Tampilkan postingan dengan label #Kerja4AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Kerja4AS. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

SandiUno, Suasana di Jajaran Pimpinan Partai "Koalisi Kekeluargaan" Tetap Sejuk


Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno angkat bicara mengenai "Koalisi Kekeluargaan" masih solid.

"Alhamdulilah sampai saat ini kita masih tetap bersatu, tentunya dinamika itu sangat lazim dalam politik," kata Sandiaga, usai shalat Idul Adha di Masjid Al Barkah, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2016).
Sandiaga mengatakan ia memahami reaksi dari para kader PPP dan PKB. Namun, ia menegaskan, langkah PKS itu bukan keputusan final di koalisi.
"Prosesnya masih berlangsung, bahwa keputusan akhir itu belum diambil. Keputusan akhir itu milik pimpinan partai koalisi," ujar Sandiaga.
Pria yang digadang-gadang sebagai pesaing bakal calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama, itu juga meyakinkan bahwa para pemimpin partai di koalisi masih memiliki komitmen untuk tetap bersatu.
"Dari pimpinan partai ini mereka masih sangat komit terhadap persatuan dan kekeluargaan," ujar Sandiaga.
Menurut Sandiaga, riak yang muncul menjelang pemilihan bakal calon wakil gubernur pendampingnya itu dinilainya hanya terjadi di media massa.
"Jadi alhamdulilah kita baca di medianya cukup ramai, tetapi di pimpinan partai sangat sejuk, menghargai, dan berbasis kekeluargaan," ujar Sandiaga.
Tak hanya soal munculnya Mardani, soliditas "Koalisi Kekeluargaan" juga diuji dengan wacana pembentukan poros baru yang dimunculkan pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra.
Yusril mengklaim, tiga partai akan mendeklarasikan dukungan kepadanya bersama Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
Adapun Saefullah juga pernah menyatakan cocok jika menjadi wakil Yusril. Sementara itu, Saefullah juga telah mengikuti fit and proper test bakal calon wakil gubernur yang digelar Gerindra.
Mengenai manuver Saefullah ini, Sandiaga menilai hal tersebut merupakan dinamika politik pilkada yang terjadi sekarang.
"Tentunya kita hargai dan apresiasi. Itu bagian dari dinamika (politik)," ujar Sandiaga.
Sandiaga mengaku menyampaikan pesan kepada Saefullah bahwa Saefullah yang paling unggul dibandingkan dua kandidat cawagub lain yang diusulkan untuk mendampinginya.
Dua kandidat tersebut adalah Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata Sylviana Murni dan Mardani Ali Sera.
Menurut Sandiaga, Saefullah telah menyampaikan kepadanya bahwa yang terjadi saat ini hanyalah dinamika politik.
"Beliau (Saefullah) sampaikan ini dinamika politik jadi mohon Pak Sandi dimengerti. Saya bilang mengerti sekali dan saya hargai," ujar Sandiaga.

Kamis, 09 Juni 2016

Jika Jadi Gubernur, Sandi Uno Tak Ingin Susahkan Rakyat Kecil

Calon Gubernur Jakarta Sandi Uno siap melanjutkan program Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Hal itu diungkapkan pengusaha yang akrab disapa Sandi itu saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di PDI Perjuangan.
“Perlu kita apresiasi proses (seleksi) di PDIP Perjuangan. Cukup panjang ya. Saya rasa ini diperlukan oleh setiap calon pemimpin, punya pemahaman yang dalam (tentang) persoalan Jakarta yang kompleks,” kata Sandi di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5).
Sandi mengapresiasi kebijakan atau terobosan yang dilakukan Ahok. Sandi menegaskan akan melanjutkan program Basuki, jika terpilih sebagai orang nomor satu di Jakarta.
“Pandangan saya terkait program-program di Jakarta yang bagus seperti program-program pendidikan, kesehatan justru harus ditingkatkan,” jelas Sandi. Sandi bertekad akan melanjutkan program yang dianggap positif bagi keberlangsungan hidup masyarakat Jakarta tersebut. Sandi tidak ingin dipersepsikan, ganti gubernur, ganti kebijakan.
“Kalau bagus, ya bilang bagus. Kalau jelek, seperti penggusuran yang tidak melakukan sosialisasi, ya harus kita ganti,” tegasnya. Sandi sangat setuju dengan PDI Perjuangan yang selalu menggelorakan kepedulian terhadap rakyat kecil. Oleh sebab itu, selain mengembangkan ekonomi kerakyatan, Sandi tidak ingin apa pun programnya, khususnya terkait pembangunan, menyakiti rakyat kecil.

