ritel modern, tetapi harus ada kebijakan yang seimbang,” kata Ali.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sani Iskandar penataan dan manajemen pedagang kaki lima adalah hak setiap pengelola kawasan industri.
Pemerintah berwenang mengatur kawasan industri melalui pedoman teknis hanya untuk hal yang lebih umum seperti kewajiban menyediakan pengelolaan limbah atau infrastruktur lain.
“Misalnya pengelola kawasan dari Jepang. Mereka punya ketentuan sendiri misalnya diantar jemput atau kantinnya harus bagus. Mungkin penataan nanti melalui kantinnya,” katanya.
Sani berjanji akan bertemu dengan para pengelola kawasan dan perwakilan pemerintah untuk mencapai kesepakatan soal pengelolaan PKL.

Senin, 02 Mei 2016

Sandiaga Uno: Jangan Direkayasa Mayday dan Reklamasi

Sandiaga Uno mempertanyakan buruh yang akan membawa isu penolakan terhadap reklamasi serta berbagai penggusuran pada peringatan ‎Hari Buruh Internasional yang berlangsung 1 Mei 2016.

"‎Enggak ada hubungan May Day sama reklamasi ya, agak jauh ya. Janganlah direkayasa kayak begitu," kata Sandi di Klinik Hayandra, Jalan Kramat 6, Jakarta, Sabtu (30/4). 
Sandi menyatakan, buruh memang berhak untuk menuntut haknya yang tidak terpenuhi. Meski demikian, ia mengimbau agar para buruh yang ikut aksi tidak melakukan tindakan anarkis. 

"‎Kita hargai mereka menuntut hak-haknya, tapi jangan lupa menjalankan kewajiban," ungkap Sandi.
Lebih lanjut, ia membandingkan buruh di Indonesia ‎dengan Vietnam. Menurut Sandi, gaji buruh di Vietnam lebih murah dibanding Indonesia. Namun, produktivitasnya lebih tinggi.

"Saya bandingkan sama Vietnam. Vietnam itu gajinya 80 persen lebih murah dari Indonesia, tapi produktivitasnya 150 persen lebih tinggi dari Indonesia," ujar Sandi. 
Menurut Sandi, pemerintah dan dunia usaha memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan produktivitas ketenagakerjaan. Selain itu, perlu ada pelatihan yang diberikan kepada buruh.

Kemudian, Sandi mengatakan, harus ada peninjauan ulang terhadap Undang-undang Ketenagakerjaan. Sehingga, bisa diterima oleh semua golongan, baik itu pemerintah maupun buruh.

Sumber Referensi : Jpnn

Selasa, 26 April 2016

Sandiaga Uno: Idealnya di Setiap Kecamatan DKI Jakarta Miliki Pusat UMKM

Bagi Sandiaga, perhatian terhadap pelaku UMKM merupakan bentuk keberpihakan kepada ekonomi kreatif dan kerakyatan. Terlebih, UMKM juga terbuki mampu menjadi solusi atas persoalan lapangan pekerjaan di DKI Jakarta.
“Ini diverensiasi produk yang bisa dilakukan anak muda. DKI Jakarta punya masalah lapangan pekerjaan. Mereka menyediakan lapangan pekerjaan. Kehadiran UMKM membuka lapangan pekerjaan,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/4/2016).
Sandiaga menuturkan, secara ideal, tiap-tiap kecamatan di Provinsi DKI Jakarta memiliki sebuah pusat UMKM. Di pusat-pusat UMKM tersebut, anak-anak muda bisa saling berlomba melakukan inovasi untuk melahirkan produk unggulan.
“Jangan pernah khawatir dengan persaingan. Anak muda akan lebih berdaya jika bersaing dengan baik,” pungkasnya.
Sumber Referensi : Tribun News

Optimistis Jadi Cagub Gerindra, Ini Alasan Sandiaga Uno

DPD Gerindra DKI Jakarta mengerucutkan 3 nama bakal calon gubernur yang akan diusung di Pilgub DKI 2017 mendatang. Ketiganya adalah Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, dan Sjafrie Sjamsoeddin. Sandiaga Uno mengaku yakin akan terpilih sebagai Cagub Gerindra menyingkirkan dua calon lainnya.

