Tampilkan postingan dengan label Gerindra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerindra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2016

Sandi Uno: Warga Jakarta Butuh Pemimpin Baru

Calon Wakil Gubernur dari Politisi Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno mengklaim, bahwa 60% warga Jakarta menginginkan sosok pemimpin baru.
"Pasangan calon Anies-Sandi merupakan jabatan yang dirindukan oleh warga jakarta, 60 persen dari warga jakarta menginginkan pemimpin yang baru, oleh karena itu gerindra menangkap dan merasakan hal yang sama," kata Sandi, usai pendeklarasian Roemah Joean, Senin (26/9/2016) kemarin.
Menurut Sandi, warga Jakarta menginginkan kesejahteraan dapat kembali dengan membuka lapangan pekerjaan untuk warga.
"Bahwa warga jakarta menginginkan kesejahteraan bisa kembali, lapangan pekerjaan bisa dibuka, harga bahan baku dan biaya hidup yang bisa dijangkau," kata Sandi.
Sandi juga mengharapkan pada Pilkada DKI Jakarta 2017, demokrasi yang diajukan ialah demokrasi sejuk.
"Mereka juga ingin jakarta kedepannnya lebih harmonis, dan juga demokrasi yang diajukan adalah demokrasi yang sejuk, demokrasi yang tidak memecah belah masyarakat," katanya.
Menurutnya pasangan Anies-Sandi bukanlah duet politik, melainkan pasangan cagub dan cawagub yang siap bekerja.
"Seperti Anies dapat mensejahterakan bidang pendidikan dan saya menguasai bidang ekonomi dan infrastruktur, semoga dapat membawa jakarta lebih baik dan sejahtera," tutupnya.
Untuk diketahui, simpatisan dan kader partai Gerindra berkumpul resmi deklarasikan Roemah Joeang sebagai pos pemenangan pasangan calon Anies-Sandi di jalan Brawijaya IX, Jakarta Selatan. 

Rabu, 07 September 2016

Jurus Jitu Sandi Uno Untuk Menekan Angka Kriminalitas


Pengusaha Muda dan Calon Gubernur DKI Jakarta dari politisi Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, prihatin dengan tingkat kriminalitas yang semakin tinggi saat ini.

Untuk menekan tingginya kriminalitas di tengah masyarakat, khususnya di Ibu Kota Jakarta, dia akan memberi perhatian serius. Awalnya, Sandiaga tidak menjadikan kriminalitas sebagai persoalan utamanya jika diberi kesempatan memimpin Jakarta.

"Aspek kriminalitas awalnya bukan menjadi perhatian utama saya. Tapi, setelah melakukan survei belakangan ini, kriminalitas justru menjadi masalah masyarakat yang mengkhawatirkan," kata Sandiaga saat ditemui di daerah Jakarta Selatan.

Menurut Sandiaga, pendidikan akhlak dan perilaku masyarakat dapat menekan angka kriminalitas yang berkembang dewasa ini. Kesejahteraan masyarakat masih sangat rendah, terutama kalangan masyarakat menengah ke bawah, sehingga potensi kriminal akan semakin tinggi. Dia menilai akar masalah yang dapat dilihat adalah kualitas manusia itu sendiri.

Sandi Uno sapaan akrabnya menilai, anak-anak dan perempuan yang masuk dalam golongan minoritas yang harus dilindungi, tapi justru banyak dijadikan objek kekerasan. Hal itu yang membuat politikus Gerindra da itu prihatin.

"Pengadaan efek jera untuk para pelaku kriminalitas dengan jatuhi hukuman yang berat, itu oke. Tapi, saya kembalikan lagi ke pendidikan dasarnya. Ada yang salah dari pendidikan dasar di Indonesia, khususnya kalau kita bicara dari kacamata bagaimana pendidikan akhlak dan pendidikan perilaku," jelasnya.
Dia menambahkan, jika hasil pendidikan dasar dan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, buruk, maka akan dapat mempengaruhi mereka dalam mencari pekerjaan.

"Memang ada sih anak muda yang sukses. Ada anak muda yang memiliki kinerja bagus, tapi lebih banyak lagi anak muda yang perlu disentuh dasar pendidikannya yang lebih baik lagi," tuturnya.