Sandi Uno: BLT Efektif Disalurkan Ramadan

Calon Gubernur Jakarta Sandi Uno, berencana akan menggelar pasar murah di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Hal itu menurutnya dapat membantu masyarakat Ibukota yang kurang mampu menjalani Ramadan dengan baik.
"Kami lagi coba bekerja sama dengan beberapa pihak untuk melakukannya," kata Sandiaga 
Sandiaga juga menyadari, adanya operasi pasar atau pasar murah, hanya membantu secara sesaat. Namun secara sistematis, hal tersebut dinilai kurang tepat bagi masyarakat Ibukota. Untuk itu, dia mengatakan harus ada penyelesaian permasalahan dari akarnya
"Jadi, kita harus kembali ke akar permasalahannya yaitu ketidaktersediaan pasokan dan rantai distribusi yang terlalu panjang, tambahnya. 
Selain mengadakan operasi pasar dan pasar murah, Sandiaga menilai, penyeluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan kepada warga kurang mampu, akan sangat efektif dan sangat membantu warga miskin saat Ramadan. Sandi mengatakan besarannya cukup Rp100 ribu saja itu akan sangat membantu.
"Jangan alergi sama kebijakan pemerintah lama. Jadi nanti dikaji lagi karena ini masuk bulan Ramadan BLT salah satu kebijakan yang tepat," ujarnya

Rabu, 08 Juni 2016

Sandi Uno : Kita Perlu Belajar dari Amsterdam untuk Atasi Banjir Rob di Jakarta Utara

Pasangnya air laut mengakibatkan jebolnya tanggul di wilayah Utara Jakarta hingga membuat sejumlah wilayah di daerah tersebut terendam banjir sejak Minggu, 5 Juni 2016.
‎Menanggapi hal tersebut, bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seharusnya dapat mencontoh negara lain yang mampu mengatasi permasalahan yang sama.
‎"Pembangunan tanggul yang saat ini tidak kuat untuk menampung air. Jadi kita perlu belajar dari negara besar lain yang menghadapi masalah yang sama, seperti Amsterdam contohnya," ujar Sandiaga ditemui di kawasan Kemayoran Timur II, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Calon Gubernur Jakarta Sandi Uno sapaan akrab Sandi melihat hal tersebut perlu segera dilakukan agar ke depannya tidak terjadi hal yang serupa.
"Saya lihat di wilayah pesisir ini, kita perlu mencontoh seperti Amsterdam, di mana bisa mengatasi masalah pasang surutnya air ini tanpa adanya banjir Rob khususnya masyarakat yang ada di pesisir," tandasnya.

Sandi Uno, Pengusaha Sukses dari Sebuah Kecelakaan

Pernah mendengar sesok pengusaha lantaran hasil kecelakaan? Ya, itulah Sandiaga Uno. Tokoh satu ini dikenal sebagai salah satu pengusaha Indonesia yang sangat berhasil. Beliau kerap menjadi pembicara utama di berbagai seminar-seminar kewirausahaan atau enterpreneurship.
Pria yang bernama komplit Sandiaga Salahudin Uno ini lahir di Rumbai, Pekanbaru, Riau pada 28 Juni 1969. Beliau adalah anak dari Sandiaga Kosastra.
Saat ini total kekayaan Sandiaga Uno diperkirakan hingga $795 juta & termasuk dalam deretan orang paling kaya di Indonesia. Tentang kehidupannya, Sandiaga Uno adalah orang yang cerdas, perihal ini terbukti disaat beliau kuliah di Wichita State University di Kansas, Amerika, beliau sukses lulus dengan predikat Summa Cum Laude. Selepas lulus dari Wichita State University, beliau selanjutnya bekerja di Bank Summa milik William Soeryadjaya.
Tahun 1993  beliau mengawali bekerja di Singapura & memilih bergabung bersama perusahaan Investasi bernama Seapower Asia Investment Limited sebagai manager Investasi. Dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1995, beliau kemudian pindah ke Kanada & bekerja di perusahaan bernama NTI Resources Ltd dengan posisi sebagai Executive Vice President NTI Resources Ltd.
Gajinya saat itu sebesar 8.000 Dollar perbulan. Namun seperti kata pepatah "Roda Kehidupan senantiasa berputar". Badai krisis moneter yang berlangsung pada tahun 1997, mengakibatkan perusahaannya juga terkena imbasnya. Perusahaannya kemudian bangkrut & mulai melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) termasuk pada beliau.
Apa langkahnya kemudian? Dengan memutar ide & otak hasilnya beliau memilih untuk kembali ke Indonesia & memulai bisnis baru. Meskipun statusnya ketika itu sebagai pengangguran. Langkah pertama yang dilakukannya ketkika di Indonesia adalah mencari pekerjaan baru tapi akhirnya tak seperti yang di inginkan, lamaran pekerjaanya bahkan di tolak oleh 25 perusahaan.
Pengalaman memang lah mengajarkan segalanya. Hal inilah yang kemudian menjadi titik balik dari seorang Sandiaga Uno, beliau setelah itu mengganti mindsetnya dari karyawan menjadi seorang pengusaha.
"Saya ini menjadi seorang pengusaha sebab 'kecelakaan'. Sebagai seorang pengusaha yang lahir dari kecelakaan, saya tak mendesain jadi seorang pebisnis," ujar Sandiaga Uno.
Pengalaman yang dimiliknya ia pakai untuk mencoba menciptakan perusahaan bernama PT Recapital Advisors pada tahun 1997 yang bergerak di bidang jasa konsultan keuangan. Tak semuanya yg di harapkan senantiasa berlangsung mulus, kabar buruknya adalah tidak sedikit calon klien memandang sebelah mata kemampuan dari Sandiaga Uno.
Siapa sangka, berkat kemauan & etos kerja nya, sosok Sandiaga Uno yang berawal dari kecelakaan kini menjabat sebagai Komite Ekonomi Nasional dan bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia.
Beliau juga aktif sebagai pembicara utama diberbagai seminar kewirausahaan, menurutnya keberanian serta optimisme merupakan kunci pembuka jalan untuk meraih kesuksesan hari esok, menurutnya jejaring relasi hanya menyumbang 30% kesuksesan selebihnya berasal dari kerja keras dan juga menjadi kepercayaan.

