Tampilkan postingan dengan label Lapangan Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lapangan Pekerjaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2016

Sandi Uno, Pengusaha Besar yang Lahir Dari "Kecelakaan"

Mungkin saat ini nama Sandiaga Uno (46) cukup sering mampir di telinga anda. Calon Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno awalnya bukan tokoh yang sejak awal besar di dunia politik. Sandi justru besar dalam dunia bisnis sebagai salah satu pengusaha muda paling brilian semenjak 1 dekade yang lampau.
Pemilik nama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno ini lahir di Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau pada 28 Juni 1969.
Kemudian, pada tahun 1993 ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994). Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 Dollar AS per bulan. Namun, krisis moneter  sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan  tempatnya bekerja bangkrut. Sandiaga muda adalah lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude. Sandiaga yang baru lulus lantas mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.
Sandi pun terpaksa menelan pil pahit dan pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran. Meskipun demikian, karena kejadian tersebut, Sandi Uno kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha.
“Saya memang tidak punya kemewahan untuk memilih jalan hidup sebagai pengusaha. Saya jadi pengusaha itu karena murni kecelakaan. Karena kondisi ekonomi waktu itu sangat terpuruk, saya tahu tidak mungkin diterima bekerja ditempat lain. Saya dipaksa merubah cara berpikir saya menjadi seorang pengusaha. Alhamdulillah, ternyata ini memang jalan yang Allah tunjukkan,” kata Sandiaga dalam wawancara khusus dengan Suara.com, di Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Awal karis bisnis Sandi dimulai pada tahun 1997 saat mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors  bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani (kini menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin). 
Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.
Berbekal jejaring  yang bagus dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandiaga sukses menjalankan bisnis  tersebut. Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan. 
Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali , antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional  (BTPN), dan PT Astra Microtronics.
“Bidang usaha saya akhirnya berkembang ke keuangan, sumber daya alam, barang-barang konsumsi, dan infrastruktur,” tambah Sandiaga.
Sandiaga tak cuma sibuk berbisnis, ia juga sangat aktif berkecimpung di organisasi yang berhubungan dengan dunia usaha. Bahkan pada periode 2005-2008, Sandiaga terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Kini di era kepengurusan Rosan sebagai Ketua Umum Kadin, Sandiaga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif.
Sandiaga pernah dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta Dollar AS.  Sementara, pada 2008 ia juga pernah dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset 245 juta Dollar AS. Pada 2009 Sandiaga masuk sebagai pendatang baru dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Majalah tersebut menuliskan Sandi memiliki kekayaan sebesar 400 juta Dolar AS dan berada di peringkat 29.
Walau demikian, Sandiaga tak menganggap berbagai predikat diatas sebagai prestasi utama sebagai pengusaha. Menurutnya, itu hanyalah bentuk penghargaan komunitas dunia usaha terhadap kiprah dirinya sebagai pengusaha. “Bagi saya itu justru menjadi motivasi bagi saya bagaimana lebih baik dalam menciptakan lapangan kerja dan memajukan ekonomi Indonesia agar lebih baik,” tambah Sandiaga.
Kiprah Sandiaga dalam dunia bisnis tidak main-main. Ia tercatat duduk sebagai anggota Dewan Direksi di beberapa perusahaan. Mulai dari PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, Interra Resources Limited, PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK.
Sandiaga juga tercata sebagai pemilik 51 persen saham Mandala Airlines pada Mei 2011.
Namun sejak 16 April 2015, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai salah satu direktur PT Adaro Energy Tbk.  Tak Cuma itu, pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk pada 10 Juni 2015, ia resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
Ia melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan tersebut karena ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Posisinya di Saratoga digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya dan cucu dari pendiri Astra International William Soeryadjaya. 
“Saya akhirnya memang memilih fokus dalam dunia politik dan meninggalkan dunia usaha. Karena saya yakin kita tidak bisa hidup di dua alam politik dan ekonomi sekaligus. Kalau dipaksakan, akan banyak benturan kepentingan. Saya mundur dari 18 posisi Direksi di berbagai perusahaan,” tambah Sandiaga.
Menurutnya, keputusan terjun total ke dunia politik karena ingin memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat. Walaupun sebagai pengusaha juga bisa memberikan dampak luas kepada masyarakat, namun ajakan politik dari Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto mengajak agar membangun ekonomi nasional yang berpihak rakyat kecil serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Ini memang tugas yang berat, semoga saya bisa melaksanakannya,” tutup Sandiaga.