Rabu, 20 Juli 2016

Kunjungi Glodok, Sandi Uno Menyinggung Masalah Angka Kemiskinan di DKI Jakarta

Peningkatan kesejahteraan terhadap pedagang dan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) menjadi salah satu fokus utama Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno, guna memperbaiki kondisi ekonomi di DKI Jakarta saat ini.
Hal itu diungkapkan Sandi, sekaligus menanggapi rilis Badan Pusat Provinsi (BPS) DKI Jakarta yang menyatakan bahwa, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta mengalami kenaikan sebesar 0,14 poin.‎ Artinya, terdapat peningkatan sebesar 15.630 orang atau meningkat 0,14 poin.
‎"Saya percaya dengan data, terutama survei yang dikeluarkan itu dari BPS. Tentunya, tanpa kebijakan yang jelas mengenai lapangan kerja, tingkat kemiskinan akan tetap meningkat," ujar Sandiaga saat‎ melakukan kunjungan di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Rabu (20/7/2016).
Ketika hendak mengunjungi Wihara Petak Sembilan, dirinya kerap menyapa para pedagang sekitar kawasan itu. Tanpa ragu, Sandi bersama rombongannya turut meminta restu dari tiap warga dan para pedagang yang berjualan.
Selain itu, ia juga menjumpai petugas PPSU‎ yang sedang bekerja. Dalam perjumpaan itu, beberapa PPSU yang sejatinya pekerja bentukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap ada perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan dimasa periode kepemimpinan baru 2017 mendatang.
Merespon keinginan para PPSU itu, ia berjanji tidak akan menghapus keberadaan petugas PPSU apabila ia terpilih menjadi gubernur nantinya.‎ Bahkan Sandi bilang, akan menambah jumlah dan kesejahteraan hidup pasukan oranye.
‎"Beberapa PPSU tadi berharap ada peningkatan kesejahteraan di kepemimpinan selanjutnya. Mereka ingin ada peningkatan dalam bidang pekerjaan, karena tak mau selamanya jadi PPSU. Karena itu, saya melihat pentingnya dalam memberikan pelatihan-pelatihan untuk ciptakan lapangan kerja baru.‎ Ini sekaligus memberdayakan SDM yang ada saat ini," terang dia.
Kawasan Glodok dan sekitarnya, pada nyatanya tak hanya dipadati usaha-usaha elektronik besar. Namun terdapat usaha kecil dan mikro seperti panganan, pasar dan pernak-pernik khas Tionghoa.
Sandi melihat, kekhawatiran warga Jakarta terutama masyarakat Glodok bahwa daerah ini belum bisa dioptimalkan. "Saya sudah kebayang bahwa ke depannya, saya ingin ekonominya berkembang, diangkat kearifan lokalnya," ujar dia.

Kamis, 30 Juni 2016

Rahasia Hidup Bahagia ala Pasangan Sandi Uno dan Nur Asia

Pasangan Sandiaga Uno dan Nur Asia senantiasa memandang penting arti suatu kebahagiaan. Tidak hanya untuk diri sendri, namun juga untuk orang lain. Di tengah-tengah kesibukan, pasangan suami istri ini memberikan rahasia kebahagiaan.
“Kunci pertama adalah bersyukur kepada Allah Swt atas semua nikmat dan ujian yang diberikan. Kami berdua yakin segala sesuatu yang terjadi sudah ada yang mengatur. Tugas kita ya tinggal menjalani sebaik-baiknya,” tutur pria berkacamata ini, di Jakarta, Rabu (2/3).
Sandi dan Nur pernah mengalami masa-masa sulit. Ketika Sandi harus menerima nasib terkena PHK pada 1997, sedangkan pada saat itu mereka baru saja mempunyai bayi kecil anak pertama mereka.
Lalu, Sandi banting stir menjadi konsultan keuangan. Dan, hingga sekarang ini berhasil membangun bisnisnya yang memperkerjakan sekitar 50 ribu karyawan.
Kunci kedua rahasia kebahagiaan pasangan ini adalah menjaga kesehatan. Ini adalah nilai yang dianut oleh mereka berdua. Keduanya pun sering melakukan aktivitas olahraga lari bersama-sama.
“Kalau badan kita sehat kita kan tidak ngerepotin orang lain. Semua bisa kita lakukan sendiri,” ujar Sandi, panggilan akrab Sandiaga.
Sementara Nur Asia, dirinya punya tugas khusus. Selain berolahraga, Nur juga selalu memperhatikan makanan yang disiapkan untuk keluarga. Ibu dari tiga anak — Anneesha Atheera Uno, Sulaiman Saladdin Uno, Amyra Atheefa Uno, ini sangat perhatian sekali dengan asupan gizi dari makanan yang dikonsumsinya.
“Saya sangat concern sekali dengan makanan untuk keluarga. Kalau sayur dan buah ya beli yang fresh di pasar Santa. Selain olahraga, asupan makanan sehat juga sangat penting,” kata Nur menambahkan.
Kunci rahasia ketiga yang membuat pasangan ini selalu hidup bahagia, yaitu berbagi kepada sesama. Jika kita mendapatkan kelebihan rezeki, jangan pernah lupa untuk berbagi kepada yang membutuhkan. Sandi Uno dan Nur Asia pun mempunyai segudang kegiatan sosial.
Lewat kegiatan ‘Berlari Untuk Berbagi’, Sandi yang lahir 28 Juni 1969 di Rumbai, Pekanbaru, ini melakukan kegiatan amal melalui hobinya berlari marathon. Sudah tidak terhitung yayasan sosial dan komunitas yang sudah dibantunya.
Dan, lewat Indonesia Setara dan Mien R Uno Foundation, Sandi juga menyalurkan passionnya membina dan mendidik para pelau usaha mikro dan pengusaha pemula. “Hal ini bertujuan supaya para pemuda Indonesia kelak dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, buka justru mencari kerja,” kata Sandi yang maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017 yang diusung dari Partai Gerindra ini.
Sedangkan Nur Asia, aktif di kegiatan YAMSA (Yayasan Abang Mpok Sayang Anak), yayasan yang peduli dan fokus pada pendidikan dan tumbuh kembang anak di usia dini. 