Sandi Uno, Korban PHK yang Kini Siap Bersaing untuk Kursi DKI 1

Gubernur DKI Jakarta rupanya menarik sejumlah orang untuk mendudukinya. Mulai dari politisi, artis hingga pengusaha berlomba-lomba menarik dukungan masyarakat untuk memenangkan perlombaan Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung 2017 mendatang.
Tak terkecuali bagi pengusaha muda kaya nan sukses, Sandiaga Salahuddin Uno. Pria berusia 47 tahun ini belakangan gencar terjun ke masyarakat untuk mensosialisasikan programnya menuju DKI 1. Ia sendiri menceritakan alasannya mengapa berhasrat sekali menjadi pemimpin Jakarta.
“Saya dapat saran dari pak Prabowo Subianto (ketua DPP Gerindra) untuk maju. Setelah saya pikir-pikir kenapa saya selama ini kurang berperan di masyarakat. Hal itulah yang membuat saya untuk membenahi kota ini mulai dari level bawah (rakyat kecil),” kata Sandiaga saat berbincang di daerah Jakarta beberapa waktu lalu.
Hampir setiap hari Sandiaga turun ke masyrakat kecil di pelosok Jakarta untuk mensosialisasikan programnya. Panas terik dan hujan ia lawan demi mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Kalau kita ga ketemu mereka (rakyat kecil)n kita ga tahu apa yang terjadi. Dengan bertemu, aspirasi didengar lalu dipikirkan bagaimana cara memperbaikinya. Ternyata ya ujung-ujungnya mereka perlu penghasilan. Karena saya lama bergelut di bidang usaha, ya saya berikan bantuan bagaimana cara mengelola usaha yang baik dan benar,” katanya.
Salah satunya, Sandiaga juga pernah bertemu dengan masyarakat di pinggiran Tanjung Priok yang dikenal memiliki permasalahan ekonomi dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Ia pun bertemu langsung dengan Sabri Saiman, tokoh masyarakat Tanjung Priok yang mengerti benar permasalahan di daerahnya.
“Saya diminta untuk lebih bijak dan peka terhadap masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Sandi ini.
Sandiga paham betul, permasalahan yang terjadi di ibu kota sebagaian besar dipicu permasalahan perut. Tindak pidana kriminalitas jalanan justru dapat dihindari salah satunya dengan pemberian bantuan modal kerja. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kewirausahaan kepada para narapidana yang mendekam di dalam penjara.
Beberapa waktu lalu, Sandiaga memberikan pendampingan kewirausahawan kepada para napi di LP Cipinang. Dalam kegiatan itu, Sandi berbagai pengalaman usaha dan tipsnya untuk sejumlah tahanan kasus narkoba itu.
“Saya ajarkan bagaimana cara mereka untuk bangkit dari keterpurukan. Salah satunya dengan memberikan motivasi dan penambahan skill bekerja agar kedepannya mereka tak menjadi pelaku kejahatan jika sudah berad di masyarakat,” ujarnya.

Buka Puasa Bersama Warga Kemayoran, Sandi Uno Minta Warga Jauhi Kekerasan

Bakal Calon Gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahudin Uno mengadakan buka puasa bersama dengan puluhan warga ‎Jalan Kemayoran Timur II, RT04/RW08, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (7/6).
Dalam sambutannya pada warga yang didominasi ibu-ibu rumah tangga dan remaja tersebut, Sandi Uno meminta warga untuk menghindari kekerasan dan mengutamakan kesabaran dalam menyelesaikan suatu masalah.
‎"Selama bulan Ramadan ini kita tingkatkan tali silaturahmi dan mengutamakan kegiatan positif agar amal ibadah puasa kita semakin bertambah berkah," ujar Sandiaga, Selasa (7/6) sore di depan Masjid Jami Saah Al Mubarokah.
Menurutnya, dengan kondisi ekonomi saat ini yang semakin sulit ini, maka masyarakat harus lebih sabar dan selektif dalam menyikapi beban ekonomi dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan tidak sampai mengambil jalan pintas dengan melakukan tindakan-tindakan yang akan berujung pada kriminalitas.
Ia juga melihat, merangkaknya harga-harga kebutuhan pokok sebagai akibat dari inefisiensi sebuah komoditas pangan mengalir dari petani hingga sampai ke tangan konsumen atau masyarakat.
"Biaya hidup di Jakarta ini semakin tinggi dan pemerintah saat ini sudah berupaya memberikan solusi konkrit dengan melakukan operasi pasar. Itu sudah baik, namun yang perlu dipertajam lagi adalah pemotongan rantai distribusi yang terlalu panjang," tambah Sandiaga Uno.
Lebih lanjut, ia melihat harus ada solusi yang mengakar dengan memotong rantai distribusi komoditas yang saat ini masih melalui sembilan lapisan harus dipangkas menjadi empat lapisan saja agar harga tidak terlalu naik tinggi di setiap lapisan rantai dan bersikap tegas terhadap pihak swasta yang terbukti bermain pasokan bahan pangan.
"Tingkatkan daya beli masyarakat dengan mendorong potensi-potensi daerah yang unik dan berbeda di setiap wilayah Jakarta, kalau untuk wilayah Kemayoran ini saya lihat masyarakat-nya memiliki usaha yang cukup ‎intensif dalam usaha kuliner, itu perlu ditingkatkan agar bisa menunjang ekonomi keluarga," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Masjid Jami Saah Al Mubarokah, Suharsono, mengakui bahwa banyak ibu-ibu rumah tangga di RW08 Kelurahan Kemayoran yang memiliki usaha sampingan kuliner selain mengandalkan mata pencaharian dari suaminya.
"Terima kasih atas kedatangan pak Sandiaga Uno, semoga kiat dan tips yang sudah diberikan kepada ibu-ibu rumah tangga di wilayah kami bisa mengangkat kemandirian ekonomi dan dapat menghadapi bulan Ramadan dengan baik," kata Suharsono.
Ia juga mengaku sudah menghimbau kepada seluruh pemuda yang masih anak-anak di wilayahnya ‎untuk tidak melakukan tindakan tawuran ataupun tindakan negatif lainnya yang bisa mengurangi kekhusyukan selama ibadah Puasa.
"Semoga di bulan yang suci dan penuh ampunan ini, masyarakat Jakarta bisa lebih sabar dan tawakal dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, serta jangan mudah terpancing emosi dan nafsu duniawi agar ibadah kita bertambah berkah," tandasnya.