Rabu, 08 Juni 2016

Sandi Uno, Pengusaha Sukses dari Sebuah Kecelakaan

Pernah mendengar sesok pengusaha lantaran hasil kecelakaan? Ya, itulah Sandiaga Uno. Tokoh satu ini dikenal sebagai salah satu pengusaha Indonesia yang sangat berhasil. Beliau kerap menjadi pembicara utama di berbagai seminar-seminar kewirausahaan atau enterpreneurship.
Pria yang bernama komplit Sandiaga Salahudin Uno ini lahir di Rumbai, Pekanbaru, Riau pada 28 Juni 1969. Beliau adalah anak dari Sandiaga Kosastra.
Saat ini total kekayaan Sandiaga Uno diperkirakan hingga $795 juta & termasuk dalam deretan orang paling kaya di Indonesia. Tentang kehidupannya, Sandiaga Uno adalah orang yang cerdas, perihal ini terbukti disaat beliau kuliah di Wichita State University di Kansas, Amerika, beliau sukses lulus dengan predikat Summa Cum Laude. Selepas lulus dari Wichita State University, beliau selanjutnya bekerja di Bank Summa milik William Soeryadjaya.
Tahun 1993  beliau mengawali bekerja di Singapura & memilih bergabung bersama perusahaan Investasi bernama Seapower Asia Investment Limited sebagai manager Investasi. Dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1995, beliau kemudian pindah ke Kanada & bekerja di perusahaan bernama NTI Resources Ltd dengan posisi sebagai Executive Vice President NTI Resources Ltd.
Gajinya saat itu sebesar 8.000 Dollar perbulan. Namun seperti kata pepatah "Roda Kehidupan senantiasa berputar". Badai krisis moneter yang berlangsung pada tahun 1997, mengakibatkan perusahaannya juga terkena imbasnya. Perusahaannya kemudian bangkrut & mulai melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) termasuk pada beliau.
Apa langkahnya kemudian? Dengan memutar ide & otak hasilnya beliau memilih untuk kembali ke Indonesia & memulai bisnis baru. Meskipun statusnya ketika itu sebagai pengangguran. Langkah pertama yang dilakukannya ketkika di Indonesia adalah mencari pekerjaan baru tapi akhirnya tak seperti yang di inginkan, lamaran pekerjaanya bahkan di tolak oleh 25 perusahaan.
Pengalaman memang lah mengajarkan segalanya. Hal inilah yang kemudian menjadi titik balik dari seorang Sandiaga Uno, beliau setelah itu mengganti mindsetnya dari karyawan menjadi seorang pengusaha.
"Saya ini menjadi seorang pengusaha sebab 'kecelakaan'. Sebagai seorang pengusaha yang lahir dari kecelakaan, saya tak mendesain jadi seorang pebisnis," ujar Sandiaga Uno.
Pengalaman yang dimiliknya ia pakai untuk mencoba menciptakan perusahaan bernama PT Recapital Advisors pada tahun 1997 yang bergerak di bidang jasa konsultan keuangan. Tak semuanya yg di harapkan senantiasa berlangsung mulus, kabar buruknya adalah tidak sedikit calon klien memandang sebelah mata kemampuan dari Sandiaga Uno.
Siapa sangka, berkat kemauan & etos kerja nya, sosok Sandiaga Uno yang berawal dari kecelakaan kini menjabat sebagai Komite Ekonomi Nasional dan bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia.
Beliau juga aktif sebagai pembicara utama diberbagai seminar kewirausahaan, menurutnya keberanian serta optimisme merupakan kunci pembuka jalan untuk meraih kesuksesan hari esok, menurutnya jejaring relasi hanya menyumbang 30% kesuksesan selebihnya berasal dari kerja keras dan juga menjadi kepercayaan.

Sandi Uno, Korban PHK yang Kini Siap Bersaing untuk Kursi DKI 1

Gubernur DKI Jakarta rupanya menarik sejumlah orang untuk mendudukinya. Mulai dari politisi, artis hingga pengusaha berlomba-lomba menarik dukungan masyarakat untuk memenangkan perlombaan Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung 2017 mendatang.
Tak terkecuali bagi pengusaha muda kaya nan sukses, Sandiaga Salahuddin Uno. Pria berusia 47 tahun ini belakangan gencar terjun ke masyarakat untuk mensosialisasikan programnya menuju DKI 1. Ia sendiri menceritakan alasannya mengapa berhasrat sekali menjadi pemimpin Jakarta.
“Saya dapat saran dari pak Prabowo Subianto (ketua DPP Gerindra) untuk maju. Setelah saya pikir-pikir kenapa saya selama ini kurang berperan di masyarakat. Hal itulah yang membuat saya untuk membenahi kota ini mulai dari level bawah (rakyat kecil),” kata Sandiaga saat berbincang di daerah Jakarta beberapa waktu lalu.
Hampir setiap hari Sandiaga turun ke masyrakat kecil di pelosok Jakarta untuk mensosialisasikan programnya. Panas terik dan hujan ia lawan demi mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Kalau kita ga ketemu mereka (rakyat kecil)n kita ga tahu apa yang terjadi. Dengan bertemu, aspirasi didengar lalu dipikirkan bagaimana cara memperbaikinya. Ternyata ya ujung-ujungnya mereka perlu penghasilan. Karena saya lama bergelut di bidang usaha, ya saya berikan bantuan bagaimana cara mengelola usaha yang baik dan benar,” katanya.
Salah satunya, Sandiaga juga pernah bertemu dengan masyarakat di pinggiran Tanjung Priok yang dikenal memiliki permasalahan ekonomi dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Ia pun bertemu langsung dengan Sabri Saiman, tokoh masyarakat Tanjung Priok yang mengerti benar permasalahan di daerahnya.
“Saya diminta untuk lebih bijak dan peka terhadap masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Sandi ini.
Sandiga paham betul, permasalahan yang terjadi di ibu kota sebagaian besar dipicu permasalahan perut. Tindak pidana kriminalitas jalanan justru dapat dihindari salah satunya dengan pemberian bantuan modal kerja. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kewirausahaan kepada para narapidana yang mendekam di dalam penjara.
Beberapa waktu lalu, Sandiaga memberikan pendampingan kewirausahawan kepada para napi di LP Cipinang. Dalam kegiatan itu, Sandi berbagai pengalaman usaha dan tipsnya untuk sejumlah tahanan kasus narkoba itu.
“Saya ajarkan bagaimana cara mereka untuk bangkit dari keterpurukan. Salah satunya dengan memberikan motivasi dan penambahan skill bekerja agar kedepannya mereka tak menjadi pelaku kejahatan jika sudah berad di masyarakat,” ujarnya.