Senin, 27 Juni 2016

Ini Cara Tetap Bugar Saat Puasa Ala Sandi Uno

Berpuasa membuat Pengusaha Muda dan Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno  harus pintar menjaga kebugaran, apalagi kegiatannya meningkat karena ia akan mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.


"Kita harus jaga asupan makanan, yang paling penting air," kata Sandiaga saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah saat sahur dan berbuka puasa serta memastikan dirinya minum 3 liter air per hari, jumlah yang juga ia konsumsi selain di bulan Ramadhan.

"Saya kurangi minuman yang mengandung gula," kata dia.

Selain menjaga asupan makanan, olahraga pun tidak ia tinggalkan selama berpuasa terutama di pagi hari.

Laki-laki berusia 46 yang hobi lari ini mengaku ia hanya mengganti jadwal berolahraga dan mengurangi porsi selama bulan Ramadhan.

Bila pada hari-hari biasa ia bisa lari hingga 10 kilometer, ia menguranginya menjadi 7 kilometer selama Ramadhan.

Ia memilih berlari setelah subuh atau siang hari karena akhir-akhir ini jadwal berbuka bersama padat.

"Haus sih, tapi nggak apa-apa," kata dia dan tertawa.

Menuju DKI 1: Sandi Uno Diklaim Paling Layak Diusung Gerindra

Ketua Tim Penjaringan‎ Bakal Calon Gubernur (Balongub) DPD Gerindra DKI, Syarif, mengungkapkan bahwa, sosok Sandiaga Salahudin Uno sangat layak untuk memimpin DKI Jakarta.
Bahkan ia mengungkapkan, Sandiaga sudah hampir dipastikan diusung oleh Partai Gerindra untuk bertarung memperebutkan kursi DKI 1‎.
Syarif menyatakan, hingga kini‎ Sandiaga kerap aktif dalam mensosialisasikan diri. Ia sekaligus mengapresiasi langkah Sandiaga untuk terus gencar bersosialisasi di masyarakat.
"Dia (Sandiaga) sempat cerita sama saya mengenai berbagai kegiatan sosialisasinya. Bahkan, dia berniat untuk semakin gencar dalam mensosialisasikan diri. Dari target awal 180 titik wilayah di Jakarta, menjadi 267‎ titik. Bagaimanapun dari upaya tersebut jadi pertimbangan dan penilaian partai kan," ujar Syarif seusai melakukan reses di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, kemarin.
‎Adapun tiga nama yaitu Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsoedin, dan Yusril Ihza Mahendra telah diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. Dirinya mengatakan, hingga kini hanya Sandiaga yang terlihat aktif terjun ke masyarakat.
"‎Calon yang lain ga terlalu kelihatan aktifnya ya. Saya lihat hanya Sandiaga yang aktif ke masyarakat," terang dia.
Kendati begitu, kata Syarif, keputusan tetap berada di DPP Gerindra. Namun, Syarif meyakini nama Sandiaga Uno yang akan ditetapkan oleh Partai Gerindra untuk bertarung di Pilkada 2017 mendatang.
"Sejauh ini melihat upayanya‎, saya rasa Sandiaga yang akan ditetapkan partai untuk maju di Pilkada nanti. Karena, dia memang pantas diberi kesempatan untuk maju," ungkap dia.
Keputusan tersebut, lanjut Sekretaris Komisi A DPRD DKI ini, diperkirakan akan diumumkan pasca lebaran. "Habis lebaran mungkin. Mudah-mudahan sebelum bulan Agustus sudah keluar," tukasnya‎.

Sabtu, 25 Juni 2016

Silaturahmi dengan Warga Tambora, Sandi Uno Dicurhati Guru Honorer


Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi Partai Gerindra Sandi Uno menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama dengan warga yang tergabung dalam Komunitas Tetap Pendukung Sandi Uno di Masjid Baitul Khair, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (24/6).

Dalam silaturahmi tersebut, pria yang akrab disapa Sandi Uno tersebut memaparkan sejumlah visi-mjsinya dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

"Belakangan ini harga bahan pokok cenderung naik. Sepertinya pemerintah gagal dalam mengendalikan harga bahan pokok tersebut," ujar Sandi.

Silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan warga untuk berkeluh kesah kepada Sandi. Salah satunya Darmayanti, guru honorer sekolah swasta yang merasa dianaktirikan dengan guru-guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

"Setifikasi jangan dihilangkan. Kita merasa dianaktirikan dengan guru PNS. Selama ini guru PNS yang diutamakan. Kalau sertifikasi dihilangkan akan menyulitkan guru swasta," keluhnya.

Menanggapi hal itu, kader Partai Gerindra itu mengatakan, dirinya saat ini punya kesamaan visi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengenai status guru honorer.

"Memang guru honorer harus disamakan, jangan dianaktirikan dengan guru PNS," ujarnya.