''Mudah-mudahan penjaringan ini bisa menghasilkan Jakarta yang lebih baik ke depannya," ujar Sandiaga di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 26 April 2016.

Sandiaga mengklaim dirinya punyai sejumlah kelebihan yang tak  dimiliki kedua calon lain.

Diantaranya, stamina yang lebih kuat lantaran usianya masih muda, dan lebih memahami pendekatan ekonomi di masyarakat. Meski yakin dengan keunggulan yang ia memiliki, Sandiaga mengaku patuh pada mekanisme partai.


Sandiaga Uno mendatangi belasan anak muda pelaku usaha bisnis kreatif di salah satu kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
"Tapi itu semua nanti tergantung penilaian Pak Prabowo Subianto dan DPP Partai Gerindra. Saya yakin Pak Prabowo akan memilih yang lebih dekat dengan rakyat," kata dia.

Usaha Kreatif Anak Muda

Ia datang dengan setelan kasual, dan langsung membaur dengan belasan anak muda itu di kafe Warung Pedes.

"Katanya mau memotivasi anak muda untuk berani berbisnis, berbagi tips cara sukses, kalau gagal gimana untuk bangun lagi," ujar Yudha Permana, pemilik Warung Pedes,Selasa 26 April 2016 malam.

Diskusi antara Sandiaga dengan para anak muda itu berlangsung santai, sembari makan malam. Dari pantauan Liputan6.com di lokasi, Sandiaga jadi rebutan para pengunjung lainnya untuk diajak selfie.

Sandiaga yakin, untuk menghadapi MEA, industri kreatif adalah pilihan logis. Ia sengaja mendatangi anak muda, karena menurutnya kebangkitan ekonomi itu berawal dari generasi hari ini.

"Ini bentuk keberpihakan pada ekonomi kreatif, inovasi-inovasi yang dilahirkan anak muda, sangat cocok untuk Jakarta, seperti ini, (Warung Pedes) konsep jualan yang menarik, meski yang dijual serupa dengan Warteg," ujar Sandiaga.

Untuk persoalan modal yang sering dikeluhkan oleh calon usahawan, Sandiaga berpesan agar memiliki jaringan yang luas serta teman-teman yang satu visi.

Sumber Referensi : Liputan 6

Senin, 11 April 2016

Sandiaga Uno : Syarat memudahkan UMKM dalam memperoleh akses pendirian perusahaan

Sandiaga Uno, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif menilai, PP Nomor 7/2016 bisa memudahkan UMKM dalam memperoleh akses pendirian perusahaan. Tapi, beleid anyar ini masih dirasa kurang lengkap lantaran tidak mengatur skala perusahaan.
Menurut dia, seharusnya pemerintah membuat kebijakan modal dasar PT berdasarkan skala perusahaan sebagaimana yang telah diterapkan di beberapa negara. "Di negara lain yang berpihak kepada UMKM ada yang mencantumkan modal dasar sampai angka setara Rp 1 juta, atau bahkan setara Rp 10.000," ujar dia.
Menurut Sandiaga, kewajiban modal dasar bukanlah satu-satunya kendala UMKM untuk bisa berkembang di Tanah Air. Sebab, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah untuk bisa melindungi pengusaha kecil.
Ia menjelaskan, sejauh ini UMKM masih kesulitan untuk mengakses permodalan, pasar, serta sumber daya manusi yang memenuhi kompetensi. "Masih banyak kendala, terutama perizinan usaha dan pengadaan lahan usaha," kata Sandiaga.

Sumber Referensi : Kontan