Senin, 06 Juni 2016

Lima Alasan Kenapa Memilih Sandi Uno

Setelah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengumumkan untuk tidak maju dalam perebutan kursi DKI 1, Partai Gerindra langsung banting setir dan menjagokan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Uno, untuk menjadi penantang Ahok di Pilgub DKI nanti.
Pemilihan Sandiaga Uno sebagai kuda hitam Ahok langsung menuai banyak respon positif. Pakar psikologi politik, Hamdi Muluk, misalnya, menilai, pemilihan Sandi sudah sangat tepat, sebab dialah yang paling potensial untuk menjadi lawan tangguh Ahok 2017 nanti.
Secara keseluruhan, ada 5 alasan mendasar kenapa Sandi adalah pilihan yang tepat buat warga Jakarta, antara lain:
1. Pengusaha Sukses di Usia Muda
Sosok Sandiaga Uno begitu fenomenal. Ia tercatat dalam 100 orang terkaya di Indonesia dan diperolehnya hanya dalam waktu singkat. Mungkin hanya 10 tahunan.
Kemampuannya mengakselesai kesuksesan ini tentu saja menjadi barometer kinerja dan ketekunannya dalam membangun bisnisnya.
2. Sederhana
Sandiaga Uno Adalah Sosok Inspiratif karena kesederhanaannya. Sandiaga Uno adalah tokoh yang patut ditiru oleh anak muda saat sekarang ini. Beliau adalah sosok yang sangat luar biasa, walau termasuk dalam 40 orang terkaya di Indonesia. Beliau tetap tampil sederhana dan bersahaja. Bersahabat dengan siapapun, tak pernah pandang bulu. Bahkan, orang se-fenomenal dia masih mau mengurusi pasar rakyat tradisional dengan segala tetek bengiknya.
Selain itu, ia juga tak ragu belanja sendiri di pasar-pasar tradional, lari pagi bersama warga, dan lain-lain.
3. Cerdas dan Religius
Sandiaga Uno ada sosok Wirausaha Muda yang cerdas dan pintar, terbukti dengan predikat Cum Laude yang diraihnya di salah satu Perguruan Tinggi di Amerika Serikat dengan IPK 4.00. Selain Cerdas Beliau pun taat agama, di akun twitter resminya Beliau menulis bahwa beliau tidak pernah absen untuk mengerjakan Sholat dhuha di setiap paginya.
Yang paling mengagumkan dari sosok Sandi adalah karena dia masih sempatkan diri berpuasa Senin-Kamis.
4. Peka Sosial
Keterlibatan Sandiaga Uno dalam mengurus ekonomi kerakyatan dalam bentuk pasar tradisional adalah bukti kepekaan beliau terhadap urusan sosial dan rakyat kecil. Buktinya, di sela-sela kesibukannya, dia bersedia menjadi ketua pedagang pasar tradisional.
Posisinya tersebut tentu saja sangat penting. Karena hal ini juga akan menjadi tanda bahwa dia tidak akan semena-mena untuk melakukan sweeping terhadap pedagang grosir-grosir terkait barang-barang yang dijual. Karena dia mengerti betul, bagaimana sulitnya para pedagang grosir untuk mendapatkan produk-produknya agar mendapatkan stempel SNI. Sudah pasti dia mengerti cara mempermudah pengurusannya,” jelas Arief.
Tak hanya itu, pria kelahiran Rumbai itu adalah sosok mendirikan yayasan M.R Uno Foundation yang bergerak di bidang pemberian beasiswa kepada mahasiswa – mahasiswi seluruh Indonesia yang memenuhi kualifikasi, dan juga program pendampingan pada wirausaha pemula. Bapak dua anak ini juga terkenal sebagai orang yang aktif di Organisasi nasional, beberapa organisasi yang beliau gandrungi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Beliau pernah menjadi ketua umum di organisasi tersebut, sekarang beliau menjabat sebaik dewan pembina organisasi yang di ketua Raja Sapta Oktohari itu.
5. Dekat Keluarga
Sosok Sandiaga Uno juga dikenal dekat dengan keluarga. Dalam sebuah wawancara beliau sempat mengatakan Bahwa “saya merasa tidak adil dengan keluarga saya, saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bisnis” dari kutipan tersebut, kita menyimpulkan bahwa Sandiaga Uno adalah sosok yang sebelum menjadi milyader adalah sosok yang dekat dengan keluarga. Walau sekarang kuantitas berkurang karena tuntutan sebagai wirausaha dengan omzet trilyunan rupiah. Sandiaga uno begitu mengispirasi kita, beliau adalah anak muda yang produktif dan patut menjadi panutan anak muda jaman sekarang.
Keluarga sukses dan bahagia yang dibangun Sandi adalah cerminan keluruhan sikap dan kepribadiannya. Dan tentu saja, ini menjadi ukuran panting bagi seorang pemimpin.