Sandi Uno, Operasi Pasar Jangan Sampai Rugikan Pedagang

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, mengingatkan bahwa Program Operasi Pasar yang dilakukan oleh pemerintah agar jangan sampai merugikan pedagang.
Ia juga menyiratkan bahwa operasi pasar sebaiknya dilakukan di pasar tradisional.
"Operasi pasar yang saat ini dilakukan memang dapat menekan harga. Namun, hendaknya operasi pasar jangan sampai merugikan pedagang. Ini (operasi pasar) kurang cocok untuk jangka panjang sebenarnya," kata Sandi, sapaan akrabnya, di Kemayoran, saat berbuka puasa bersama warga, Selasa, 7 Juni 2016.
Ia menambahkan, selain operasi pasar, pemerintah hendaknya dapat bertindak lebih dengan cara memotong dan memperpendek distribusi bahan pokok, sehingga risiko menjadi bahan mainan spekulan dapat direduksi.
"Potong rantai distribusi dan tambahkan stok bahan pokok, Jika perlu, pemerintah dapat mempertegas tindakan bagi para spekulan harga," tuturnya.
Terkait target pemerintah yang menargetkan harga daging sapi Rp80 ribu per kilogram, Sandi memandang hal tersebut cukup sulit dicapai dengan kondisi saat ini.
Tak lupa juga, Sandi mengucapkan selamat berpuasa kepada para pembaca VIVA.co.id.
"Selamat menunaikan ibadah puasa bagi VIVA.co.id dan para pembaca. Semoga Ramadan kali ini kita kembali diberkahi oleh Allah SWT," ujarnya.

Senin, 06 Juni 2016

Warga Jakarta Perlu Gubernur yang Punya Solusi untuk Stabilkan Harga Pangan Seperti Sandi Uno

Pemprov DKI Jakarta seharusnya mengantisipasi, cepat tanggap, dan mencari solusi terkait kenaikan harga bahan pokok. Jangan hanya menunggu mengandalkan pemerintah pusat untuk kendalikan harga.
“Warga DKI Jakarta berharap pemerintahan yang antisipatif dan responsif,” kata Direktur Indonesia Public Policy Institute (IPPI) Agung Suprio di Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Sayangnya, menurut dosen Universitas Indonesia (UI) itu, hingga saat ini hasil kerja Gubernur Ahok dan jajarannya belum terlihat nyata dalam hal meredam kenaikan harga-harga ini.
Agung Suprio juga menyayangkan para kandidat Cagub DKI Jakarta yang namanya sudah beredar namun dituding tidak antusias untuk menawarkan program-program yang kongkrit mengenai permasalahan harga ini.
Namun demikian Agung menilai, di antara para kandidat Cagub DKI Jakarta yang beredar, hanya Sandiaga Uno yang memberikan tawaran program penyediaan lapangan pekerjaan dan penurunan harga kebutuhan pokok.
“Saya lihat Program Sandi Uno ini fokus dan detail, sehingga warga Jakarta dapat menilai dan mengevaluasi program itu dengan mudah,” kata Agung.
Agung menjelaskan, saat ini disparitas ekonomi antara kelas atas dan kelas bawah semakin menganga di Jakarta.
“Harga-harga kebutuhan pokok yang melambung di bulan Ramadhan membuat warga Jakarta makin sengsara,” katanya.
Selain itu, lapangan pekerjaan semakin sulit di dapatkan sementara usia produktif semakin banyak. Akibatnya banyak pengangguran. Sayangnya, hal ini yang tidak diantisipasi oleh pemprov DKI.
“Tingginya pengangguran akan berpotensi meningkatnya kriminalitas dan ledakan sosial. Tentunya hal demikian dapat menimbulkan bom waktu,” katanya.
Agung menegaskan, warga Jakarta memerlukan Gubernur yang pro rakyat yang memberikan perhatian khusus terhadap stabilitas harga pangan, penyediaan lapangan kerja, dan menekan tingkat kriminalitas.