Kamis, 23 Juni 2016

Prabowo: Sandi Uno Termasuk Putra Terbaik Gerindra

Calon Gubernur DKI Jakarta dari Politisi muda Indonesia Sandi Uno, Pertarungan memperebutkan kursi DKI Jakarta I masih menarik untuk disimak. Salah satu partai yang disorot sepak terjangnya dalam Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017 mendatang adalah Gerindra.
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan proses pencalonan itu bermula dari tingkat bawah seperti DPD DKI, dan kemudian diputuskan bersama dengan Dewan Pembina.
“Nanti saya tunggu mereka, tiga nama, dari Jakarta,” kata Prabowo ketika ditemui di acara buka bersama Fraksi Gerindra, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu 22 Juni 2016.
Sementara itu, mengenai nama-nama yang tengah digodok di DPD DKI itu, Prabowo menyarankan, agar hal itu ditanyakan langsung kepada Ketua DPD DKI.
Kemudian, terkait apakah salah satu nama kuat itu adalah Sandiaga Uno, Prabowo tidak menjawabnya secara langsung. Dia hanya memuji kapasitas Sandiaga.
“Ini kan (proses) sedang berjalan. Yang jelas Pak Sandi Uno adalah salah satu putra terbaik dari Indonesia dan putra terbaik dari Gerindra,” kata Prabowo.

Senin, 20 Juni 2016

Sandiaga Uno Beri Saran Agar Gubernur Harus Lebih Bijak

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, telah mendapat dukungan Partai Golkar untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017. Menanggapi hal tersebut, Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno, mengatakan bahwa dia telah memprediksi hal tersebut sejak awal maju sebagai bakal calon gubernur.
"Seperti yang sudah saya sampaikan selamat kepada Pak Basuki, kami sudah meyakini dan itu sebenarnya sudah terprediksi dari awal bahwa Pak Basuki akan memilih jalur partai," katanya, di Kantor DPW PKB, Jalan Pramuka, Senin, 20 Juni 2016.
Namun, dia optimistis dapat memenangkan hati rakyat. Dengan program-program yang akan dicanangkan, dia merasa dapat bersaing dengan Ahok, sapaan akrab Basuki.
"Kita tetap harus memiliki program yang dikenal masyarakat, yang merakyat. Kemudian PR kita bagaimana meyakinkan para pemilih untuk mendukung calon pemerintahan yang betul-betul bersih dan jujur, serta berpihak pada rakyat kecil," kata Sandiaga.
Jika dia terpilih sebagai calon gubernur nantinya, maka pemerintahan yang ingin dia bentuk bukan pemerintahan yang penuh pretensi, sehingga akan membawa angin segar bagi Ibu Kota. 
Selain itu, dia juga ingin fokus untuk menstabilkan harga pasar, agar rakyat kecil tidak merasa terbebani. Walaupun begitu, dia memberikan saran kepada Ahok agar kiranya bisa bijak dalam mengambil keputusan.

Sandi Uno Seperti Langkah Jokowi Sering Blusukan Dengan Warga

Sudah 132 hari keliling Jakarta memperkenalkan diri sebagai bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno. Selama itu pula, survei popularitas dan elektabilitas terus merangkak naik.
Survei internal terhadap elektabilitas Sandi menyebut pada bulan Januari, elektabilitasnya masih nol. Namun, tiap bulan angka elektabilitas ini meningkat secara signifikan hingga terakhir pada Mei kemarin, elektabilitas Sandiaga menyentuh angka 7.
Jika dibandingkan dengan petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tentu angka ini sangat jauh.
Survei yang dilakukan pada awal Juni oleh Manilka Research and Consulting menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok mencapai 49,3 persen, jauh di atas Sandiaga yang hanya 2,5 persen.
Namun, tetap saja pencapaian ini layak diperhitungkan. Dengan latar belakang sebagai pengusaha, tak mudah memperebutkan panggung politik dengan pejabat dan tokoh lain.
Cara yang dipilih Sandi untuk mendongkrak elektabilitas pun tak sulit. Ia meniru Joko Widodo yang memenangkan Jakarta pada 2012 silam dengan elektabilitas awal yang rendah. Yaitu blusukan dari kampung ke kampung.
"Untuk dapat memahami secara nyata permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Jakarta, pemimpin harus terjun langsung dan mendekatkan diri dengan warganya."
"Blusukan, yang dipopulerkan oleh Presiden Jokowi, merupakan metode yang paling efektif dalam menangkap dan memahami permasalahan warga sehari-hari," kata Sandiaga di Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).
Tercatat sejak memulai sosialisasi pada Februari lalu, Sandiaga telah mengunjungi 105 dari 269 kelurahan di Jakarta. Jumlah ini terus bertambah dengan target menyelesaikan 269 kelurahan sebelum Gerindra mengumumkan bakal calon terpilih yang akan diusung.
Terhitung, Sandiaga dalam waktu sehari bisa mengunjungi tujuh titik sekaligus. Fokus daerah pemilihannya pun terpetakan dengan baik. Sandiaga menyambangi daerah pemenangan Jokowi-Ahok untuk membidik pendukung Ahok yang menurutnya mulai ragu.
Jabatannya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) juga mendorong Sandi untuk mengunjungi pasar-pasar tradisional dan menyapa para pedagang.
Kemudian melalui Setara Foundation, Sandiaga mengadakan pelatihan bagi para pedagang UMKM di kampung-kampung. Pengalaman Sandiaga di dunia usaha menjadi nilai jual terbesarnya.
Alih-alih membicarakan masalah akut Jakarta seperti banjir, macet, dan sampah, Sandiaga lebih banyak menekankan pada masalah kesejahteraan seperti harga bahan pokok dan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Sandiaga selalu membanggakan pengalamannya mendirikan perusahan dari tiga karyawan hingga kini mempekerjakan 50.000 karyawan. Begitu pula dengan harga bahan pokok.
Sandiaga mengaku paham betul permasalahan selama ini adalah rantai distribusi dan kurangnya pasokan.
"Ke depan, Insya Allah kalau saya diberi amanah sebagai gubernur, harga bahan pokok bisa terkendali dan terjangkau," ujarnya.
Selain blusukan, memasang iklan di televisi dan mengembangkan basis relawan juga menjadi cara Sandiaga meningkatkan popularitas. Sandiaga kini memiliki 20 relawan di berbagai daerah di Jakarta yang bertugas mensosialisasikan visi dan misinya.
Pesan terakhir Prabowo ke Sandiaga adalah memperbanyak relawan. Bagi Sandiaga, apa yang dilakukannya sudah tepat sesuai keinginan Prabowo. Ia pun optimistis tak lama lagi namanyalah yang akan diumumkan oleh Gerindra sebagai calon yang akan diusung dalam Pilkada DKI.
"Pak Prabowo akan memilih yang dekat dengan rakyat."