Minggu, 05 Juni 2016

Sandi Uno, Gaji Petugas PPSU Layak Dinaikkan

Kinerja petugas Penanganan Prasarana dan sarana Umum (PPSU) diapresiasi. Bahkan tenaga honorer yang dikenal dengan sebutan pasukan orange tersebut dinilai layak untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Menurut Wakil Ketua Dewan Pembinan Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, petugas PPSU telah menunjukkan kinerja nyata dalam mengurus lingkungan. Sehingga ia menilai tidak ada alasan siapapun nantinya menjabat sebagai gubernur untuk menghilangkan keberadaan petugas ini.
“Malah sebaliknya gubernur ke depan harus menambah gaji meraka karena memang mereka telah sukses menjalankan tanggung jawabnyanya,” ujar Sandiaga saat mengunjungi warga di Jalan Tambora III. Gang 7 R2 5 Jakarta Barat.
DITERUSKAN
Dengan demikian ia berharap bila nantinya Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak lagi menjabat, petugas PPSU tidak lagi khawatir memikirkan nasibnya. “Saya rasa program PPSU sangat baik dan akan diteruskan dan ditingkatkan. Bukan hanya jumlahnya, tapi juga pendapatannya,” ujar Sandi.
Pernyataan Sandi ini sekalgus menjawab pertanyaan petugas PPSU ynag mengikuti acara kunjungan tersebut. “Sekarang nasibnya enak, kesejahteraan jadi PPSU meningkat. Tetapi enggak tahu kalau Ahok udah enggak menjabat bagaimana, kita masih ada atau enggak,” ujar salah satu petugas PPSU, Daryo (36) di‎ kawasan Tambora, Jakarta Barat.
Daryo mengaku khawatir, gubernur yang baru nantinya tidak melanjutkan program Ahok dalam meningkatkan kesejahteraan PPSU. “Kalau gubernurnya beda, ya kita enggak tahu nasibnya jadi bagaimana, soalnya mereka pasti punya peraturan juga,” ucapnya.

Jumat, 03 Juni 2016

Banyak Pengangguran, Sandi Uno Petakan Lapangan Kerja di Jakarta

Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno atau Sandi Uno menyambangi pemukiman kumuh di sebuah gang sempit, Jalan Budi Mulya, Gang E3-E4, RT 04/10, Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (3/6).
Sandi Uno mengaku di kawasan tersebut masih banyak warga yang tak memiliki lapangan pekerjaan.
"Masih banyak yang belum memiliki pekerjaan tetap, yang dimana mereka bisa dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Cukup memprihatinkan menurut saya dan ini memang masalah fenomenal di setiap pemukiman padat," ujar Sandi Uno.
Kelak dirinya terpilih dan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017 mendatang, Sandi Uno mengaku sudah melakukan pemetaan untuk mengatasi pengangguran di Ibu Kota Jakarta.
"Saya lagi memetakan karena masalah itu sebagai suatu fenomena padat. Gang sempit seperti ini, warga pengangguran banyak dan berekonomi sulit. Kita bidik ibu-ibu di sini untuk membuat sebuah usaha jasa kelas menengah akan mereka menjadi terampil. Tak hanya itu, bapak-bapak dan pemuda di sini juga akan lebih baik dilatih sebuah keterampilan," terangnya.

Senin, 30 Mei 2016

Sandi Uno Janji Teruskan Program Ahok Ini

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan curahan hati (curhat) petugas pemeliharaan prasarana dan sarana umum (PPSU) ketika blusukan di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/5). Mereka khawatir tidak akan mendapat perhatian jika Gubernur Basuki T Purnama diganti pejabat baru karena kalah di Pilkada 2017 mendatang. 

"Sekarang nasibnya enak, kesejahteraan PPSU meningkat. Tetapi enggak tahu kalau Ahok (Basuki) udah enggak menjabat bagaimana," ujar salah satu seorang PPSU bernama Dayat di‎ kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/5).

Bukan hanya soal kesejahteraan, mereka bahkan pesimistis PPSU bakal dipertahankan jika terjadi pergantian gubernur. "Kalau gubernurnya beda, ya kita enggak tahu nasibnya jadi bagaimana, soalnya mereka pasti punya peraturan juga," tutur Dayat.

Mendengarkan aspirasi tersebut Sandiaga mengatakan, PPSU adalah program yang bisa dibilang sukses karena manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, dia menilai tidak ada alasan untuk menghapusnya.

Dia pun tegaskan, seandainya terpilih nanti, akan menilai secara objektif program-program gubernur sekarang. Jika memang bermanfaat dan prorakyat, pasti akan dipertahankan. 
"Saya rasa program PPSU sangat baik dan akan diteruskan dan ditingkatkan. Bukan hanya jumlahnya, tapi juga pendapatannya," ujar Sandiaga.

Mengenai kesejahteraan para petugas yang beken dengan sebutan Pasukan Oranye ini, Sandiaga menilai perlu ada kajian yang mendalam. Sehingga imbalan yang diberikan setimpal dengan jerih payah dan jasa mereka.

"Saya mesti lihat dari segi kelayakan hidupnya, dan itu mesti dihitung dengan cermat dan mesti di-benchmark ke profesi serupa supaya bisa memberikan imbalan sesuai dengan jerih payah mereka. Untuk sementara, karena saat ini penyerapan tenaga kerja parah, ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan lapangan pekerjaan," tutup pengusaha ini.