Minggu, 05 Juni 2016

Sandi Uno, Gaji Petugas PPSU Layak Dinaikkan

Kinerja petugas Penanganan Prasarana dan sarana Umum (PPSU) diapresiasi. Bahkan tenaga honorer yang dikenal dengan sebutan pasukan orange tersebut dinilai layak untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Menurut Wakil Ketua Dewan Pembinan Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, petugas PPSU telah menunjukkan kinerja nyata dalam mengurus lingkungan. Sehingga ia menilai tidak ada alasan siapapun nantinya menjabat sebagai gubernur untuk menghilangkan keberadaan petugas ini.
“Malah sebaliknya gubernur ke depan harus menambah gaji meraka karena memang mereka telah sukses menjalankan tanggung jawabnyanya,” ujar Sandiaga saat mengunjungi warga di Jalan Tambora III. Gang 7 R2 5 Jakarta Barat.
DITERUSKAN
Dengan demikian ia berharap bila nantinya Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak lagi menjabat, petugas PPSU tidak lagi khawatir memikirkan nasibnya. “Saya rasa program PPSU sangat baik dan akan diteruskan dan ditingkatkan. Bukan hanya jumlahnya, tapi juga pendapatannya,” ujar Sandi.
Pernyataan Sandi ini sekalgus menjawab pertanyaan petugas PPSU ynag mengikuti acara kunjungan tersebut. “Sekarang nasibnya enak, kesejahteraan jadi PPSU meningkat. Tetapi enggak tahu kalau Ahok udah enggak menjabat bagaimana, kita masih ada atau enggak,” ujar salah satu petugas PPSU, Daryo (36) di‎ kawasan Tambora, Jakarta Barat.
Daryo mengaku khawatir, gubernur yang baru nantinya tidak melanjutkan program Ahok dalam meningkatkan kesejahteraan PPSU. “Kalau gubernurnya beda, ya kita enggak tahu nasibnya jadi bagaimana, soalnya mereka pasti punya peraturan juga,” ucapnya.