Sabtu, 28 Mei 2016

Sandi Uno: BLT Efektif Disalurkan Ramadhan

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, berencana akan menggelar pasar murah di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Hal itu menurutnya dapat membantu masyarakat Ibukota yang kurang mampu menjalani Ramadan dengan baik.
"Kami lagi coba bekerja sama dengan beberapa pihak untuk melakukannya," kata Sandiaga di kawasan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat Jumat 27 Mei 2016
Sandiaga juga menyadari, adanya operasi pasar atau pasar murah, hanya membantu secara sesaat. Namun secara sistematis, hal tersebut dinilai kurang tepat bagi masyarakat Ibukota. Untuk itu, dia mengatakan harus ada penyelesaian permasalahan dari akarnya
"Jadi, kita harus kembali ke akar permasalahannya yaitu ketidaktersediaan pasokan dan rantai distribusi yang terlalu panjang, tambahnya. 
Selain mengadakan operasi pasar dan pasar murah, Sandiaga menilai, penyeluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan kepada warga kurang mampu, akan sangat efektif dan sangat membantu warga miskin saat Ramadan. Sandi mengatakan besarannya cukup Rp100 ribu saja itu akan sangat membantu.
"Jangan alergi sama kebijakan pemerintah lama. Jadi nanti dikaji lagi karena ini masuk bulan Ramadan BLT salah satu kebijakan yang tepat," ujarnya