Kamis, 26 Mei 2016

Sandi Uno Sukses Kerena Ilmu yang di Pelajari dan Nasehat dari Orang Tua


“Sukses itu relatif, tapi pasti berorientasi pada kebahagiaan. Dan ingat kesuksesan itu harus dijemput, karena ia tidak datang dengan sendirinya” (Sandiaga S Uno), papar beliau saat menjadi pembicara di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Pertama kali mendengar nama beliau ketika menyandang gelar mahasiswa dan menggeluti manajemen dan bisnis. Nama beliau bahkan sering dikumandangkan ketika berbicara mengenai entrepreneurship. Kekaguman langsung mengarah kepada sosok pengusaha muda ini, terlebih karena beliau disebut-sebut sebagai salah satu orang tersukses di Indonesia.

Beliau sering mengatakan bahwa sosok Ibu yang membuatnya bisa seperti sekarang ini, dukungan istri yang tak pernah lekang oleh waktu sejak saat mereka merintis karir hingga sekarang. Beliau pernah mengatakan seperti ini “Seperti mama, dia selalu membuatku selalu bahagia. Mungkin karena itu, aku selalu tak bisa lepas dari kedua wanita ini di dalam hidupku”. Oleh karena itu saya mencoba mendeskripsikan profil beliau dalam tulisan sederhana ini yang kemudian dikaitkan dengan tipe kepemimpinan.

Sandiaga Salahudin Uno atau sering dipanggil Sandi Uno, atau sapaan akrabnya  di twitter adalah Pak Sandi atau mas Sandi. Beliau lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969 (umur 47 tahun) dan sekarang  sebagai pengusaha terkenal asal Indonesia. Beliau lahir di daerah Riau karena sang ayah kala itu tengah bekerja di perusahaan Caltex di daerah tersebut. Selama kurun waktu 10 tahun, sang ayah bekerja di perusahaan asing itu.

Beliau kecil dididik dalam lingkungan keluarga yang mengajarkan sisi keagamaan dan kedisiplinan yang kuat. Salah satu yang ditonjolkan di dalam keluarganya adalah kesopanan dan etika yang sangat dijunjung tinggi, terlebih lagi dari sang ibu, Mien Uno. beliau menikah dengan Nur Asia dan memiliki dua orang putri dan satu orang putra yang kemarin baru terlahir.

Sosok beliau ternayat memiliki hobi bermain bola basket dan pernah menjadi Manajer untuk Tim Nasional Bola Basket Putri Indonesia pada SEA Games 2005 di Manila, Filipina.  Kesukaannya pada basket banyak membantu dalam kesuksesan bisnisnya saat ini. Beliau mengatakan bagaimana basket tidak hanya membutuhkan stamina yang kelak membantunya agar tetap sehat dan bugar kendati didera kerugian namun juga kerja sama tim dan kepemimpinan yang baik. “Dalam basket harus pula dibuat strategi bermain cantik,” kata Sandi yang selalu menjadi guard karena tubuhnya yang tak terlalu tinggi. Ini berarti dialah yang mengatur permainan dan strategi yang diterapkan.

Pendidikan
Sekitar tahun 1970-an, Sandiaga Uno pindah meneruskan sekolah ke Jakartabersama anggota keluarga lainnya. beliau kecil mengenyam pendidikan di SD PSKD. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Negeri di Jakarta dan sebuah SMA Swasta Katolik di kotayang sama. Beliau mendapat gelar Bachelor of Business Administration dengan predikat summa cum laude dari Wichita State University pada tahun 1990. Setelah lulus, ia tak lantas kembali ke tanah air karena langsung melanjutkan pendidikan Master of Business Administration di The George Washington University, Washington di negeri Paman Sam. Pada tahun 1992, beliau berhasil meraih gelar Masters of Business Administration dari George Washington University. Beliau lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00

Organisasi dan Karir
Pada tahun 1993 Sandiaga Uno bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994). Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan. Namun, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Beliau pun tidak bisa lagi meneruskan pekerjaanya tersebut. Beliau pulang keIndonesia dengan predikat pengangguran. Meskipun demikian, karena kejadian tersebut, beliau kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha. Pada tahun 1997 Sandi Uno mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya.

Kemudian Sandiaga Uno mendirikan Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Saratoga Capital berkonsentrasi dalam bidang sumber daya alam dan infrastuktur. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan juga pimpinan di beberapa perusahaan antara lain PT. Adaro Energy Tbk, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar diIndonesia, PT. Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk., perusahaan penyedia menara telekomunikasi. Ia juga salah satu pendiri PT. Recapital Advisors, sebuah perusahaan pengelola aset yang didirikan pada tahun 1997 bersama teman sekolahnya, Rosan Roeslani. Saat ini Sandiaga menjabat sebagai anggota KEN (Komite Ekonomi Nasional) dan bendahara ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Pendiri AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia). 

Sandiaga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha MudaIndonesia(BPP HIPMI) periode 2005-2008. Sejak 2004 sampai September 2010 ia aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Beliau juga sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM) dan Juga beliau ditunjuk oleh Pak Prabowo Subianto sebagai Ketua APPSI periode 2015-2020.

Pada bulan Mei 2011 lalu, ia memutuskan membeli 51% saham Mandala Airlines. Maka tak salah tahun 2011 kemarin , Forbes kembali merilis daftar orang terkaya diIndonesia. Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta.