Sabtu, 04 Juni 2016

Sandi Uno, Korban PHK yang Kini Siap Bersaing untuk Kursi DKI 1

Kursi Gubernur DKI Jakarta rupanya menarik sejumlah orang untuk mendudukinya. Mulai dari politisi, artis hingga pengusaha berlomba-lomba menarik dukungan masyarakat untuk memenangkan perlombaan Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung 2017 mendatang.
Tak terkecuali bagi pengusaha muda kaya nan sukses, Sandiaga Salahuddin Uno. Pria berusia 47 tahun ini belakangan gencar terjun ke masyarakat untuk mensosialisasikan programnya menuju DKI 1. Ia sendiri menceritakan alasannya mengapa berhasrat sekali menjadi pemimpin Jakarta.
“Saya dapat saran dari pak Prabowo Subianto (ketua DPP Gerindra) untuk maju. Setelah saya pikir-pikir kenapa saya selama ini kurang berperan di masyarakat. Hal itulah yang membuat saya untuk membenahi kota ini mulai dari level bawah (rakyat kecil),” kata Sandiaga saat berbincang di Jakarta beberapa waktu lalu.
Hampir setiap hari Sandiaga turun ke masyarakat kecil di pelosok Jakarta untuk mensosialisasikan programnya. Panas terik dan hujan ia lawan demi mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Kalau kita ga ketemu mereka (rakyat kecil)n kita ga tahu apa yang terjadi. Dengan bertemu, aspirasi didengar lalu dipikirkan bagaimana cara memperbaikinya. Ternyata ya ujung-ujungnya mereka perlu penghasilan. Karena saya lama bergelut di bidang usaha, ya saya berikan bantuan bagaimana cara mengelola usaha yang baik dan benar,” katanya.
Salah satunya, Sandiaga juga pernah bertemu dengan masyarakat di pinggiran Tanjung Priok yang dikenal memiliki permasalahan ekonomi dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Ia pun bertemu langsung dengan Sabri Saiman, tokoh masyarakat Tanjung Priok yang mengerti benar permasalahan di daerahnya.
“Saya diminta untuk lebih bijak dan peka terhadap masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Sandi ini.
Sandiga paham betul, permasalahan yang terjadi di ibu kota sebagaian besar dipicu permasalahan perut. Tindak pidana kriminalitas jalanan justru dapat dihindari salah satunya dengan pemberian bantuan modal kerja. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kewirausahaan kepada para narapidana yang mendekam di dalam penjara.
Beberapa waktu lalu, Sandiaga memberikan pendampingan kewirausahawan kepada para napi di LP Cipinang. Dalam kegiatan itu, Sandi berbagai pengalaman usaha dan tipsnya untuk sejumlah tahanan kasus narkoba itu.
“Saya ajarkan bagaimana cara mereka untuk bangkit dari keterpurukan. Salah satunya dengan memberikan motivasi dan penambahan skill bekerja agar kedepannya mereka tak menjadi pelaku kejahatan jika sudah berad di masyarakat,” ujarnya.
Sandiaga S Uno kunjungan ke Jalan Cendrawasih. (Foto: Dwi Haryanto/Kriminalitas.com)
Berulang Kali Gagal
Kesulitan acapkali memberikan pelajaran berharga pada setiap orang. Namun itu dulu, kegagalan sudah menjadi pelajaran bagi pengusaha muda yang kini mempekerjakan 50 ribu lebih karyawan
“Saya di PHK tahun 1997 oleh perusahaan yang memperkerjakan saya,” kata Sandi.
Kejadian PHK (pemutusan hubungan kerja) yang menimpanya sungguh bukan sesuatu yang bisa disikapi biasa saja. Apalagi, saat peristiwa itu, ia memiliki bayi kecil. Artinya ia membutuhkan uang yang cukup besar untuk menghidupi keluarga dengan anaknya.
Tetapi PHK menjadikan Sandiaga tak berputus asa. Justru dari keterpurukan tersebut ia mulai bangkit. Menjadi konsultan keuangan, lalu merambah peluang bisnis yang lainnya. Dia mengaku banyak belajar dari pendiri perusahaan Kentucky Fried Chicken, Kolonel Sanders.
“Dulu dia sampai ribuan kali membuat daging ayam. Kalau dia tak mencobanya sampai ribuan kali, mungkin kita tak bisa lagi menikmati ayam KFC,” katanya.
“Alhamdulillah saat ini lebih dari 50 ribu karyawan sudah bergabung dalam perusahaan yang saya kelola,” jelasnya.
Meski sudah sukses dan punya uang, Sandiaga tak lantas berperilaku mewah dan borjuis. Pembawannya tetap kalem dan merakyat. Ia tetap menerapkan pola hidup sederhana dalam kehidupan sehari-harinya. Sebut saja, untuk urusan makanan dan buah-buahan, istrinya, Nur Asia, tetap berbelanja di pasar tradisional.
Sandiaga berprinsip bahwa hidup itu harus disyukuri apapun yang terjadi. Karena sesungguhnya Allah sudah menetapkan jalan hidup setiap manusia. Tugas setiap manusia adalah menjalaninya sebaik mungkin.
Sandi merupakan penyandang gelar MBA dari The George Washington University itu kini tercatat sebagai orang terkaya ke-63 di Indonesia versi Globe Asia. Kekayaannya USD 245 juta.
Sandimenyatakan tak disiapkan untuk menjadi pebisnis oleh orang tuanya. ”Orang tua lebih suka saya bekerja di perusahaan, tidak terjun langsung menjadi wirausaha,” ujar pria penggemar basket itu.
Karena itulah, dia tak berpikir menjadi pengusaha seperti yang telah dilakoni selama satu dekade ini. ”Saya ini pengusaha kecelakaan,” katanya, seraya tertawa.
Balon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di booth 'Teman Ahok'. (Kanugrahan/Kriminalitas.com)
Ahir Pekan Bersama Keluarga
Sandi mengaku, biasanya menjadikan Sabtu-Minggu sebagai hari untuk keluarga. Itu pun sangat terbatas. “Saya paling suka ke Senayan. Pasti Sabtu olahraga bareng keluarga di sana. Pagi lari, agak siang sedikit pukul-pukul bola, golf,” ceritanya.
Kemudian, biasanya mereka sekeluarga jalan-jalan ke mal. “Sebenarnya, saya paling nggak suka ke mal. Tapi, ya sedikit menyenangkan anaklah,” kata Sandi yang mengaku tak tertarik terjun ke dunia politik.
Sandi lantas tertawa mengingat polah lucu sang anak itu. “Jujur, saya selalu ingin ada di samping mereka. Saya ingin memberikan yang terbaik,” tambahnya dengan mimik serius.
Karena itu, Sandi kerap berangan-angan bahwa sehari itu bukan 24 jam. “Seandainya sehari itu ditambah empat jam saja, tambahan empat jam tersebut akan saya habiskan bersama keluarga,” tegasnya.
Dimata sang anak, Aneesha Uno (19) perempuan berusia 19 tahun ini mengaku sempat ragu dengan niat ayahnya maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jakarta.
“Kan pap tidak memiliki latarbelakang politik sedikit pun,” kata sang anak ketika ditemui dalam salah satu kegiatan keluarganya.
Anneesha melihat Sandiaga bekerja keras untuk mempelajari politik dan juga permasalahan di Jakarta.Mulai dari persoalan pasar, harga barang-barang, perumahan di Jakarta dan lainnya.
“Ternyata lama kelamaan aku lihat dia orangnya kerja keras dan tekun mengabdi di Jakarta. Jadi sekarang aku support aja yang terbaik. Pokoknya buat masyarakat,” sambung mahasiswi Northeastern University ini.
Meski memiliki agenda padat setiap hari, Anneesha melihat Sandiaga selalu menyempatkan diri untuk bertemu keluarga.
Saat siang hari, Sandiaga menyempatkan diri untuk pulang dan sekadar bercengkrama.
Kemudian, Sandiaga juga kerap bertemu dengan anaknya yang nomor dua saat pulang sekolah. Pertemuan itu untuk menanyakan perihal kegiatan anaknya di sekolah.
“Cuma 30 menit di rumah terus pergi lagi. Tapi dia (Sandiaga) masih sempatkan waktu buat kami,” sambung Anneesha. “Saya mendukung penuh langkah papa untuk Jakarta lebih baik,” terangnya.
Sandiaga Uno (4)
Olah Raga dan Tips Awet Muda

Meski sudah menginjak usia 47 tahun, Sandiaga terbilang awt muda. Penampilannya persis seperti pemuda berusia 20an tahun. Tak ada kerutan di wajahnya. Pembawaanya pun cenderung tak seperti seorang bapak-bapak, namun mirip seperti seorang anak muda.
Rahasianya, namun bukan karena kosmetik anti penuaan. Dia justru mengaku, rahasia awet mudanya adalah olahraga.
“Anti aging terbaik adalah olahraga. Saya sih yang penting olahraga, konsumsi vitamin C dan glucosamine untuk kesehatan tulang,” bebernya.