Kamis, 26 Mei 2016

Sandi Uno Dianggap Pantas Wakili Gerindra di Pilgub DKI

Partai Gerindra hingga saat ini masih menggodok sejumlah nama yang bakal diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Nama-nama yang santer terdengar di antaranya, Sandiaga Uno, Mayjen TNI Purnawirawan Safrie Syamsuddin, dan Yusril Ihza Mahendra.
Menurut pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara, dari tiga nama tersebut, ia menilai sosok Sandiaga yang pantas mewakili Gerindra di Pilgub DKI. Mengingat Sandi memiliki loyalitas yang tinggi terhadap partai besutan Prabowo Subianto itu.
"Sandi Uno paling pantas mewakili Gerindra dalam Pilkada Jakarta. Apalagi peluang Sandi berperilaku 'kutu loncat' sangat kecil ke depannya seperti yang dilakukan Ahok. Sandi lebih loyal terhadap Gerindra. Jangan lupa, saat ini Jakarta butuh pemimpin baru yang juga ikhlas menuntaskan masa jabatannya sebagai gubernur selama lima tahun, jika terpilih," kata Igor di Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Faktor lainnya, sambung Igor, Sandiaga memiliki sifat santun dan good looking, serta masih berusia muda bila dibandingkan dengan nama lainnya. Bahkan, Prabowo pernah menyebut bahwa salah satu ciri pemimpin ideal adalah yang gagah dan "ganteng" seperti Salahuddin Al-Ayyub.
"Pemimpin muda memang selalu menjadi wabah positif sejak era revolusi kemerdekaan sampai Pilkada Serentak Desember 2015, di mana beberapa daerah sudah memperlihatkan transformasi kepemimpinan kepada yang muda untuk diberi kesempatan menjadi pemimpin lokal di daerahnya," katanya.
Menurut Igor, Sandiaga Uno adalah antitesis calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), baik dari segi sosiologis, identitas dan karakternya. Citranya lebih bisa dipoles dan dibentuk, seperti halnya Joko Widodo dulu yang awalnya tak dikenal menjadi dikenal dan disukai warga DKI.
"Sebagai ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Sandi Uno punya program ekonomi kerakyatan yang cocok bagi Jakarta. Personal brandingnya jauh lebih positif ketimbang negatifnya. Sandi Uno paling pas dicalonkan oleh Partai Gerindra," ujar pengamat dari Universitas Jayabaya itu.
Igor menambahkan, Gerindra saat ini memiliki 15 kursi di DPRD DKI Jakarta, dan untuk bisa mengusung calon memerlukan minimal 22 kursi. Sehingga, masih membutuhkan tujuh kursi lagi. Merujuk dari kans Sandiaga Uno, sambung Igor, ia juga masuk radar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki 11 kursi di DPRD.
Sehingga mitra koalisi kuat dengan Gerindra untuk Pilgub DKI, kata Igor, adalah PKS dengan total kepemilikan 26 kursi. Hal tersebut dinilainya sudah cukup ideal dalam menghadapi Pilgub pada 2017 terlebih untuk kepentingan dan ideologis Koalisi Merah Putih. Selain dengan PKS, Gerindra juga bisa kembali berkoalisi dengan PDIP yang jelas memiliki 28 kursi.
"Di sini kelebihan Sandi Uno, fleksibilitasnya," ujarnya.
Sebagai kader Gerindra, kata Igor, pilihan Sandiaga Uno konsisten memilih maju lewat partai menunjukan bahwa ia turut melawan arus negatif deparpolisasi. Di mana isu tersebut berhembus kencang saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih kembali maju lewat jalur independen.
"Sandi Uno yang paling serius maju di Pilgub DKI 2017, tanpa permusuhan dalam menyerang pribadi Ahok, kecuali program kerjanya untuk warga DKI Jakarta. Apalagi Sandi Uno juga sudah menggaet mantan ketua tim komunikasi Jokowi-Ahok, Budi Purnomo Karjodihardjo sebagai koordinator media centernya. Keseriusan yang dibuktikan dengan kerja nyata adalah poin penting yang dilihat penduduk Jakarta," katanya.

Senin, 23 Mei 2016

Sandiaga Uno Anggap Percuma 'Main' Politik Uang

Sandiaga Uno, mengatakan berdasarkan hasil survei internal yang digelar beberapa waktu lalu mengungkapkan 80 persen warga Jakarta menolak politik uang pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.
"20 Persen terima uang dan tetap pilih calon sesuai keyakinannya," kata Sandiaga Uno dalam perbincangan bersama tvOne, Senin, 23 Mei 2016.
Pria yang akrab disapa Sandi itu tegas menolak politik uang dalam kontestasi politik apapun. Selain bisa dipidana dan pencalonannya digugurkan, politik uang pada Pilkada DKI Jakarta juga dinilainya percuma.
"Kalau ada calon yang mau politik uang sama saja garamin air laut, nggak akan sukses," ujarnya.
Sandiaga Uno sejauh ini terus menggalang dukungan warga Jakarta dengan mendatangi sejumlah wilayah di Jakarta, komunitas maupun tokoh-tokoh masyarakat. Sandi juga aktif melakukan safari politik kepada elit-elit partai agar bisa mengusungnya pada Pilkada DKI 2017 mendatang.
Terkait pencalonannya itu, Sandi yang juga kader Partai Gerindra ini mengaku pasrah, jika partainya nanti tidak memilihnya dan justru menentukan nama lain calon gubernur DKI Jakarta. Ia siap menerima apapun keputusan partainya soal penentuan calon gubernur.
"Saya siap apapun keputusannya: dipilih atau pun tidak dipilih," kata Sandiaga kepada wartawan setelah menghadiri undangan warga Kemayoran, Jakarta, pada Minggu pagi, 22 Mei 2016.

Cara Sandi Uno Bangun Kinerja PNS

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, cara terbaik untuk membangun kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah membuat suasana hati mereka menjadi nyaman. Hal itu pada akhirnya membuat PNS menjadi tenteram untuk bekerja.
Namun, dia menambahkan, tindakan tegas memang perlu dilakukan khusus kepada pekerja yang menyalahi aturan. Menurut Sandiaga, perlu ada penghargaan dan hukuman, bagi yang bekerja baik atau yang sebaliknya.  
"Kalau yang jelek, itu benar kita harus tegas, yang mencuri dan korupsi harus kita tindak," kata Sandiaga saat ditemui di acara pelantikan pengurus Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di Plaza Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 22 Mei 2016.  
Dan untuk PNS yang kinerjanya belum optimal, perlu dibantu dan berkomitmen untuk meningkatkan kinerjanya. Selain itu, Sandiaga menambahkan setuju dengan sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, untuk langsung melakukan pemecatan bagi pegawai yang melakukan korupsi. Sebab, perbuatan tersebut merugikan negara.
"Kalau korupsi harus pecat, saya setuju 100 persen, tapi kalau cuma ada kesalahan, ya ditegur. Tapi ditegurnya itu jangan di depan umum, kalau dipuji boleh (di depan umum)," kata dia.
Sementara itu, dia mengklarifikasi pernyataannya tempo hari tentang PNS Pemprov DKI Jakarta, yang berada dalam posisi ketakutan dalam bekerja. Menurut dia, pernyataan tersebut datang dari salah satu PNS DKI yang menyampaikan curahan hati (curhat) kepadanya.
"Itu bukan saya yang bilang, jadi saya klarifikasi," ujarnya.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa memang ada beberapa PNS yang datang dan melapor, namun tidak ingin disebut namanya. Mereka mengaku bekerja penuh dengan rasa khawatir. "Itu murni dari PNS, saya tidak mau mengklaim itu dari saya," tandas dia. 