Kharismatik atau pemimpin transformasional ?
Kalau misalnya kita melirik teori, kharisma diartikan keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya atau atribut kepemimpinan yang didasarkan atas kualitas kepribadian individu. 

Maka menurut saya Sandiaga Uno adalah tipe pemimpin karismatik, beliau memilki daya penarik yang sangat besar seolah-olah mempunyai kekuatan gaib (jangan dilihat dari segi kekayaan, kesehatan, ataupun ketampanan dan lainnya)., karena itu ia mempunyai pengikut yang jumlahnya juga besar, terlebih dari kalangan pemuda. Terlebih kepada sifat ramah dan kesederahaan beliau yang ditunjukkan dari media sosial seperti twitter. Beliau bahkan tak segan membalas satu per satu tweet dari followers-nya, termasuk tweet saya. Selain itu, Pengikutnya tidak dapat menjelaskan, mengapa mereka tertarik mengikuti dan menaati pemimpin itu.

Di sisi lain, Nurkholis (2003) mengungkapkan bahwa seorang pemimpin karismatik mempunyai tujuh karakteristik kunci antara lain percaya diri, memiliki visi, memiliki kemampuan untuk mengartikulasikan visi, memiliki pendirian yang kuat terhadap visinya. Saya pikir Sandiaga Uno memiliki ini, hal itu terbukti dari visi beliau untuk mennjadikan proporwi wirausaha di Indonesia hingga mencapai 15% dan dilakukannya dengan menggalakkan program Indonesia Setara. Program ini sebagai gerakan untuk membangun mindset percaya diri bahwa Indonesia bisa dan mampu berprestasi untuk kemajuan bangsa. Langkah awal yang dilakukan adalah fokus pada bidang yang terkait sosial ekonomi, kewirausahaan, dan pendidikan. Beliau selalu menginisiasi ide memadukan wujud kepedulian pada aktivitas sosial dengan kesehatan melalui program berbagai program, salah satunya adalah amal ”Berlari untuk Berbagi”. Program amal ”Berlari untuk Berbagi” itu diwujudkannya dengan mengikuti lomba lari marathon 42 km. Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh kolega dan masyarakat melalui dunia maya untuk ikut berpartisipasi pada program amal itu. Deskripsinya, untuk setiap kilometer ia berlari, maka masyarakat dapat menyumbangkan Rp10 juta ke yayasan yang mereka pilih sendiri. Ini adalah salah satu buki pemimpin inovatif yang tak pernah kehabisan akan ide.

Apa yang dilakukan beliau jelas merupakan sumbangsih baru bagi perkembangan dinamika bisnis dan sosial kemasyarakatan. Seperti yang dijelaskan oleh George Bernard Shaw dalam buku The Power of Unreasonable People, yang ditulis oleh John Elkington dan Pamela Hartigan, orang pada umumnya (reasonable) akan berusaha menyesuaikan dirinya dengan dunia. Sebaliknya, orang-orang istimewa (unreasonable) ingin menyesuaikan dunia dengan dirinya. Dan salah satu orang istimewa itu adalah Sandiaga Uno. Beliau berbeda halnya dengan pengusaha lain yang mungkin hanya menanti infrastruktur sosialnya ada terlebih dahulu, baru kemudian ia bergerak, maka beliau  berusaha melangkah lebih dahulu dengan berinisiatif membangun sendiri infrastruktur sosial tersebut. Inilah pemimpin yang sesungguhnya.

Pertanyaanya kemudian, apakah beliau juga termasuk pemimpin yang transformasional ? Saya sedikit susah untuk mendeskripsikan hal ini dikarenakan untuk menelaahnya harus perpespektif dalam organisasi sedangkan saya sendiri belum pernah menjadi rekan organisasi beliau. Namun kalau ditinjau secara kasat mata, maka beliau juga termausk dalam kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional adalah pendekatan kepemimpinan dengan melakukan usaha mengubah kesadaran, membangkitkan semangat dan mengilhami bawahan atau anggota organisasi untuk mengeluarkan usaha ekstra dalam mencapai tujuan organisasi, tanpa merasa ditekan atau tertekan.

Berdasarkan “Improving Organizational Effectiveness Through Transformasional Leadership”, Bass dan Avolio  menyebutkan bahwa kepemimpinan transformatif mempunyai empat dimensi, yaitu sebagai idealized influence (membuat para pengikutnya mengagumi, menghormati, dan sekaligus mempercayainya), sebagai inspirational motivation (motivasi inspirasi). sebagai intellectual stimulation (mampu menubuhkan ide-ide baru, memberikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan),  sebagai individualized consideration (mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan dan secara khusus mau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan dan pengembangan karir). Keempat dimensi ini menuruut saya dimiliki oleh Sandiaga Uno, pengaruhnya yang kuat kepada organisasi yang dipimpinnya, apalagi motivasi inspirasinya tidak perlu dipertanyakan lagi, begitupula dengan individualized consideration yang bukti kecilnya bisa kita lihat dari tanggapan-tanggpan arif beliau terhadap twit-twit dalam media sosialnya. Hal inilah juga yang mendasari organisasi atau perusahaan yang dibawahinya terbilang sukses.