Kebiasaan olahraga pria yang pernah mendapat predikat orang terkaya ke 47 di Indonesia versi majalah Forbes  pada tahun 2013 juga diceritakan sang istri, Nur Asia.
“Rutinitas olahraga bapak itu, lari, renang, kalau jogging biasanya lima sampai tujuh kilometer. Saya juga karena suka diajak lari, jadi senang lari. Mau sedang puasa atau tidak, bapak itu pasti lari,” katanya

Jumat, 03 Juni 2016

Cegah Narkoba, Sandi Uno ingin Anak Muda Sibuk Berwirausaha

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berkomitmen memberantas peredaran narkoba dan minuman keras (miras) di kalangan generasi muda jika ia terpilih sebagai gubernur.
“Peredaran narkoba sudah masuk dalam keadaan gawat darurat ya, mereka juga sekarang mengincar anak-anak di usia yang masih di bawah umur,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/6).
Terlebih, lanjut Sandiaga, belakangan ini banyak kasus pemerkosaan dan pencabulan serta tindakan Kriminal yang terjadi akibat ‎di bawah pengaruh minuman keras (Miras). Selain itu, peredaran narkoba banyak anak usia belasan tahun yang di tangkap akibat kecanduan.
“Kalau ini terus dibiarkan maka generasi penerus kita akan mati karena kecanduan narkoba dan miras. Belum lagi banyaknya remaja yang ditangkap akibat narkoba dan tindakan kriminal,” tuturnya.
Ia pun berjanji kepada masyarakat Jakarta, jika dirinya terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta akan membuat remaja lebih aktif menjalankan aktivitas positif tanpa narkoba dan miras.
“Tentunya saya akan membuat remaja ini sibuk mengisi aktivitas dengan memberikan kegiatan wirausaha,” katanya.
Ia sendiri yakin melalui adanya program wirausaha ini, anak muda menjadi lebih kreatif dan mengisi waktu luangnya untuk kegiatan positif. “Dengan begitu, anak muda jadi malas konsumsi narkoba atau miras,” pungkasnya.

Banyak Pengangguran, Sandi Uno Petakan Lapangan Kerja di Jakarta

Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno atau Sandi Uno menyambangi pemukiman kumuh di sebuah gang sempit, Jalan Budi Mulya, Gang E3-E4, RT 04/10, Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (3/6).
Sandi Uno mengaku di kawasan tersebut masih banyak warga yang tak memiliki lapangan pekerjaan.
"Masih banyak yang belum memiliki pekerjaan tetap, yang dimana mereka bisa dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Cukup memprihatinkan menurut saya dan ini memang masalah fenomenal di setiap pemukiman padat," ujar Sandi Uno.
Kelak dirinya terpilih dan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017 mendatang, Sandi Uno mengaku sudah melakukan pemetaan untuk mengatasi pengangguran di Ibu Kota Jakarta.
"Saya lagi memetakan karena masalah itu sebagai suatu fenomena padat. Gang sempit seperti ini, warga pengangguran banyak dan berekonomi sulit. Kita bidik ibu-ibu di sini untuk membuat sebuah usaha jasa kelas menengah akan mereka menjadi terampil. Tak hanya itu, bapak-bapak dan pemuda di sini juga akan lebih baik dilatih sebuah keterampilan," terangnya.

Kamis, 02 Juni 2016

Sandi Uno: Semoga Ahok Jadi Menteri

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, mendoakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi salah satu menteri di Kabinet Kerja. Hal itu tentunya setelah masa jabatan Ahok sebagai orang nomor satu di Ibu Kota resmi berakhir.
"Mudah-mudahan di 2017 di akhir masa pemerintahan terakhir Pak Basuki, insya Allah. Dia berakhir dengan baik dan menjadi menteri," kata Sandiaga Uno di Recapital Building, Jalan Adityawarman Kavling 43, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).
Sandiaga menilai Ahok pantas menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Alasannya, karena Ahok telah berhasil menertibkan seluruh aparatur negara dengan semua kekuasaan yang dimiliki saat ini.
Sehingga, kata Sandiaga, lebih bagus jika mantan Bupati Belitung Timur itu bisa mereformasi seluruh aparatur di Indonesia, bukan hanya DKI Jakarta.
"Setuju banget jadi Menteri Aparatur Negara. (Pertama) dia berhasil menertibkan dengan kekuasan yang sangat kuat. Kedua, dia mereformasi para aparatur negara, tapi jangan hanya Jakarta, di seluruh Indonesia, dan positif buat bangsa ini. Itu serius lho," kata politikus Partai Gerindra tersebut.
Bagi Sandiaga, akan sangat disayang sekali jika Ahok tidak mendapat posisi dalam pemerintahan saat ini. "Kasihan kan kalau tidak menjabat lagi. Ini tokoh bagus lho untuk bangsa kita. Kita harus cari tempat untuk elemen-elemen yang bagus," sebutnya.
Namun sebelum berakhir kepemimpinan Ahok sebagai gubernur, Sandi menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus berbenah terlebih dahulu terkait laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memberikan opini wajar dengan pengecualian (WDP) menjadi wajar tanpa pengecualian (WTP) agar berakhir dengan baik.
"Sebelum berakhir semoga itu WTP. Saya doakan WTP, sehingga dia berakhir dengan baik dan menjadi menteri," pungkas Sandiaga Uno.

Senin, 30 Mei 2016

Sandi Uno Janji Teruskan Program Ahok Ini

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan curahan hati (curhat) petugas pemeliharaan prasarana dan sarana umum (PPSU) ketika blusukan di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/5). Mereka khawatir tidak akan mendapat perhatian jika Gubernur Basuki T Purnama diganti pejabat baru karena kalah di Pilkada 2017 mendatang. 

"Sekarang nasibnya enak, kesejahteraan PPSU meningkat. Tetapi enggak tahu kalau Ahok (Basuki) udah enggak menjabat bagaimana," ujar salah satu seorang PPSU bernama Dayat di‎ kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/5).

Bukan hanya soal kesejahteraan, mereka bahkan pesimistis PPSU bakal dipertahankan jika terjadi pergantian gubernur. "Kalau gubernurnya beda, ya kita enggak tahu nasibnya jadi bagaimana, soalnya mereka pasti punya peraturan juga," tutur Dayat.

Mendengarkan aspirasi tersebut Sandiaga mengatakan, PPSU adalah program yang bisa dibilang sukses karena manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, dia menilai tidak ada alasan untuk menghapusnya.

Dia pun tegaskan, seandainya terpilih nanti, akan menilai secara objektif program-program gubernur sekarang. Jika memang bermanfaat dan prorakyat, pasti akan dipertahankan. 
"Saya rasa program PPSU sangat baik dan akan diteruskan dan ditingkatkan. Bukan hanya jumlahnya, tapi juga pendapatannya," ujar Sandiaga.

Mengenai kesejahteraan para petugas yang beken dengan sebutan Pasukan Oranye ini, Sandiaga menilai perlu ada kajian yang mendalam. Sehingga imbalan yang diberikan setimpal dengan jerih payah dan jasa mereka.

"Saya mesti lihat dari segi kelayakan hidupnya, dan itu mesti dihitung dengan cermat dan mesti di-benchmark ke profesi serupa supaya bisa memberikan imbalan sesuai dengan jerih payah mereka. Untuk sementara, karena saat ini penyerapan tenaga kerja parah, ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan lapangan pekerjaan," tutup pengusaha ini.

Temui Pedagang Pasar, Sandi Uno Perkenalkan Anak Istri

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengajak istri beserta anaknya saat  mendatangi acara Paguyuban Pedagang Pasar Jakarta Barat di Jalan Haji Junib, Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam acara tersebut, Sandiaga perkenalkan istri dan anaknya ke para pedagang.
"Ini istri saya tercinta, 13 tahun pacaran, 20 tahun menikah. Namanya Mpo Nur Asia," kata Sandiaga sambil memperkenalkan sang istri. Minggu 29 Mei 2016.
Sandi juga memperkenalkan anak sulungnya yaitu Anneesha Uno. "Saya juga ingin memperkenalkan anak sulung saya, Mba Anneesha Uno, umurnya masih 19 tahun," kata Sandiaga.
Saat ditanya mengapa turut hadir di acara sang ayah, Anneesha mengaku ingin tahu kegiatan sang ayah.
"Soalnya aku baru pulang kan (dari Amerika Serikat), terus akupengen tahu aktivitasnya dia gimana. Seberapa keras dia berjuang," kata  Anneesha yang saat ini kuliah di jurusan Communication and Media, Northeastern University, Boston, Amerika Serikat.
Sandiaga mengungkapkan, kedatangannya atas undangan paguyuban pedagang pasar daerah Cengkareng.
"Mereka (pedagang) inginkan adalah Pemprov lebih berpihak kepada para pedagang kecil yang selama ini menopang perekonomian kita tapi menurut mereka saat ini belum diberikan kepadanan yang cukup oleh Pemprov," ucap Sandiaga yang disambut oleh kesenian Campur Sari.
"Jadi kekhawatiran mereka ditampung dalam balutan Campur Sari. Karena mereka rata-rata dari pedagang daerah Jawa. Dan kita juga senang menopang ekonomi kreatif dan sekalian ikut nyawer juga tadi," katanya.

Sabtu, 28 Mei 2016

Sandi Uno: BLT Efektif Disalurkan Ramadhan

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, berencana akan menggelar pasar murah di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Hal itu menurutnya dapat membantu masyarakat Ibukota yang kurang mampu menjalani Ramadan dengan baik.
"Kami lagi coba bekerja sama dengan beberapa pihak untuk melakukannya," kata Sandiaga di kawasan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat Jumat 27 Mei 2016
Sandiaga juga menyadari, adanya operasi pasar atau pasar murah, hanya membantu secara sesaat. Namun secara sistematis, hal tersebut dinilai kurang tepat bagi masyarakat Ibukota. Untuk itu, dia mengatakan harus ada penyelesaian permasalahan dari akarnya
"Jadi, kita harus kembali ke akar permasalahannya yaitu ketidaktersediaan pasokan dan rantai distribusi yang terlalu panjang, tambahnya. 
Selain mengadakan operasi pasar dan pasar murah, Sandiaga menilai, penyeluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan kepada warga kurang mampu, akan sangat efektif dan sangat membantu warga miskin saat Ramadan. Sandi mengatakan besarannya cukup Rp100 ribu saja itu akan sangat membantu.
"Jangan alergi sama kebijakan pemerintah lama. Jadi nanti dikaji lagi karena ini masuk bulan Ramadan BLT salah satu kebijakan yang tepat," ujarnya