Kamis, 19 Mei 2016

Cerita Sandi Uno yang Dulu Tak Dikenal Warga

Sandiaga Salahuddin Uno, atau sering dipanggil Sandi Uno mengatakan, relawannya sudah melakukan survei perebutan kursi orang nomor satu di Jakarta. Hasil survei internal tim relawan, menempatkan Sandi berada diposisi tiga besar.
"Kita punya survei internal, yang mungkin selama ini kita sudah empat kali melakukan survei. Kita tidak akan release, justru data buat kita mengolah startegi dari pada program kita ke depan," kata Sandiaga Uno di Jalan Tirtayasa II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 20 Mei 2016.
Pengusaha sukses ini mengakui, saat ia pertama kali silaturrahmi dan bertemu untuk turun langsung menyapa warga Jakarta, ia sempat tidak dikenal. Namun, dengan kegigihan turun untuk bersilaturahmi dengan mendengarkan aspirasi warga hampir selama 100 hari, popularitas dan elektabilitasnya terus menanjak hingga menembus posisi 3 besar.
"Awal-awalnya itu elektabilitasnya nol, enggak ada yang kenal sama sekali. Saya menjalaninya dengan betul-betul ikhlas dan dengan pengetahuan. Kalau saya ingin di kenal, saya harus kerja keras dengan turun ke akar rumput. Ketemu bukan sama tokoh-tokoh saja. Karena dikenal hanya dikenal elite, tetapi di kalangan akar rumput tidak dikenal sama sekali. Itu terbukti survei pertama dan kedua. Survei terakhir kita sudah menunjukkan masuk tiga besar dan kita tetap pada startegi tidak merelease survei tersebut," ucap dia.
Wakil ketua dewan pembina Partai Gerindra ini juga menerangkan, dari kurun waktu empat bulan, dia bisa mencapai posisi tiga besar.
"Dan, angka popularitas sudah meningkat. Paling enggak, tadi tidak ada yang kenal, sekarang sudah setengah dari warga Jakarta sudah mengenal. Elektabilitas dalam kurun waktu empat bulan ini, tiap enam minggu itu double angkanya," ujarnya.
Dengan terus meningkatnya populeritas dan elektabilitas, Sandi Uno berharap, hal itu bisa menjadi nilai tawar untuk menjadi calon alternatif menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang lainnya untuk menjadi penantang Ahok.
"Jadi, pada suatu saat dengan kondisi yang seperti sekarang, kita berharap kita bisa menjadi pesaing alternatif yang bisa untuk mengkonsolidasi semua calon-calon lain, sehingga ada posisi yang kuat yang bisa kita tawarkan," ujarnya.

Rabu, 18 Mei 2016

Temui warga Bukit Duri, Sandi Uno tegaskan lagi masalah-masalah Jakarta


Sandiaga Uno, pada Rabu sore memenuhi undangan warga RW 001 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut Sandi menegaskan kembali dua permasalahan utama yang masih mendera Jakarta, yakni ketersediaan lapangan kerja dan tingginya harga kebutuhan pokok.

"Itu yang banyak saya dengan dari tiap pertemuan dengan warga. Untuk lapangan kerja, saya punya latar belakang pengusaha jadi berpengalaman untuk menciptakan lapangan kerja," kata Sandi di hadapan warga.

Selain menyoroti dua masalah tersebut, Sandi juga menemui kenyataan bahwa berbagai langkah pembangunan yang ditempuh DKI Jakarta selama ini sebagian besar masih belum berpihak kepada rakyat kecil.

"Lebih berpihak pada yang punya uang. Walaupun saya datang dari kelompok elit, saya ingin turun supaya bisa menciptakan Jakarta yang lebih baik pada 2017 nanti," kata Sandi.

Sandi berkeliling di rumah-rumah warga RW 001 untuk menyapa sembari memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginannya maju mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta.

Sembari berkenalan, Sandi juga membagikan lembar aspirasi dan usulan yang nantinya akan dikumpulkan tim relawannya untuk mengetahui apa-apa saja permasalahan yang dihadapi warga.

"Itu ikhtiar kami menangkap aspirasi dan usulan masyarakat akan apa yang mereka inginkan buat Jakarta ke depannya. Itu jadi bentuk interaksi nyata kami supaya kunjungan begini bukan cuma acara 'selfie-selfie' semata," kata pria yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Dua masalah yang disebutkan sebelumnya termasuk masalah-masalah utama yang dia temui dari lembar aspirasi tersebut, selain mengenai kepastian lahan tinggal alias penggusuran.