Kelemahan Sandiaga Uno Secerdas-cerdasnya Sandiaga Uno, tak pelak dari kelemahan yang dimilikinya. Entah itu dari dalam dirinya sendiri ataupun yang terkontaminasi dengan lingkungannya. Namun untuk melihat sisi kelemahan beliau adalah hal tersulit, mengingat saya juga tidak banyak mendalami kehidupan beliau sendiri. Namun berdasarkan sumber-sumber tertentu bahwa beliau orangnya sangat perfeksionas waktu menduduki bangku sekolahan. Memang ada positif dan negatifnya, hal ini yang menyebabkan beliau sekarang begitu banyak bergaul dengan banyak kalangan, ini terlebih karena rasa bersalahnya. Sewaktu sekolah hingga kuliah, ia hanya benar-benar berkutat pada diktat-diktat. Beliau seperti komputer. Belajar terus, tidak mengenal lingkungan, hingga melupakan jaringan. Begitulah kehidupannya begitu mengalir. Ia memang selalu berusaha untuk meraih kesempurnaan, itu yang selalu dikatakannya. Tapi tidak di dunia imajinasinya. Dari sumber referensi beliau pernah mengatakan seperti ini “Selalu ada keinginan untuk melakukan hal yang dianggap melanggar aturan atau yang lurus-lurus saja. Bohong kalau aku bilang tidak pernah ada”.

Setiap manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelemahan tapi juga memiliki kelebihan. Tapi dari kelemahan itulah manusia diajari untuk belajar dari sesamanya. Bagaimanapun juga sosok Sandiaga Uno adalah salah satu daftar tokoh inspirasional saya untuk meniti masa depan. Semoga nikmat kesehatan dan panjang umur serta kesuksesan selalu mengiringi langkah beliau bersama keluarganya. 

Kembali mengutip kata-kata John Elkington dan Pamela Hartigan bahwa  Orang pada umumnya (reasonable) akan berusaha menyesuaikan dirinya dengan dunia. Sebaliknya, orang-orang istimewa (unreasonable) ingin menyesuaikan dunia dengan dirinya. Dan sosok orang istimewa itu salah satunya adalah Sandiaga Uno.






Senin, 23 Mei 2016

Sandiaga Uno Anggap Percuma 'Main' Politik Uang

Sandiaga Uno, mengatakan berdasarkan hasil survei internal yang digelar beberapa waktu lalu mengungkapkan 80 persen warga Jakarta menolak politik uang pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.
"20 Persen terima uang dan tetap pilih calon sesuai keyakinannya," kata Sandiaga Uno dalam perbincangan bersama tvOne, Senin, 23 Mei 2016.
Pria yang akrab disapa Sandi itu tegas menolak politik uang dalam kontestasi politik apapun. Selain bisa dipidana dan pencalonannya digugurkan, politik uang pada Pilkada DKI Jakarta juga dinilainya percuma.
"Kalau ada calon yang mau politik uang sama saja garamin air laut, nggak akan sukses," ujarnya.
Sandiaga Uno sejauh ini terus menggalang dukungan warga Jakarta dengan mendatangi sejumlah wilayah di Jakarta, komunitas maupun tokoh-tokoh masyarakat. Sandi juga aktif melakukan safari politik kepada elit-elit partai agar bisa mengusungnya pada Pilkada DKI 2017 mendatang.
Terkait pencalonannya itu, Sandi yang juga kader Partai Gerindra ini mengaku pasrah, jika partainya nanti tidak memilihnya dan justru menentukan nama lain calon gubernur DKI Jakarta. Ia siap menerima apapun keputusan partainya soal penentuan calon gubernur.
"Saya siap apapun keputusannya: dipilih atau pun tidak dipilih," kata Sandiaga kepada wartawan setelah menghadiri undangan warga Kemayoran, Jakarta, pada Minggu pagi, 22 Mei 2016.

Sandiaga Uno Ingin Wujudkan Jakarta Mandiri Secara Ekonomi

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno menghadiri acara milad dan pelantikan pengurus Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di Plaza Masjid Istiqlal. Ia menyebutkan kehadirannya hanya untuk bersilahturahmi saja.
"Ini semua silahturahmi saja. Enggak ada dukung mendukung kok," kata Sandi di sela acara, Minggu (22/5/2016).
Polikus Partai Gerindra itu mengaku, kedatangannya sekaligus ingin menawarkan suatu program perubahan untuk Jakarta menjadi lebih baik ke depan, khususnya dalam bidang ekonomi.
Menurut Sandi, ekonomi Indonesia khususnya di Jakarta belum berpihak ke semua kalangan. Sehingga, jika nantinya dirinya terpilih menjadi Gubernur Jakarta, Sandi berjanji akan memberi bantuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat di Ibu Kota dan mewujudkan Jakarta mandiri secara ekonomi.
"Saya ingin menawarkan suatu perubahan agar Jakarta mandiri secara ekonomi, kebetulan ini tagline daripada Forkabi. Jadi, atas undangan ini saya hadir," tandas pengusaha itu.