"Karena saya banyak menyapa ke daerah padat penduduk yang boleh dibilang strata ekonominya menengah ke bawah, yang nomor satu di lembar aspirasi itu masih soal kepastian lahan hidup mereka khawatir digusur," ujarnya.

Meski berstatus Dewan Pembina Gerindra, Sandi sudah aktif mengikuti penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta di beberapa partai lain termasuk PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat.

Sandiaga Uno Sebut Indonesia Darurat Kejahatan Seksual

Akhir-akhir ini marak terjadinya kejahatan seksual terhadap anak-anak dan perempuan. Bahkan kejahatan tersebut disertai dengan pembuhunan dengan keji.
Berawal dari kasus Yuyun (14) bocah SMP yang diperkosa dan dibunuh oleh 14 orang, Seorang gadis di Manado diperkosan oleh 19 pria, bahkan kasus lain yang serupa pun terus bermunculan.
Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno pun ikut mengomentari kasus kejahatan seksual tersbut. Menurutnya, Indonesia sudah masuk ke zona darurat kekerasan seksual.
“Bahwa ini sudah menghkhawatirkan akar permasalahannya mesti tahu, pendidikan atau lingkungan kita yang salah. Yang tidak memberikan pelajaran atau pengetahuan. Kita tidak mau kan perempaun ibu anak kita menjadi korban,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (18/5/16).
Menurut Sandi, peran pendidikan agama bisa meminimalisir terjadinya angka kejahatan seksual,  “Pendidikan itu penting, bisa dari agama. Pasalnya, ini sudah mengkhawatirkan sekali. Perbuatan ini sangat tidak baik dan bertentangan dengan norma,” ujarnya.

Selasa, 17 Mei 2016

Solusi yang Ditawarkan Sandiaga Uno Atasi Kemacetan di Jakarta

Kemacetan menjadi persoalan kompleks di Ibu Kota Jakarta, sehingga dibutuhkan solusi yang drastis untuk mengatasinya, kata Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerakan Indonesia Raya Sandiaga Salahuddin Uno.
"Saya kepikiran moratorium mobil baru. Produksi boleh saja, tapi di Jakarta, khususnya plat B jangan ditambah dulu," ujar Sandiaga Uno saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Menurut Sandi, jumlah kendaraan yang berlebih di Jakarta dan belum adanya transportasi publik yang memadai menjadi biang keladi kemacetan lalu lintas di kota ini.
Ia menambahkan, hal tersebut diperparah dengan jumlah kendaraan yang terus mertambah tidak dibarengi dengan bertambahnya jumlah pembangunan jalan.
Sandi menyadari, bahwa ide tersebut akan mendapat penolakan dari berbagai pihak, namun ia akan mencari solusi lain untuk menyelesaikan penolakan tersebut.
"Ini pasti ada yang teriak nih, industri otomotif kan. Kan harus ada give and take, kuncinya adalah kepemimpinan. Itu juga merupakan pendapat para ahli, nanti kita pikirkan soal penyerapan tenaga kerja dan sebagainya," kata Sandi.

Minggu, 15 Mei 2016

Sandiaga Uno Optimistis Kantongi Dukungan NU


Sandiaga Uno sesumbar bisa meraih simpati dari komunitas keagamaan dalam Pilkada DKI 2017.

Menurutnya, dengan cara melakukan pencitraan menyapa dan mendengar aspirasi warga, hal ini dianggap ampuh untuk menarik simpati kelompok berbasis agama, salah satu dari NU DKI.

"Optimis ya, selama kita didukung oleh rakyat, selama kita terus hadir dalam diskusi, penyapaan, dan silaturahmi dengan warga, insya Allah kita bisa dapat dukungan dari tokoh masyarakat dan organisasi seperti NU," ujar Sandiaga di Meruya Utara, Jakarta Barat, Minggu (15/5).

Sebelumnya diketahui, ‎pengurus Partai Gerindra tingkat DPD DKI Jakarta menyambangi Kantor DPW Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta di Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (14/5) sore.

Menurut Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra, M Taufik, tujuan kedatangan mereka menemui pengurus NU adalah mendiskusikan dan memintai pendapat tentang tiga bakal calon gubernur Gerindra saat ini, yaitu Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, dan Sjafrie Sjamsoedin.

"Ini merupakan langkah dari Gerindra untuk menangkap aspirasi daripada tokoh masyarakat, tokoh agama," ujar Sandiaga.

Ia tak menampik bahwa Sjafrie dan Yusril memiliki kedekatan dengan sejumlah kelompok berbasis agama. Namun ia yakin, dirinya juga mampu menghasilkan konsolidasi dengan berbagai kelompok.‎

Wakil Ketua DPW NU DKI Syamsul Ma'arif menegaskan, NU tidak akan pernah melibatkan diri dalam politik praktis.

NU tidak akan menunjuk figur ataupun terlibat dalam dukung mendukung figur itu, termasuk pada Sandiaga Uno.

Sumber Referensi : Rmol