Kamis, 19 Mei 2016

Sandi Uno : Pentingnya Partisipasi Politik Generasi Y di Media Sosial

Sementara itu di media sosial, wacana perpolitikan begitu dinamis karena meningkatnya partisipasi masyarakat, terutama generasi Y yang akrab dengan perkembangan teknologi.
Dahulu partisipasi masyarakat dikancah politik bentuk fisik, seperti demo. Sekarang mulai berubah sejak munculnya gadget dan media sosial. Demikian diungkapkan oleh Prabu Revolusi, saat membuka acara diskusi dengan tema “Partisipasi Politik Generasi Y Di Media Sosial” yang digelar Paramadina Graduate School of Communication (PGSC) di Energy Building, Lt.21, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (17/5) lalu.
Acara diskusi terbuka ini menghadirkan nara sumber; Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dan Dosen Komunikasi Politik PGSC, Gun Gun Heryanto. Turut hadir Rektor Paramadina, Prof. Firmanzah, sedangkan Prabu Revolusi yang merupakan News Anchor dan Mahasiswa PSGC bertindak sebagai moderator diskusi.
menurut Sandiaga Uno, partisipasi politik generasi Y sangatlah penting. Berdasarkan data world bank, 50% penduduk Indonesia berusia dibawah 30 tahun. Jumlah populasi generasi muda ini menentukan kebijakan baik dalam pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan dan lain-lain.
“Generasi Y dimasa depan akan menjadi decision makers. Di Trenggalek wakil Bupati berusia 25 tahun, dia sudah memimpin. Kalau tidak ada generasi Y yang di politik nanti enggak nyambung. Generasi Y berpikir seperti anak-anak saya. Sementara yang membuat kebijakan berpikir seperti angkatan saya,” kata Sandiaga Uno.
Generasi Y, menurut pandangan Sandiaga Uno adalah generasi yang telah diselimuti dengan teknologi maju dan dikelilingi media sosial. Generasi ini juga dihubungkan dengan hal-hal yang lebih konsumtif. Sementara Sandiaga merasa dirinya termasuk generasi The Baby Boom(lahir 1946-1964).
Sandiaga mencontohkan soal kebijakan transportasi berbasis online yang ramai beberapa waktu lalu. “Generasi Y berpikir tak peduli dengan regulasi, yang penting saya butuh akses transportasi secara online. Ini terjadi karena regulasi tidak diperkenalkan sehingga tidak terjadi koneksi,” ujar Sandiaga Uno.
Jika generasi Y tidak berpartisipasi dalam politik, lanjut Sandiaga Uno, maka pembuat kebijakan yang notabene angkatan tua tidak akan mengerti sedang terjadi gap. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagaimana parpol, pemerintah dapat mengajak generasi Y berpartisipasi dalam berpolitik.
Dihadapan mahasiswa dan peserta diskusi, Sandiaga Uno juga mengatakan tantangan yang harus di perhatikan generasi Y dalam partisipasi politiknya.
“Generasi Y harus lebih kritis dalam mengevaluasi informasi dan berita di media sosial. Sebab, generasi muda yang aktif dalam ranah media sosial belum mendapatkan kesempatan memadai untuk berpartisipasi
dalam proses politik,” kata Sandiaga Uno.
Di akhir presentasinya, Sandiaga berpesan supaya generasi Y tidak alergi terhadap politik.
“Generasi muda jangan alergi politik. Karena harga beras, minyak goreng, pendidikan adalah bagian dari kebijakan politik,” kata Sandiaga Uno.

Rabu, 18 Mei 2016

Temui warga Bukit Duri, Sandi Uno tegaskan lagi masalah-masalah Jakarta


Sandiaga Uno, pada Rabu sore memenuhi undangan warga RW 001 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut Sandi menegaskan kembali dua permasalahan utama yang masih mendera Jakarta, yakni ketersediaan lapangan kerja dan tingginya harga kebutuhan pokok.

"Itu yang banyak saya dengan dari tiap pertemuan dengan warga. Untuk lapangan kerja, saya punya latar belakang pengusaha jadi berpengalaman untuk menciptakan lapangan kerja," kata Sandi di hadapan warga.

Selain menyoroti dua masalah tersebut, Sandi juga menemui kenyataan bahwa berbagai langkah pembangunan yang ditempuh DKI Jakarta selama ini sebagian besar masih belum berpihak kepada rakyat kecil.

"Lebih berpihak pada yang punya uang. Walaupun saya datang dari kelompok elit, saya ingin turun supaya bisa menciptakan Jakarta yang lebih baik pada 2017 nanti," kata Sandi.

Sandi berkeliling di rumah-rumah warga RW 001 untuk menyapa sembari memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginannya maju mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta.

Sembari berkenalan, Sandi juga membagikan lembar aspirasi dan usulan yang nantinya akan dikumpulkan tim relawannya untuk mengetahui apa-apa saja permasalahan yang dihadapi warga.

"Itu ikhtiar kami menangkap aspirasi dan usulan masyarakat akan apa yang mereka inginkan buat Jakarta ke depannya. Itu jadi bentuk interaksi nyata kami supaya kunjungan begini bukan cuma acara 'selfie-selfie' semata," kata pria yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Dua masalah yang disebutkan sebelumnya termasuk masalah-masalah utama yang dia temui dari lembar aspirasi tersebut, selain mengenai kepastian lahan tinggal alias penggusuran.

"Karena saya banyak menyapa ke daerah padat penduduk yang boleh dibilang strata ekonominya menengah ke bawah, yang nomor satu di lembar aspirasi itu masih soal kepastian lahan hidup mereka khawatir digusur," ujarnya.

Meski berstatus Dewan Pembina Gerindra, Sandi sudah aktif mengikuti penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta di beberapa partai lain termasuk PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat.